Kembali
BAPPENAS DAN BRIN PERKUAT EKOSISTEM PEMBINAAN TALENTA RISET
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berkomitmen memperkuat ekosistem pembinaan talenta riset dan inovasi nasional agar semakin terhubung, berkelanjutan, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan.
Kementerian PPN/Bappenas, sebagai Ketua Gugus Tugas Manajemen Talenta Nasional, berperan mengorkestrasikan kebijakan dan program lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha dan industri, serta mitra pembangunan, sehingga memastikan pengembangan talenta riset dan inovasi berjalan terarah, berbasis data, dan terhubung dengan kebutuhan pembangunan nasional.
"Tantangan pengembangan talenta saat ini bukan semata menemukan individu-individu terbaik, tetapi memastikan tidak ada mata rantai yang terputus dalam perjalanan talenta dari potensi menuju kontribusi," kata Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Saat agenda Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026 Road to Talent Fest Manajemen Talenta Nasional Bidang Riset dan Inovasi, Bappenas menyebutkan bahwa dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, pengembangan Manajemen Talenta Nasional (MTN) menjadi bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan inovasi.
Pada bidang riset dan inovasi, penguatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas sumber daya manusia (SDM) ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) nasional yang mampu berkontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan penciptaan inovasi nasional.
Menurut Pungkas, MTN harus memastikan perjalanan talenta berlangsung secara berkesinambungan, mulai dari identifikasi, pembinaan, pengembangan kompetensi dan kepakaran, hingga terbukanya ruang bagi talenta untuk menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan manfaat bagi pembangunan.
"Karena itu, yang kita bangun bukan sekadar kumpulan program, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan talenta dengan pendidikan, fasilitas riset, jejaring, pendanaan, dunia usaha dan industri, serta peluang pengembangan karier," ujar Pungkas.
Kepala BRIN Arif Satria turut menyampaikan bahwa pengembangan talenta riset perlu dilakukan sebagai sebuah proses jangka panjang, sejak potensi mulai ditemukan hingga talenta mampu menghasilkan kontribusi bagi pembangunan.
"Talenta riset tidak lahir secara instan. Potensi perlu ditemukan sejak dini, kemudian diberi ruang untuk tumbuh melalui pembinaan, pengalaman riset, pendampingan, jejaring, dan akses terhadap ekosistem yang mendukung. Melalui IRIFair, kita ingin perjalanan itu terhubung, dari rasa ingin tahu generasi muda hingga menjadi talenta yang mampu menghasilkan karya dan memberi dampak bagi Indonesia," ucap Arif. (end/ant)
Kementerian PPN/Bappenas, sebagai Ketua Gugus Tugas Manajemen Talenta Nasional, berperan mengorkestrasikan kebijakan dan program lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha dan industri, serta mitra pembangunan, sehingga memastikan pengembangan talenta riset dan inovasi berjalan terarah, berbasis data, dan terhubung dengan kebutuhan pembangunan nasional.
"Tantangan pengembangan talenta saat ini bukan semata menemukan individu-individu terbaik, tetapi memastikan tidak ada mata rantai yang terputus dalam perjalanan talenta dari potensi menuju kontribusi," kata Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Saat agenda Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026 Road to Talent Fest Manajemen Talenta Nasional Bidang Riset dan Inovasi, Bappenas menyebutkan bahwa dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, pengembangan Manajemen Talenta Nasional (MTN) menjadi bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan inovasi.
Pada bidang riset dan inovasi, penguatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas sumber daya manusia (SDM) ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) nasional yang mampu berkontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan penciptaan inovasi nasional.
Menurut Pungkas, MTN harus memastikan perjalanan talenta berlangsung secara berkesinambungan, mulai dari identifikasi, pembinaan, pengembangan kompetensi dan kepakaran, hingga terbukanya ruang bagi talenta untuk menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan manfaat bagi pembangunan.
"Karena itu, yang kita bangun bukan sekadar kumpulan program, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan talenta dengan pendidikan, fasilitas riset, jejaring, pendanaan, dunia usaha dan industri, serta peluang pengembangan karier," ujar Pungkas.
Kepala BRIN Arif Satria turut menyampaikan bahwa pengembangan talenta riset perlu dilakukan sebagai sebuah proses jangka panjang, sejak potensi mulai ditemukan hingga talenta mampu menghasilkan kontribusi bagi pembangunan.
"Talenta riset tidak lahir secara instan. Potensi perlu ditemukan sejak dini, kemudian diberi ruang untuk tumbuh melalui pembinaan, pengalaman riset, pendampingan, jejaring, dan akses terhadap ekosistem yang mendukung. Melalui IRIFair, kita ingin perjalanan itu terhubung, dari rasa ingin tahu generasi muda hingga menjadi talenta yang mampu menghasilkan karya dan memberi dampak bagi Indonesia," ucap Arif. (end/ant)

