Kembali
BUMI RESOURCES PERKUAT ESG DAN TATA KELOLA UNTUK JAGA DAYA SAING
PT Bumi Resources Tbk memperkuat penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang, termasuk melalui penguatan tata kelola hak asasi manusia (HAM), pengelolaan risiko, serta rantai pasok.
Group Head Corporate Governance and Compliance sekaligus Ketua Tim Hak Asasi Manusia Bumi Resources Mahmud Samuri mengatakan tata kelola yang kuat dibutuhkan untuk menjaga ketahanan bisnis, membangun kepercayaan pemangku kepentingan, dan menciptakan nilai jangka panjang.
"Kami percaya bahwa bisnis yang menghormati hak asasi manusia adalah bisnis yang tangguh, mampu mengelola risiko secara lebih baik, membangun kepercayaan pemangku kepentingan, dan menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan," kata Mahmud, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.
Penguatan tata kelola tersebut diterapkan hingga tingkat unit bisnis dan mencakup berbagai isu yang berkaitan dengan masyarakat sekitar, tenaga kerja, lingkungan, serta rantai pasok perusahaan.
Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya Bumi memperkuat kerangka keberlanjutan di tengah meningkatnya perhatian terhadap aspek ESG dan kesiapan bisnis menghadapi perubahan pasar global.
Atas dasar itu, Bumi Resources meraih penghargaan Platinum dalam Indonesian Responsible Business Award (IRBA) 2026 untuk kategori Perlindungan Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Penghargaan diserahkan dalam Temu Forum Indonesian Responsible Business dan IRBA 2026 di Jakarta pada 24 September 2026.
Ajang tersebut mengangkat tema penguatan daya saing bisnis berkelanjutan melalui human rights due diligence dan kesiapan karbon dalam menghadapi dinamika pasar global. Penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari penyusunan materi, pemeriksaan dokumen, hingga presentasi di hadapan dewan juri.
Ke depan, Bumi menyatakan akan melanjutkan penguatan kerangka keberlanjutan dan tata kelola HAM sebagai bagian dari strategi bisnis, sekaligus untuk mendukung pengelolaan risiko dan penciptaan nilai bagi pemegang saham, masyarakat, dan lingkungan. (end)
Group Head Corporate Governance and Compliance sekaligus Ketua Tim Hak Asasi Manusia Bumi Resources Mahmud Samuri mengatakan tata kelola yang kuat dibutuhkan untuk menjaga ketahanan bisnis, membangun kepercayaan pemangku kepentingan, dan menciptakan nilai jangka panjang.
"Kami percaya bahwa bisnis yang menghormati hak asasi manusia adalah bisnis yang tangguh, mampu mengelola risiko secara lebih baik, membangun kepercayaan pemangku kepentingan, dan menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan," kata Mahmud, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.
Penguatan tata kelola tersebut diterapkan hingga tingkat unit bisnis dan mencakup berbagai isu yang berkaitan dengan masyarakat sekitar, tenaga kerja, lingkungan, serta rantai pasok perusahaan.
Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya Bumi memperkuat kerangka keberlanjutan di tengah meningkatnya perhatian terhadap aspek ESG dan kesiapan bisnis menghadapi perubahan pasar global.
Atas dasar itu, Bumi Resources meraih penghargaan Platinum dalam Indonesian Responsible Business Award (IRBA) 2026 untuk kategori Perlindungan Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Penghargaan diserahkan dalam Temu Forum Indonesian Responsible Business dan IRBA 2026 di Jakarta pada 24 September 2026.
Ajang tersebut mengangkat tema penguatan daya saing bisnis berkelanjutan melalui human rights due diligence dan kesiapan karbon dalam menghadapi dinamika pasar global. Penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari penyusunan materi, pemeriksaan dokumen, hingga presentasi di hadapan dewan juri.
Ke depan, Bumi menyatakan akan melanjutkan penguatan kerangka keberlanjutan dan tata kelola HAM sebagai bagian dari strategi bisnis, sekaligus untuk mendukung pengelolaan risiko dan penciptaan nilai bagi pemegang saham, masyarakat, dan lingkungan. (end)

