Kembali
OUTPUT PABRIK JEPANG SECARA TAK TERDUGA ALAMI PENURUNAN DI AGUSTUS
Data pemerintah yang dirilis pada hari Rabu (30/9) menunjukkan bahwa output pabrik Jepang secara tak terduga turun pada bulan Agustus dibandingkan bulan sebelumnya.
Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Ekonomi, output industri menyusut sebesar 1,7 persen pada bulan Agustus dibandingkan bulan sebelumnya; angka ini bertolak belakang dengan perkiraan median pasar dalam jajak pendapat Reuters yang memprediksi kenaikan sebesar 1,7 persen. Penurunan ini terjadi selama dua bulan berturut-turut.
Para pelaku industri yang disurvei oleh kementerian tersebut memperkirakan bahwa output yang disesuaikan secara musiman akan meningkat sebesar 3,2 persen pada bulan September dan tumbuh 3,1 persen pada bulan Oktober.
Pada bulan Agustus, produksi kendaraan bermotor merosot 6,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya akibat gangguan operasional yang disebabkan oleh gempa bumi dan angin topan, sementara produksi mesin untuk keperluan umum dan mesin komersial turun 6 persen.
Indikator tersebut akan menjadi salah satu faktor yang dicermati oleh Bank of Japan dalam memutuskan apakah akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. (end/Reuters)
Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Ekonomi, output industri menyusut sebesar 1,7 persen pada bulan Agustus dibandingkan bulan sebelumnya; angka ini bertolak belakang dengan perkiraan median pasar dalam jajak pendapat Reuters yang memprediksi kenaikan sebesar 1,7 persen. Penurunan ini terjadi selama dua bulan berturut-turut.
Para pelaku industri yang disurvei oleh kementerian tersebut memperkirakan bahwa output yang disesuaikan secara musiman akan meningkat sebesar 3,2 persen pada bulan September dan tumbuh 3,1 persen pada bulan Oktober.
Pada bulan Agustus, produksi kendaraan bermotor merosot 6,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya akibat gangguan operasional yang disebabkan oleh gempa bumi dan angin topan, sementara produksi mesin untuk keperluan umum dan mesin komersial turun 6 persen.
Indikator tersebut akan menjadi salah satu faktor yang dicermati oleh Bank of Japan dalam memutuskan apakah akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. (end/Reuters)

