Kembali
INDONESIA HINGGA 2029 BIDIK INVESTASI HILIRISASI CAPAI Rp3.839 TRILIUN
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah membidik realisasi investasi periode 2025-2029 senilai Rp3.839,9 triliun.
"Investasi ke depan ditargetkan bisa 3.839 triliun dalam 4 tahun ke depan. Saat ini, realisasi hilirisasi di semester 1-2026 adalah Rp300 triliun, ini naik 6,9 persen dibandingkan dengan tahun lalu,"kata Airlangga, di Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dalam peta jalan hilirisasi 28 komoditas, diproyeksikan dapat menghasilkan 618,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) investasi, 857,6 miliar dolar AS ekspor, dan 235,9 miliar dolar AS nilai tambah.
Dengan nilai tambah tersebut, total tambahan ekspor dari program hilirisasi diperkirakan dapat mendekati 500 miliar dolar AS.
Airlangga mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penguatan hilirisasi memiliki potensi besar untuk mendorong ekspor Indonesia hingga berlipat ganda.
Ia menambahkan, hilirisasi juga telah memberikan dampak terhadap kinerja ekspor, antara lain melalui peningkatan ekspor produk berbasis nikel dari sekitar 1,3 miliar dolar AS pada 2016 menjadi 34 miliar dolar AS pada 2025.
Selain itu, dari sisi pemerataan, Airlangga mengatakan pengembangan hilirisasi turut mendorong pertumbuhan ekonomi di luar Jawa.
"Ini tercermin dari sekitar 75,7 persen investasi hilirisasi semester I tahun 2026 yang berada di luar Jawa dan berkembangnya pusat-pusat pertumbuhan baru berbasis sumber daya alam," ujarnya.
Tak hanya hilirisasi, Airlangga juga mendorong percepatan transformasi menuju industri bernilai tambah tinggi melalui penguatan agroindustri dan manufaktur, serta pengembangan digitalisasi, semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), dan jasa.
Ketersediaan energi yang kompetitif dan semakin hijau ia sebut menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing industri dan memenuhi tuntutan pasar global. (end)
"Investasi ke depan ditargetkan bisa 3.839 triliun dalam 4 tahun ke depan. Saat ini, realisasi hilirisasi di semester 1-2026 adalah Rp300 triliun, ini naik 6,9 persen dibandingkan dengan tahun lalu,"kata Airlangga, di Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dalam peta jalan hilirisasi 28 komoditas, diproyeksikan dapat menghasilkan 618,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) investasi, 857,6 miliar dolar AS ekspor, dan 235,9 miliar dolar AS nilai tambah.
Dengan nilai tambah tersebut, total tambahan ekspor dari program hilirisasi diperkirakan dapat mendekati 500 miliar dolar AS.
Airlangga mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penguatan hilirisasi memiliki potensi besar untuk mendorong ekspor Indonesia hingga berlipat ganda.
Ia menambahkan, hilirisasi juga telah memberikan dampak terhadap kinerja ekspor, antara lain melalui peningkatan ekspor produk berbasis nikel dari sekitar 1,3 miliar dolar AS pada 2016 menjadi 34 miliar dolar AS pada 2025.
Selain itu, dari sisi pemerataan, Airlangga mengatakan pengembangan hilirisasi turut mendorong pertumbuhan ekonomi di luar Jawa.
"Ini tercermin dari sekitar 75,7 persen investasi hilirisasi semester I tahun 2026 yang berada di luar Jawa dan berkembangnya pusat-pusat pertumbuhan baru berbasis sumber daya alam," ujarnya.
Tak hanya hilirisasi, Airlangga juga mendorong percepatan transformasi menuju industri bernilai tambah tinggi melalui penguatan agroindustri dan manufaktur, serta pengembangan digitalisasi, semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), dan jasa.
Ketersediaan energi yang kompetitif dan semakin hijau ia sebut menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing industri dan memenuhi tuntutan pasar global. (end)

