Kembali
DEN PERKIRAKAN EKONOMI TUMBUH DI KISARAN 5,2-5,4 PERSEN PADA TAHUN INI
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini berada pada kisaran 5,2 persen sampai dengan 5,4 persen, di tengah tekanan perlambatan ekonomi global dan tantangan domestik.
Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu dalam Memorial Lecture di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Kamis, menjelaskan bahwa dalam jangka pendek perekonomian global dan Indonesia diperkirakan melambat.
Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I dan kuartal II relatif tinggi, pertumbuhan pada kuartal III dan kuartal IV diperkirakan menurun.
"Rata-rata pertumbuhan kita, kalau perkiraan dari IMF kita tumbuh 5 persen, tapi prediksi pemerintah sendiri 5,6 persen. Nanti apakah pertumbuhannya 5,6 persen atau 5 persen atau antara itu, itu mungkin yang akan menjadi outlook untuk tahun ini," kata Mari.
Dalam pidatonya, ia turut merefleksikan pengalaman dan warisan pemikiran Frans Seda yang menjabat Menteri Keuangan pada periode sulit yakni pada 1966-1968. Saat itu, Frans Seda menghadapi krisis dengan keberanian politik, memperkenalkan disiplin fiskal, serta menciptakan ruang fiskal baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Mari mengingatkan tantangan bagi Indonesia pada tahun depan, ditambah adanya kondisi El Nino dan La Nina, akan semakin sulit apabila tidak ada kebijakan yang tepat sebagaimana pembelajaran dari prinsip-prinsip fiskal yang diterapkan Frans Seda.
"Tapi tanpa ada the right policies, ruang kebijakan yang diambil ala prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh Pak Frans Seda, mungkin tahun depan akan menjadi tambah sulit, apalagi kita akan menghadapi El Nino dan La Nina," kata Mari. (end/ant)
Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu dalam Memorial Lecture di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Kamis, menjelaskan bahwa dalam jangka pendek perekonomian global dan Indonesia diperkirakan melambat.
Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I dan kuartal II relatif tinggi, pertumbuhan pada kuartal III dan kuartal IV diperkirakan menurun.
"Rata-rata pertumbuhan kita, kalau perkiraan dari IMF kita tumbuh 5 persen, tapi prediksi pemerintah sendiri 5,6 persen. Nanti apakah pertumbuhannya 5,6 persen atau 5 persen atau antara itu, itu mungkin yang akan menjadi outlook untuk tahun ini," kata Mari.
Dalam pidatonya, ia turut merefleksikan pengalaman dan warisan pemikiran Frans Seda yang menjabat Menteri Keuangan pada periode sulit yakni pada 1966-1968. Saat itu, Frans Seda menghadapi krisis dengan keberanian politik, memperkenalkan disiplin fiskal, serta menciptakan ruang fiskal baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Mari mengingatkan tantangan bagi Indonesia pada tahun depan, ditambah adanya kondisi El Nino dan La Nina, akan semakin sulit apabila tidak ada kebijakan yang tepat sebagaimana pembelajaran dari prinsip-prinsip fiskal yang diterapkan Frans Seda.
"Tapi tanpa ada the right policies, ruang kebijakan yang diambil ala prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh Pak Frans Seda, mungkin tahun depan akan menjadi tambah sulit, apalagi kita akan menghadapi El Nino dan La Nina," kata Mari. (end/ant)

