Kembali
KADIN: ISF 2026 JADI RUANG KOLABORASI UNTUK KETAHANAN EKONOMI RI
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat agenda keberlanjutan dan ketahanan ekonomi Indonesia.
"Keberlanjutan bukan hanya agenda iklim, tetapi juga agenda ketahanan ekonomi bagi Indonesia," kata Anindya dalam pembukaan ISF 2026 di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan penyelenggaraan ISF tahun ini merupakan edisi keempat dan dilaksanakan melalui kolaborasi dunia usaha dengan pemerintah, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia.
Ia menyebut lebih dari 7.000 partisipan menghadiri forum tersebut.
Anindya memandang ISF sebagai tempat untuk mempertemukan gagasan, kemampuan, dan peluang konkret dalam mendukung agenda keberlanjutan.
"Kami percaya gagasan yang kredibel, kemampuan yang lebih kuat, dan peluang konkret harus dipertemukan dalam forum seperti ini," ujar dia.
Menurut Anindya, agenda keberlanjutan semakin penting karena dinamika geopolitik global kembali menempatkan ketahanan energi sebagai salah satu perhatian utama dunia.
Ia menjelaskan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Indonesia sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi minyak domestik berada di kisaran 600 ribu barel per hari. (end/ant)
"Keberlanjutan bukan hanya agenda iklim, tetapi juga agenda ketahanan ekonomi bagi Indonesia," kata Anindya dalam pembukaan ISF 2026 di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan penyelenggaraan ISF tahun ini merupakan edisi keempat dan dilaksanakan melalui kolaborasi dunia usaha dengan pemerintah, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia.
Ia menyebut lebih dari 7.000 partisipan menghadiri forum tersebut.
Anindya memandang ISF sebagai tempat untuk mempertemukan gagasan, kemampuan, dan peluang konkret dalam mendukung agenda keberlanjutan.
"Kami percaya gagasan yang kredibel, kemampuan yang lebih kuat, dan peluang konkret harus dipertemukan dalam forum seperti ini," ujar dia.
Menurut Anindya, agenda keberlanjutan semakin penting karena dinamika geopolitik global kembali menempatkan ketahanan energi sebagai salah satu perhatian utama dunia.
Ia menjelaskan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Indonesia sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi minyak domestik berada di kisaran 600 ribu barel per hari. (end/ant)

