Kembali
HARGA EMAS NAIK TIPIS PADA SELASA PAGI
Harga emas stabil setelah sempat naik pada hari Selasa (29 September), seiring para pelaku pasar menimbang dampak penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran akan inflasi akibat biaya energi terhadap tingkat imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury) yang tinggi.
Harga emas diperdagangkan di kisaran US$4.180 per ons, setelah mencatatkan kenaikan sebesar 1,6 persen pada hari sebelumnya.
Harga minyak tetap rendah menyusul adanya tanda-tanda peningkatan pasokan dari Timur Tengah hingga mendekati tingkat sebelum konflik pecah; hal ini terjadi karena Arab Saudi meningkatkan aliran minyak melalui jalur pipa utama Timur-Barat, sehingga mengimbangi dampak kebuntuan terkait Selat Hormuz yang sempat memicu kenaikan harga bahan bakar di awal pekan.
Meski demikian, harga minyak mentah Brent telah naik sekitar 70 persen sepanjang tahun 2026 ini, seiring dengan konflik yang mendekati bulan kedelapannya.
Tekanan terhadap harga emas juga masih datang dari faktor-faktor lain.
Imbal hasil obligasi jangka panjang pemerintah AS (Treasury) naik selama enam hari berturut-turut hingga hari Selasa, mencapai level tertinggi sejak tahun 2002, di tengah kekhawatiran bahwa biaya energi yang terus tinggi dapat memicu kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Imbal hasil yang lebih tinggi biasanya menekan harga logam mulia, yang tidak memberikan bunga.
Para pejabat Federal Reserve AS telah memperingatkan bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat masih diperlukan, bahkan setelah mereka menaikkan suku bunga pada pertengahan bulan untuk pertama kalinya sejak tahun 2023.
Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, mengatakan pada hari Selasa bahwa satu kenaikan lagi "menjelang akhir tahun ini" mungkin tepat untuk dilakukan. Pernyataan ini mendorong para investor untuk menurunkan perkiraan probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya di akhir Oktober tepat sebelum pemilihan umum paruh waktu AS menjadi sekitar 50 persen dari sebelumnya 70 persen.
Harga emas spot naik tipis 0,1 persen menjadi US$4.184,27 per ons pada pukul 07.50 pagi waktu Singapura. Harga perak juga naik 0,1 persen menjadi US$61,54 per ons. Platinum dan paladium mencatat kenaikan tipis.
Bloomberg Dollar Spot Index, sebuah indikator mata uang AS, terpantau stabil setelah sempat naik 0,2 persen pada sesi sebelumnya. (end/Bloomberg)
Harga emas diperdagangkan di kisaran US$4.180 per ons, setelah mencatatkan kenaikan sebesar 1,6 persen pada hari sebelumnya.
Harga minyak tetap rendah menyusul adanya tanda-tanda peningkatan pasokan dari Timur Tengah hingga mendekati tingkat sebelum konflik pecah; hal ini terjadi karena Arab Saudi meningkatkan aliran minyak melalui jalur pipa utama Timur-Barat, sehingga mengimbangi dampak kebuntuan terkait Selat Hormuz yang sempat memicu kenaikan harga bahan bakar di awal pekan.
Meski demikian, harga minyak mentah Brent telah naik sekitar 70 persen sepanjang tahun 2026 ini, seiring dengan konflik yang mendekati bulan kedelapannya.
Tekanan terhadap harga emas juga masih datang dari faktor-faktor lain.
Imbal hasil obligasi jangka panjang pemerintah AS (Treasury) naik selama enam hari berturut-turut hingga hari Selasa, mencapai level tertinggi sejak tahun 2002, di tengah kekhawatiran bahwa biaya energi yang terus tinggi dapat memicu kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Imbal hasil yang lebih tinggi biasanya menekan harga logam mulia, yang tidak memberikan bunga.
Para pejabat Federal Reserve AS telah memperingatkan bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat masih diperlukan, bahkan setelah mereka menaikkan suku bunga pada pertengahan bulan untuk pertama kalinya sejak tahun 2023.
Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, mengatakan pada hari Selasa bahwa satu kenaikan lagi "menjelang akhir tahun ini" mungkin tepat untuk dilakukan. Pernyataan ini mendorong para investor untuk menurunkan perkiraan probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya di akhir Oktober tepat sebelum pemilihan umum paruh waktu AS menjadi sekitar 50 persen dari sebelumnya 70 persen.
Harga emas spot naik tipis 0,1 persen menjadi US$4.184,27 per ons pada pukul 07.50 pagi waktu Singapura. Harga perak juga naik 0,1 persen menjadi US$61,54 per ons. Platinum dan paladium mencatat kenaikan tipis.
Bloomberg Dollar Spot Index, sebuah indikator mata uang AS, terpantau stabil setelah sempat naik 0,2 persen pada sesi sebelumnya. (end/Bloomberg)

