Kembali
BP BATAM: INVESTASI DATA CENTER PESAT PERLU PERSIAPAN PASOKAN DI HULU
Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyebut perkembangan industri data center (pusat data) yang diproyeksikan semakin pesat dalam dua tahun ke depan perlu diimbangi dengan kesiapan pasokan energi dan air dari sisi hulu.
Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan sejumlah investasi dengan nilai sekitar Rp500 triliun berpotensi masuk ke Batam seiring berkembangnya industri pusat data.
"Kali ini saya sampaikan bahwa dalam dua tahun ke depan industri data center itu menjadi booming. Banyak investor-investor kurang lebih sekitar Rp500 triliun yang akan masuk," kata Fary di Batam, Kamis.
Menurut dia, perkembangan tersebut perlu diikuti dengan penguatan industri manufaktur pendukung data center sehingga manfaat investasi tidak hanya berasal dari pembangunan pusat data, tetapi juga dari sektor penunjangnya.
Di sisi lain, BP Batam menilai percepatan investasi harus diiringi kesiapan infrastruktur dan utilitas. Pemerintah tidak hanya perlu mempercepat regulasi dan pelayanan investasi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar industri tersedia sejak dari hulu.
"Dan tentu terkait dengan utilitas, harus kita bangun hulu. Sampai nanti investasinya kita dorong cepat, tetapi secara utilitas infrastrukturnya belum siap," ujar dia. (end/ant)
Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan sejumlah investasi dengan nilai sekitar Rp500 triliun berpotensi masuk ke Batam seiring berkembangnya industri pusat data.
"Kali ini saya sampaikan bahwa dalam dua tahun ke depan industri data center itu menjadi booming. Banyak investor-investor kurang lebih sekitar Rp500 triliun yang akan masuk," kata Fary di Batam, Kamis.
Menurut dia, perkembangan tersebut perlu diikuti dengan penguatan industri manufaktur pendukung data center sehingga manfaat investasi tidak hanya berasal dari pembangunan pusat data, tetapi juga dari sektor penunjangnya.
Di sisi lain, BP Batam menilai percepatan investasi harus diiringi kesiapan infrastruktur dan utilitas. Pemerintah tidak hanya perlu mempercepat regulasi dan pelayanan investasi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar industri tersedia sejak dari hulu.
"Dan tentu terkait dengan utilitas, harus kita bangun hulu. Sampai nanti investasinya kita dorong cepat, tetapi secara utilitas infrastrukturnya belum siap," ujar dia. (end/ant)

