Kembali
HUAWEI SEPAKATI PERJANJIAN LISENSI PATEN JANGKA PANJANG DENGAN QUALCOMM
Huawei Technologies asal Tiongkok pada hari Senin menyatakan telah menyepakati perjanjian lisensi paten jangka panjang yang mencakup berbagai aspek dengan Qualcomm (QCOM.O), yang meliputi teknologi kecerdasan buatan (AI), 5G, komputasi, dan jaringan.
Berikut adalah beberapa rinciannya:
Perjanjian tersebut mencakup pembelian sejumlah paten Huawei di AS oleh Qualcomm yang berkaitan dengan komputasi, AI, dan jaringan, demikian disampaikan Huawei dalam sebuah pernyataan.
Ini merupakan kesepakatan lisensi paten pertama Huawei dengan Qualcomm yang mencakup teknologi 5G.
Huawei menyatakan bahwa kesepakatan ini diperkirakan akan meningkatkan total nilai perjanjian lisensi patennya menjadi lebih dari US$6,9 miliar setelah rampung.
Perusahaan tersebut menyebutkan bahwa bisnis lisensi kekayaan intelektualnya telah menghasilkan pendapatan positif sejak tahun 2021, yang mencerminkan investasi besar selama bertahun-tahun di bidang penelitian dan pengembangan (litbang).
Huawei meningkatkan belanja litbang dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan pembatasan perdagangan oleh AS sejak 2019 yang membatasi kemampuannya untuk membeli cip canggih dan perangkat lunak penting.
Huawei melakukan pembayaran lisensi pertamanya kepada Qualcomm pada tahun 2001, sementara perusahaan tersebut menerima pendapatan lisensi pertamanya pada tahun 2011 dari Motorola.
Kesepakatan dengan Qualcomm ini menyusul perjanjian lisensi dengan HP Inc yang diumumkan oleh Huawei pada bulan Agustus. (end/Reuters)
Berikut adalah beberapa rinciannya:
Perjanjian tersebut mencakup pembelian sejumlah paten Huawei di AS oleh Qualcomm yang berkaitan dengan komputasi, AI, dan jaringan, demikian disampaikan Huawei dalam sebuah pernyataan.
Ini merupakan kesepakatan lisensi paten pertama Huawei dengan Qualcomm yang mencakup teknologi 5G.
Huawei menyatakan bahwa kesepakatan ini diperkirakan akan meningkatkan total nilai perjanjian lisensi patennya menjadi lebih dari US$6,9 miliar setelah rampung.
Perusahaan tersebut menyebutkan bahwa bisnis lisensi kekayaan intelektualnya telah menghasilkan pendapatan positif sejak tahun 2021, yang mencerminkan investasi besar selama bertahun-tahun di bidang penelitian dan pengembangan (litbang).
Huawei meningkatkan belanja litbang dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan pembatasan perdagangan oleh AS sejak 2019 yang membatasi kemampuannya untuk membeli cip canggih dan perangkat lunak penting.
Huawei melakukan pembayaran lisensi pertamanya kepada Qualcomm pada tahun 2001, sementara perusahaan tersebut menerima pendapatan lisensi pertamanya pada tahun 2011 dari Motorola.
Kesepakatan dengan Qualcomm ini menyusul perjanjian lisensi dengan HP Inc yang diumumkan oleh Huawei pada bulan Agustus. (end/Reuters)

