Kembali
BAPPENAS INGIN EKOSISTEM HALAL HASILKAN NILAI TAMBAH LEBIH TINGGI
Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rosy Wediawaty menyatakan pihaknya ingin ekosistem halal menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi.
"Kami ingin ekosistem halal tidak hanya berkembang secara domestik, tetapi juga untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi, daya saing yang lebih kuat, ekspor yang meningkat, dan akses yang lebih luas ke pasar internasional," ujarnya dalam agenda Halal Start-Up Connect 2026 | Road to International Halal Summit di Jakarta, Senin.
Pada kesempatan tersebut, dia menerangkan bahwa pengembangan ekonomi syariah didukung oleh beberapa prioritas utama, mulai dari memperkuat industri halal dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) halal, mengembangkan ekosistem dan ekspor produk halal, serta memperkuat keuangan syariah.
Rosy mengatakan ekonomi syariah sedang berkembang dengan cepat akibat akselerasi transformasi digital dan penemuan model bisnis baru pada seluruh rantai nilai halal.
Dalam konteks ini, start-up halal dinilai berperan penting dalam mengembangkan solusi inovatif, meningkatkan efisiensi, mengembangkan akses pasar, hingga menghubungkan bisnis dan pelanggan di seluruh ekosistem halal.
Namun, lanjutnya, inovasi sendiri tidak cukup karena startup juga membutuhkan akses institusi finansial, pasar, teknologi, jaringan, dan kemitraan strategis untuk mengembangkan bisnis mereka. (end/ant)
"Kami ingin ekosistem halal tidak hanya berkembang secara domestik, tetapi juga untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi, daya saing yang lebih kuat, ekspor yang meningkat, dan akses yang lebih luas ke pasar internasional," ujarnya dalam agenda Halal Start-Up Connect 2026 | Road to International Halal Summit di Jakarta, Senin.
Pada kesempatan tersebut, dia menerangkan bahwa pengembangan ekonomi syariah didukung oleh beberapa prioritas utama, mulai dari memperkuat industri halal dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) halal, mengembangkan ekosistem dan ekspor produk halal, serta memperkuat keuangan syariah.
Rosy mengatakan ekonomi syariah sedang berkembang dengan cepat akibat akselerasi transformasi digital dan penemuan model bisnis baru pada seluruh rantai nilai halal.
Dalam konteks ini, start-up halal dinilai berperan penting dalam mengembangkan solusi inovatif, meningkatkan efisiensi, mengembangkan akses pasar, hingga menghubungkan bisnis dan pelanggan di seluruh ekosistem halal.
Namun, lanjutnya, inovasi sendiri tidak cukup karena startup juga membutuhkan akses institusi finansial, pasar, teknologi, jaringan, dan kemitraan strategis untuk mengembangkan bisnis mereka. (end/ant)

