Kembali
BURSA SAHAM AS DITUTUP LEBIH RENDAH HARI SELASA
Bursa saham AS ditutup sedikit lebih rendah pada hari Selasa (29 September) karena imbal hasil obligasi pemerintah terus meningkat menjelang rilis data inflasi dan pasar tenaga kerja, sementara para investor mencermati komentar pejabat Federal Reserve AS terkait arah suku bunga.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor panjang mengalami kenaikan; obligasi tenor 30 tahun mencapai 5,6206 persen, angka tertinggi sejak Juni 2002. Imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun naik menjadi 5,293 persen level tertinggi sejak Juni 2007.
Namun, penurunan bursa saham sempat tertahan karena imbal hasil melandai dari level tertingginya sebelumnya dan imbal hasil tenor lebih pendek justru turun pada hari itu, seiring dengan penurunan harga minyak akibat adanya tanda-tanda pemulihan ekspor dari Timur Tengah serta komentar dari Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams.
Williams mengatakan bahwa bank sentral AS memiliki waktu untuk mencermati data sebelum memutuskan kapan akan kembali menaikkan suku bunga.
Menyusul komentar Williams, ekspektasi kenaikan suku bunga setidaknya sebesar 25 basis poin oleh The Fed pada pertemuan bulan Oktober turun menjadi 51,5 persen menurut data CME FedWatch dari sebelumnya hampir 70 persen pada awal sesi perdagangan.
Setelah sempat turun dari level tertingginya di awal bulan, harga minyak kembali melonjak dalam beberapa hari terakhir seiring memudarnya harapan akan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Kenaikan harga minyak mentah dan bahan bakar diesel telah memicu kekhawatiran akan inflasi serta mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury).
Para pejabat Federal Reserve juga mengisyaratkan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut jika tekanan harga tidak mereda setelah bank sentral menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September.
Sejumlah data ekonomi penting dijadwalkan rilis pekan ini, termasuk Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) dari Departemen Perdagangan pada hari Rabu, yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve.
Dow Jones Industrial Average turun 131,59 poin atau 0,26 persen menjadi 51.349,92, S&P 500 turun 12,85 poin atau 0,17 persen menjadi 7.670,84, dan Nasdaq Composite turun 22,84 poin atau 0,08 persen menjadi 26.797,54. (end/Reuters)
Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor panjang mengalami kenaikan; obligasi tenor 30 tahun mencapai 5,6206 persen, angka tertinggi sejak Juni 2002. Imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun naik menjadi 5,293 persen level tertinggi sejak Juni 2007.
Namun, penurunan bursa saham sempat tertahan karena imbal hasil melandai dari level tertingginya sebelumnya dan imbal hasil tenor lebih pendek justru turun pada hari itu, seiring dengan penurunan harga minyak akibat adanya tanda-tanda pemulihan ekspor dari Timur Tengah serta komentar dari Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams.
Williams mengatakan bahwa bank sentral AS memiliki waktu untuk mencermati data sebelum memutuskan kapan akan kembali menaikkan suku bunga.
Menyusul komentar Williams, ekspektasi kenaikan suku bunga setidaknya sebesar 25 basis poin oleh The Fed pada pertemuan bulan Oktober turun menjadi 51,5 persen menurut data CME FedWatch dari sebelumnya hampir 70 persen pada awal sesi perdagangan.
Setelah sempat turun dari level tertingginya di awal bulan, harga minyak kembali melonjak dalam beberapa hari terakhir seiring memudarnya harapan akan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Kenaikan harga minyak mentah dan bahan bakar diesel telah memicu kekhawatiran akan inflasi serta mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury).
Para pejabat Federal Reserve juga mengisyaratkan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut jika tekanan harga tidak mereda setelah bank sentral menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September.
Sejumlah data ekonomi penting dijadwalkan rilis pekan ini, termasuk Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) dari Departemen Perdagangan pada hari Rabu, yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve.
Dow Jones Industrial Average turun 131,59 poin atau 0,26 persen menjadi 51.349,92, S&P 500 turun 12,85 poin atau 0,17 persen menjadi 7.670,84, dan Nasdaq Composite turun 22,84 poin atau 0,08 persen menjadi 26.797,54. (end/Reuters)

