Kembali
ASLC INTEGRASIKAN EKOSISTEM MOBIL BEKAS DI TENGAH KENAIKAN JUMLAH MOBIL BARU
PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) yang bergerak di bisnis lelang (JBA Indonesia), penjualan ritel mobil bekas (Caroline.id), dan pegadaian (MotoGadai) fokus mengintegrasikan ekosistem mobil bekas di tengah kenaikan jumlah mobil baru.
"Tingginya kenaikan jumlah mobil baru merupakan petunjuk akan tingginya potensi peningkatan jumlah mobil bekas. Baik dari orang yang membeli mobil baru dengan menjual mobil lamanya, maupun dari peningkatan jumlah mobil baru itu sendiri yang pada akhirnya juga akan menjadi mobil bekas. Oleh karena itu, ASLC akan semakin fokus mengintegrasikan ekosistem bisnis mobil bekas yang dimiliki," papar Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra.
Dalam upaya membangun ekosistem bisnis mobil bekas yang kuat dan terintegrasi, Perseroan terus memperkuat kinerja dan kapabilitas pada setiap unit bisnis yang dimiliki.
Dalam siaran pers ASLC (1/10) Pada segmen penjualan ritel mobil bekas, ASLC berfokus memperkuat branding Caroline.id melalui pengembangan strategi pemasaran digital serta kolaborasi dengan brand ambassador untuk meningkatkan awareness dan memperluas jangkauan pasar.
Melalui langkah ini, Perseroan optimistis dapat menciptakan sinergi yang lebih optimal di seluruh rantai bisnis sekaligus meningkatkan nilai dan potensi setiap kendaraan yang dipasarkan.
Sejauh ini, strategi tersebut telah berhasil mendorong peningkatan kinerja Perseroan. Terbukti, pada semester pertama 2026, pendapatan ASLC meningkat 31,9% YoY menjadi Rp590 miliar. Pada periode ini, ASLC mencatatkan laba sebesar Rp8,9 miliar.
Caroline.id masih mendominasi kontribusi terhadap total pendapatan Perseroan. Penjualan mobil bekas melalui Caroline.id tercatat sebesar Rp493 miliar, tumbuh 57,4% YoY dari periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp313 miliar.
"Ke depan, ASLC akan terus memperkuat ekosistem mobil bekas, mengoptimalkan strategi omnichannel, serta mengembangkan potensi jangka panjang pada Motogadai yang bergerak di bisnis pegadaian dan ASLI (PT Autopedia Sukses Lelang Indonesia) pada bisnis lelang non kendaraan sebagai sumber pertumbuhan baru," tutup Jany. (end)
"Tingginya kenaikan jumlah mobil baru merupakan petunjuk akan tingginya potensi peningkatan jumlah mobil bekas. Baik dari orang yang membeli mobil baru dengan menjual mobil lamanya, maupun dari peningkatan jumlah mobil baru itu sendiri yang pada akhirnya juga akan menjadi mobil bekas. Oleh karena itu, ASLC akan semakin fokus mengintegrasikan ekosistem bisnis mobil bekas yang dimiliki," papar Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra.
Dalam upaya membangun ekosistem bisnis mobil bekas yang kuat dan terintegrasi, Perseroan terus memperkuat kinerja dan kapabilitas pada setiap unit bisnis yang dimiliki.
Dalam siaran pers ASLC (1/10) Pada segmen penjualan ritel mobil bekas, ASLC berfokus memperkuat branding Caroline.id melalui pengembangan strategi pemasaran digital serta kolaborasi dengan brand ambassador untuk meningkatkan awareness dan memperluas jangkauan pasar.
Melalui langkah ini, Perseroan optimistis dapat menciptakan sinergi yang lebih optimal di seluruh rantai bisnis sekaligus meningkatkan nilai dan potensi setiap kendaraan yang dipasarkan.
Sejauh ini, strategi tersebut telah berhasil mendorong peningkatan kinerja Perseroan. Terbukti, pada semester pertama 2026, pendapatan ASLC meningkat 31,9% YoY menjadi Rp590 miliar. Pada periode ini, ASLC mencatatkan laba sebesar Rp8,9 miliar.
Caroline.id masih mendominasi kontribusi terhadap total pendapatan Perseroan. Penjualan mobil bekas melalui Caroline.id tercatat sebesar Rp493 miliar, tumbuh 57,4% YoY dari periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp313 miliar.
"Ke depan, ASLC akan terus memperkuat ekosistem mobil bekas, mengoptimalkan strategi omnichannel, serta mengembangkan potensi jangka panjang pada Motogadai yang bergerak di bisnis pegadaian dan ASLI (PT Autopedia Sukses Lelang Indonesia) pada bisnis lelang non kendaraan sebagai sumber pertumbuhan baru," tutup Jany. (end)

