Kembali
WIKA: PENGALIHAN PENGELOLAAN WHOOSH BISA PERBAIKI KINERJA KEUANGAN
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menilai pengambilalihan pengelolaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh oleh pemerintah dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan.
Direktur Keuangan WIKA Mulyadi mengatakan kinerja keuangan saat ini masih terdampak oleh kondisi keuangan KCIC yang mencatatkan imbal hasil negatif.
Sebab, WIKA masih menjadi salah satu pemegang saham KCIC, sehingga perseroan harus memperhitungkan kinerja keuangan KCIC dalam laporan keuangannya.
"Terkait bagaimana jika kereta cepat nanti diambil alih oleh pemerintah. Ini memberikan dampak positif bagi WIKA," kata Mulyadi dalam paparan publik (pubex) secara virtual, di Jakarta, Kamis.
Mulyadi menjelaskan kondisi tersebut membuat WIKA harus membukukan bagian dari kinerja negatif KCIC dalam laporan keuangannya.
Dengan demikian, kinerja KCIC turut memberikan tekanan terhadap laporan laba rugi WIKA.
"Jadi, saat ini konsolidasi keuangan WIKA melakukan konsolidasi berdampak ke equity negatif, karena saat ini kereta cepat itu menghasilkan return yang negatif karena WIKA menjadi bagian dari pemegang saham," tutur Mulyadi.
"Sehingga apabila kereta cepat ini diambil alih oleh pemerintah, ataupun nanti dari kementerian yang ditunjuk oleh pemerintah. Maka secara langsung atau tidak langsung akan meningkatkan kinerja keuangan WIKA," tambahnya. (end/ant)
Direktur Keuangan WIKA Mulyadi mengatakan kinerja keuangan saat ini masih terdampak oleh kondisi keuangan KCIC yang mencatatkan imbal hasil negatif.
Sebab, WIKA masih menjadi salah satu pemegang saham KCIC, sehingga perseroan harus memperhitungkan kinerja keuangan KCIC dalam laporan keuangannya.
"Terkait bagaimana jika kereta cepat nanti diambil alih oleh pemerintah. Ini memberikan dampak positif bagi WIKA," kata Mulyadi dalam paparan publik (pubex) secara virtual, di Jakarta, Kamis.
Mulyadi menjelaskan kondisi tersebut membuat WIKA harus membukukan bagian dari kinerja negatif KCIC dalam laporan keuangannya.
Dengan demikian, kinerja KCIC turut memberikan tekanan terhadap laporan laba rugi WIKA.
"Jadi, saat ini konsolidasi keuangan WIKA melakukan konsolidasi berdampak ke equity negatif, karena saat ini kereta cepat itu menghasilkan return yang negatif karena WIKA menjadi bagian dari pemegang saham," tutur Mulyadi.
"Sehingga apabila kereta cepat ini diambil alih oleh pemerintah, ataupun nanti dari kementerian yang ditunjuk oleh pemerintah. Maka secara langsung atau tidak langsung akan meningkatkan kinerja keuangan WIKA," tambahnya. (end/ant)

