Kembali
TOBA SURIMI INDUSTRIES (CRAB) TEBAR DIVIDEN RP3,9 MILIAR
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp3,9 miliar dari kinerja tahun buku 2025. Nilai tersebut setara dengan Rp2 per lembar saham yang akan dibagikan kepada para pemegang saham yang berhak. Keputusan pembagian dividen ini disetujui dalam RUPST yang digelar pada Jumat (25/9/2026) di Ruang Rosewood Grand City Hall, Medan, Sumatera Utara.
Rapat tersebut dihadiri oleh pemegang saham dan/atau kuasanya yang mewakili 1.653.753.400 saham atau sekitar 84,81% dari total saham yang dikeluarkan perseroan.
Berdasarkan surat keterangan Perseroan, total alokasi dividen tunai mencapai 17,08% dari total laba bersih perseroan tahun buku 2025 yang tercatat sebesar Rp22,83 miliar (Rp22.839.400.888).
Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp18,93 miliar (Rp18.939.400.888) atau sebesar 82,92% disepakati untuk dialokasikan dan dibukukan sebagai laba ditahan guna menambah modal kerja perseroan.
"Rapat memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melakukan setiap dan semua tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan pembagian dividen tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tulis keterangan resmi tersebut.
Selain penetapan penggunaan laba bersih dan dividen, RUPST juga menyetujui sejumlah agenda penting lainnya, di antaranya pengesahan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris, serta perombakan susunan pengurus perseroan.
Dalam perombakan direksi dan komisaris tersebut, Beston Barto Siboro diangkat menjadi Direktur Utama menggantikan Gindra Tardy yang kini menjabat sebagai Komisaris Perseroan. Selain itu, Pontas Pane juga diangkat sebagai Komisaris Independen perseroan.
Pada hari yang sama, perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui penyesuaian Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha Perseroan sesuai dengan Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). (end)
Rapat tersebut dihadiri oleh pemegang saham dan/atau kuasanya yang mewakili 1.653.753.400 saham atau sekitar 84,81% dari total saham yang dikeluarkan perseroan.
Berdasarkan surat keterangan Perseroan, total alokasi dividen tunai mencapai 17,08% dari total laba bersih perseroan tahun buku 2025 yang tercatat sebesar Rp22,83 miliar (Rp22.839.400.888).
Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp18,93 miliar (Rp18.939.400.888) atau sebesar 82,92% disepakati untuk dialokasikan dan dibukukan sebagai laba ditahan guna menambah modal kerja perseroan.
"Rapat memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melakukan setiap dan semua tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan pembagian dividen tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tulis keterangan resmi tersebut.
Selain penetapan penggunaan laba bersih dan dividen, RUPST juga menyetujui sejumlah agenda penting lainnya, di antaranya pengesahan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris, serta perombakan susunan pengurus perseroan.
Dalam perombakan direksi dan komisaris tersebut, Beston Barto Siboro diangkat menjadi Direktur Utama menggantikan Gindra Tardy yang kini menjabat sebagai Komisaris Perseroan. Selain itu, Pontas Pane juga diangkat sebagai Komisaris Independen perseroan.
Pada hari yang sama, perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui penyesuaian Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha Perseroan sesuai dengan Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). (end)

