Kembali
DOOH AKAN GELAR RIGHTS ISSUE 154,7 MILIAR SAHAM
PT Era Media Sejahtera Tbk. (DOOH) akan menggelar penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PHMETD I) atau rights issue.
Dalam prospektus ringkasnya (1/10) disebutkan DOOH akan menggelar rights issue sebanyak 154.777.820.720 saham biasa atas nama (Saham Baru), dengan nilai nominal Rp10 setiap saham yang mewakili sebanyak-banyaknya 95,24% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dan jumah saham yang akan diterbitkan tersebut bergantung pada keperluan dana Perseroan dan harga dari pelaksanaan HMETD.
DOOH merencanakan pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan HMETD akan dilaksanakan segera setelah pernyataan pendaftaran dalam rangka PMHMETD I dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan serta dalam jangka waktu tidak lebih dari 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB
Rencana Pelaksanaan PMHMETD I yang akan dilaksanakan oleh Perseroan akan berdampak kepada struktur permodalan dan keuangan Perseroan. Dengan melaksanakan PMHMETD I ini, Perseroan akan menambah pos ekuitas dan aset pada struktur permodalan sehingga memiliki rasio utang yang lebih baik dan pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD-nya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi) sebanyak-banyaknya 95,24%.
Secara garis besar, dana hasil aksi korporasi ini setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan Perseroan untuk (i) melunasi utang kepada pemegang saham Perseroan; dan (ii) melakukan ekspansi dan pengembangan usaha, baik secara langsung maupun melalui entitas anak, di bidang ekosistem AI melalui AI Infrastructure terlengkap, yaitu Data Centre AI, High Speed Connectivity, Inland Fiber Optic Backbone, Submarine Fiber Optic Backbone, dan Green Energy (PLTS). Ekspansi tersebut dapat berupa Belanja Modal (Capex), modal kerja (Opex), maupun investasi anorganik pada entitas atau lini bisnis yang sejalan dengan misi Perseroan.
Namun DOOH akan meminta persetujuan dalam RUPSLB yang akan diselenggarakan pada 9 November 2026. (end)
Dalam prospektus ringkasnya (1/10) disebutkan DOOH akan menggelar rights issue sebanyak 154.777.820.720 saham biasa atas nama (Saham Baru), dengan nilai nominal Rp10 setiap saham yang mewakili sebanyak-banyaknya 95,24% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dan jumah saham yang akan diterbitkan tersebut bergantung pada keperluan dana Perseroan dan harga dari pelaksanaan HMETD.
DOOH merencanakan pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan HMETD akan dilaksanakan segera setelah pernyataan pendaftaran dalam rangka PMHMETD I dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan serta dalam jangka waktu tidak lebih dari 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB
Rencana Pelaksanaan PMHMETD I yang akan dilaksanakan oleh Perseroan akan berdampak kepada struktur permodalan dan keuangan Perseroan. Dengan melaksanakan PMHMETD I ini, Perseroan akan menambah pos ekuitas dan aset pada struktur permodalan sehingga memiliki rasio utang yang lebih baik dan pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD-nya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi) sebanyak-banyaknya 95,24%.
Secara garis besar, dana hasil aksi korporasi ini setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan Perseroan untuk (i) melunasi utang kepada pemegang saham Perseroan; dan (ii) melakukan ekspansi dan pengembangan usaha, baik secara langsung maupun melalui entitas anak, di bidang ekosistem AI melalui AI Infrastructure terlengkap, yaitu Data Centre AI, High Speed Connectivity, Inland Fiber Optic Backbone, Submarine Fiber Optic Backbone, dan Green Energy (PLTS). Ekspansi tersebut dapat berupa Belanja Modal (Capex), modal kerja (Opex), maupun investasi anorganik pada entitas atau lini bisnis yang sejalan dengan misi Perseroan.
Namun DOOH akan meminta persetujuan dalam RUPSLB yang akan diselenggarakan pada 9 November 2026. (end)

