Kembali
KEMENEKRAF SEBUT TREND FORECASTING DORONG WASTRA BERORIENTASI EKSPOR
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) mendorong pemanfaatan trend forecasting dan perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) untuk meningkatkan nilai jual serta daya saing produk fesyen berbasis wastra Nusantara di pasar global.
Direktur Fesyen Kemenekraf/Bekraf Iffah Sa'aidah mengatakan trend forecasting menjadi salah satu instrumen penting bagi desainer untuk mengolah wastra Nusantara menjadi produk ready-to-wear yang sesuai dengan selera pasar global tanpa menghilangkan identitas budaya.
"Kementerian Ekonomi Kreatif melihat peran trend forecasting dalam mengangkat Wastra Nusantara, dan memberikan dukungan agar produk desainer lokal tak hanya berdaya saing global tetapi juga terlindungi secara HKI," kata Iffah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pemanfaatan trend forecasting dapat membantu desainer menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga relevan dengan perkembangan pasar sehingga memiliki daya saing dan nilai jual lebih tinggi di tingkat internasional.
Di sisi lain, Kemenekraf juga mendorong perlindungan HKI bagi karya fesyen, termasuk melalui fasilitasi pendaftaran merek, hak cipta desain, dan motif.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian perlindungan hukum bagi karya desainer ketika produk mulai dipasarkan ke luar negeri sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari aset kreatif yang dihasilkan.
Sementara itu, Indonesian Fashion Chamber (IFC) sebagai mitra strategis IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) mendorong agar pemanfaatan trend forecasting tidak berhenti pada penciptaan koleksi untuk kebutuhan runway, tetapi diterjemahkan menjadi kesiapan bisnis. (end/ant)
Direktur Fesyen Kemenekraf/Bekraf Iffah Sa'aidah mengatakan trend forecasting menjadi salah satu instrumen penting bagi desainer untuk mengolah wastra Nusantara menjadi produk ready-to-wear yang sesuai dengan selera pasar global tanpa menghilangkan identitas budaya.
"Kementerian Ekonomi Kreatif melihat peran trend forecasting dalam mengangkat Wastra Nusantara, dan memberikan dukungan agar produk desainer lokal tak hanya berdaya saing global tetapi juga terlindungi secara HKI," kata Iffah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pemanfaatan trend forecasting dapat membantu desainer menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga relevan dengan perkembangan pasar sehingga memiliki daya saing dan nilai jual lebih tinggi di tingkat internasional.
Di sisi lain, Kemenekraf juga mendorong perlindungan HKI bagi karya fesyen, termasuk melalui fasilitasi pendaftaran merek, hak cipta desain, dan motif.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian perlindungan hukum bagi karya desainer ketika produk mulai dipasarkan ke luar negeri sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari aset kreatif yang dihasilkan.
Sementara itu, Indonesian Fashion Chamber (IFC) sebagai mitra strategis IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) mendorong agar pemanfaatan trend forecasting tidak berhenti pada penciptaan koleksi untuk kebutuhan runway, tetapi diterjemahkan menjadi kesiapan bisnis. (end/ant)

