Kembali
EKONOM NILAI INSENTIF KHUSUS PETANI BANTU OPTIMALKAN PRODUKSI PANGAN
- Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios) Galau D Muhammad menilai insentif khusus dan tambahan sumber daya bagi petani dapat membantu mengoptimalkan produksi pangan di tengah tekanan biaya dan inflasi pangan.
Menurut dia, dukungan terhadap produsen penting karena petani turut menghadapi kenaikan biaya untuk mempertahankan kegiatan produksi dan menyalurkan hasil pertanian ke pasar.
"Harusnya ada insentif khusus untuk petani, memberikan sumber daya tambahan untuk membangun optimalisasi hasil pertanian," kata Galau di Jakarta, Selasa.
Galau menyebut biaya bahan bakar minyak (BBM) untuk pengiriman serta pupuk menjadi bagian dari beban produksi yang dihadapi petani.
Kondisi tersebut, menurut dia, lebih berat bagi petani gurem karena luas lahan dan hasil panennya relatif terbatas.
Ia mengatakan tekanan pangan saat ini dipengaruhi sejumlah faktor yang berbeda antardaerah, termasuk kekeringan berkepanjangan serta dampak bencana yang belum sepenuhnya pulih di beberapa wilayah.
Kondisi itu, lanjutnya, dapat memengaruhi ketersediaan pangan terjangkau, akses masyarakat, serta infrastruktur rantai pasok dan berpotensi meningkatkan biaya distribusi pangan dalam beberapa bulan mendatang.
Selain dukungan terhadap produksi, Galau menilai pemanfaatan ragam pangan lokal dapat dioptimalkan dalam desain pengadaan bahan pangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (end/ant)
Menurut dia, dukungan terhadap produsen penting karena petani turut menghadapi kenaikan biaya untuk mempertahankan kegiatan produksi dan menyalurkan hasil pertanian ke pasar.
"Harusnya ada insentif khusus untuk petani, memberikan sumber daya tambahan untuk membangun optimalisasi hasil pertanian," kata Galau di Jakarta, Selasa.
Galau menyebut biaya bahan bakar minyak (BBM) untuk pengiriman serta pupuk menjadi bagian dari beban produksi yang dihadapi petani.
Kondisi tersebut, menurut dia, lebih berat bagi petani gurem karena luas lahan dan hasil panennya relatif terbatas.
Ia mengatakan tekanan pangan saat ini dipengaruhi sejumlah faktor yang berbeda antardaerah, termasuk kekeringan berkepanjangan serta dampak bencana yang belum sepenuhnya pulih di beberapa wilayah.
Kondisi itu, lanjutnya, dapat memengaruhi ketersediaan pangan terjangkau, akses masyarakat, serta infrastruktur rantai pasok dan berpotensi meningkatkan biaya distribusi pangan dalam beberapa bulan mendatang.
Selain dukungan terhadap produksi, Galau menilai pemanfaatan ragam pangan lokal dapat dioptimalkan dalam desain pengadaan bahan pangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (end/ant)

