Kembali
AKZONOBEL SEPAKAT JUAL BISNIS CAT DEKORATIF DI ASIA TENGGARA KE NIPPON PAINT
AkzoNobel pada hari Senin menyatakan telah sepakat untuk menjual bisnis cat dekoratifnya di Asia Tenggara kepada Nippon Paint senilai $1,35 miliar, sekaligus merampungkan tinjauan terhadap portofolio cat dekoratifnya di Asia.
Penjualan ini mencakup operasi cat dekoratif di Vietnam, Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Papua Nugini, dan Australia. Produsen cat asal Belanda tersebut menambahkan bahwa mereka memperkirakan perolehan kas bersih sekitar $1 miliar setelah dipotong pajak dan pembayaran kepada mitra minoritas.
Sebelumnya, produsen cat Dulux ini telah mendivestasi operasi cat dekoratifnya di India dan Pakistan dengan nilai masing-masing $1,6 miliar dan 50 juta euro.
"Keberhasilan penyelesaian tinjauan portofolio Asia kami merupakan bagian dari strategi berkelanjutan untuk memfokuskan portofolio pada area di mana kami dapat mencapai skala yang memberikan keunggulan kompetitif serta memperkuat posisi kami," ujar CEO AkzoNobel, Greg Poux-Guillaume, dalam sebuah pernyataan.
Kesepakatan untuk wilayah Indonesia diperkirakan akan rampung secara terpisah pada akhir tahun 2026, sementara transaksi lainnya diperkirakan selesai sekitar pertengahan tahun 2027.
AkzoNobel menyatakan kini akan berfokus pada penyelesaian merger dengan produsen pelapis (coating) asal AS, Axalta (AXTA.N), yang telah diumumkan pada bulan November tahun lalu.
Nippon Paint telah mengajukan beberapa proposal untuk mengakuisisi bisnis cat dekoratif AkzoNobel seperti yang diungkapkan perusahaan Belanda tersebut pada bulan Juli dengan nilai valuasi sekitar 7,5 miliar euro ($8,44 miliar).
Langkah tersebut menyusul penarikan tawaran senilai 12,5 miliar euro untuk mengakuisisi seluruh perusahaan, yang sebelumnya diajukan Nippon Paint bersama produsen cat asal AS, Sherwin-Williams (SHW.N), pada bulan Juni. Financial Times, yang sebelumnya memberitakan kesepakatan terkait Asia Tenggara, menyebutkan bahwa Nippon masih berminat pada kesepakatan yang lebih besar untuk bisnis cat dekoratif.
Namun, integrasi bisnis di Asia Tenggara diperkirakan akan menyita perhatian perusahaan untuk beberapa waktu, dan AkzoNobel tidak memiliki rencana untuk menjual aset tambahan dari bisnis tersebut. (end/Reuters)
Penjualan ini mencakup operasi cat dekoratif di Vietnam, Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Papua Nugini, dan Australia. Produsen cat asal Belanda tersebut menambahkan bahwa mereka memperkirakan perolehan kas bersih sekitar $1 miliar setelah dipotong pajak dan pembayaran kepada mitra minoritas.
Sebelumnya, produsen cat Dulux ini telah mendivestasi operasi cat dekoratifnya di India dan Pakistan dengan nilai masing-masing $1,6 miliar dan 50 juta euro.
"Keberhasilan penyelesaian tinjauan portofolio Asia kami merupakan bagian dari strategi berkelanjutan untuk memfokuskan portofolio pada area di mana kami dapat mencapai skala yang memberikan keunggulan kompetitif serta memperkuat posisi kami," ujar CEO AkzoNobel, Greg Poux-Guillaume, dalam sebuah pernyataan.
Kesepakatan untuk wilayah Indonesia diperkirakan akan rampung secara terpisah pada akhir tahun 2026, sementara transaksi lainnya diperkirakan selesai sekitar pertengahan tahun 2027.
AkzoNobel menyatakan kini akan berfokus pada penyelesaian merger dengan produsen pelapis (coating) asal AS, Axalta (AXTA.N), yang telah diumumkan pada bulan November tahun lalu.
Nippon Paint telah mengajukan beberapa proposal untuk mengakuisisi bisnis cat dekoratif AkzoNobel seperti yang diungkapkan perusahaan Belanda tersebut pada bulan Juli dengan nilai valuasi sekitar 7,5 miliar euro ($8,44 miliar).
Langkah tersebut menyusul penarikan tawaran senilai 12,5 miliar euro untuk mengakuisisi seluruh perusahaan, yang sebelumnya diajukan Nippon Paint bersama produsen cat asal AS, Sherwin-Williams (SHW.N), pada bulan Juni. Financial Times, yang sebelumnya memberitakan kesepakatan terkait Asia Tenggara, menyebutkan bahwa Nippon masih berminat pada kesepakatan yang lebih besar untuk bisnis cat dekoratif.
Namun, integrasi bisnis di Asia Tenggara diperkirakan akan menyita perhatian perusahaan untuk beberapa waktu, dan AkzoNobel tidak memiliki rencana untuk menjual aset tambahan dari bisnis tersebut. (end/Reuters)

