Kembali
PERMA PLASINDO MASIH SIMPAN DANA IPO Rp1,32 MILIAR
PT Perma Plasindo Tbk. (BINO) emiten holding company telah menyampaikan koreksi laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham periode 30 Juni 2026.
Dalam keterangan tertulisnya Lie Fonda Direktur BINO Senin (5/10) menyampaikan bahwa Perseroan memperoleh hasil penawaran umum perdana saham efektif tanggal 16 November 2021 sebesar Rp60,03 miliar dengan biaya sebesar Rp4,2 miliar. Dengan demikian BINO memperoleh hasil bersih IPO sebesar Rp55,8 miliar.
BINO merealisasi penggunakan dana sebesar Rp38 miliar untuk pelunasan hutang pihak ketiga dan pinjaman ke entitas anak PT. Batara Indah untuk pembelian mesin sebesar Rp4,5 miliar serta pembelian aset tanah sebesar Rp1,52 miliar dan sebesar Rp2,55 miliar untuk Modal kerja entitas anak Bino Digital Solutions PTE Ltd.
Selanjutnya BINO merealisasikan penggunaan dana IPO untuk Modal Kerja PT Bino Mitra Sejati sebesar Rp7,83 miliar dan untuk operasional sebesar Rp100 juta. Dengan realisasi penggunaan Dana IPO tersebut, BINO sudah menggunakan semua sebesar Rp54,50 miliar dan BINO masih menyimpan dana IPO sebesar Rp1,32 miliar dengan bunga 2,75% per tahun sebagai Deposito Berjangka di Bank BCA KCP Kelapa Gading Villa.
Lie menambahkan terdapat perubahan alokasi penggunaan sisa dana hasil IPO sebesar Rp1.328.950.000, yang semula direncanakan dalam Prospektus untuk pembelian tanah di Klaten, diubah alokasinya menjadi pembayaran sebagian kewajiban / utang kepada pemegang saham. Perubahan ini disebabkan oleh adanya kendala legalitas serta perubahan kebijakan zonasi peruntukan lahan. Perubahan penggunaan sisa dana hasil penawaran umum perdana ini telah disetujui oleh RUPS Tahunan tahun 2025. (end)
Dalam keterangan tertulisnya Lie Fonda Direktur BINO Senin (5/10) menyampaikan bahwa Perseroan memperoleh hasil penawaran umum perdana saham efektif tanggal 16 November 2021 sebesar Rp60,03 miliar dengan biaya sebesar Rp4,2 miliar. Dengan demikian BINO memperoleh hasil bersih IPO sebesar Rp55,8 miliar.
BINO merealisasi penggunakan dana sebesar Rp38 miliar untuk pelunasan hutang pihak ketiga dan pinjaman ke entitas anak PT. Batara Indah untuk pembelian mesin sebesar Rp4,5 miliar serta pembelian aset tanah sebesar Rp1,52 miliar dan sebesar Rp2,55 miliar untuk Modal kerja entitas anak Bino Digital Solutions PTE Ltd.
Selanjutnya BINO merealisasikan penggunaan dana IPO untuk Modal Kerja PT Bino Mitra Sejati sebesar Rp7,83 miliar dan untuk operasional sebesar Rp100 juta. Dengan realisasi penggunaan Dana IPO tersebut, BINO sudah menggunakan semua sebesar Rp54,50 miliar dan BINO masih menyimpan dana IPO sebesar Rp1,32 miliar dengan bunga 2,75% per tahun sebagai Deposito Berjangka di Bank BCA KCP Kelapa Gading Villa.
Lie menambahkan terdapat perubahan alokasi penggunaan sisa dana hasil IPO sebesar Rp1.328.950.000, yang semula direncanakan dalam Prospektus untuk pembelian tanah di Klaten, diubah alokasinya menjadi pembayaran sebagian kewajiban / utang kepada pemegang saham. Perubahan ini disebabkan oleh adanya kendala legalitas serta perubahan kebijakan zonasi peruntukan lahan. Perubahan penggunaan sisa dana hasil penawaran umum perdana ini telah disetujui oleh RUPS Tahunan tahun 2025. (end)

