Kembali
INVESTOR KORSEL DERITA KERUGIAN US$1,7 MILIAR AKIBAT ETF LEVERAGE
Investor ritel diperkirakan telah mengalami kerugian kumulatif sebesar 2,3 triliun won (US$1,7 miliar) akibat produk *exchange-traded* (ETP) saham tunggal dengan *leverage* yang melacak kinerja perusahaan pembuat chip utama Korea Selatan; demikian menurut data Financial Supervisory Service yang dirilis oleh anggota parlemen oposisi, Choi Eun-seok.
Nasabah di 10 perusahaan sekuritas utama Korea Selatan termasuk Mirae Asset Securities, Kiwoom Securities, Samsung Securities, dan NH Investment & Securities menderita kerugian tersebut dari ETF saham tunggal dan *exchange-traded notes* (ETN) yang terkait dengan Samsung Electronics dan SK Hynix dalam periode antara 27 Mei hingga 14 Agustus.
Sejak diperkenalkan pada bulan Mei, produk *leverage* saham tunggal telah meningkatkan volatilitas di pasar ekuitas Korea Selatan yang berfokus pada sektor kecerdasan buatan (AI).
Meskipun taruhan dengan *leverage* pada awalnya turut mendorong indeks lokal menjadi salah satu yang berkinerja terbaik secara global, pembalikan arah yang tajam di sektor semikonduktor dengan cepat memperbesar kerugian bagi investor ritel.
Menanggapi penurunan nilai yang tajam dan antusiasme spekulatif yang tinggi, otoritas keuangan menerapkan langkah-langkah untuk meredam situasi tersebut mulai bulan Juli.
Regulator memberlakukan moratorium sementara terhadap pencatatan baru produk *leverage* berbasis saham tunggal, menaikkan persyaratan setoran tunai minimum, serta mewajibkan pelatihan khusus bagi calon investor ritel.
Intervensi regulasi tersebut menandai perubahan arah yang tajam dibandingkan bulan Mei, saat pihak berwenang pertama kali menyetujui instrumen *leverage* berbasis saham tunggal guna mencegah modal ritel domestik beralih ke produk berisiko tinggi serupa yang tercatat di bursa luar negeri.
Kerugian besar tersebut menyoroti risiko tinggi dari penggunaan *leverage* keuangan pada perusahaan yang sangat terpapar fluktuasi siklikal dalam rantai pasok kecerdasan buatan (AI) global, di mana Samsung Electronics dan SK Hynix berperan sebagai pemasok utama chip memori. (end/Bloomberg)
Nasabah di 10 perusahaan sekuritas utama Korea Selatan termasuk Mirae Asset Securities, Kiwoom Securities, Samsung Securities, dan NH Investment & Securities menderita kerugian tersebut dari ETF saham tunggal dan *exchange-traded notes* (ETN) yang terkait dengan Samsung Electronics dan SK Hynix dalam periode antara 27 Mei hingga 14 Agustus.
Sejak diperkenalkan pada bulan Mei, produk *leverage* saham tunggal telah meningkatkan volatilitas di pasar ekuitas Korea Selatan yang berfokus pada sektor kecerdasan buatan (AI).
Meskipun taruhan dengan *leverage* pada awalnya turut mendorong indeks lokal menjadi salah satu yang berkinerja terbaik secara global, pembalikan arah yang tajam di sektor semikonduktor dengan cepat memperbesar kerugian bagi investor ritel.
Menanggapi penurunan nilai yang tajam dan antusiasme spekulatif yang tinggi, otoritas keuangan menerapkan langkah-langkah untuk meredam situasi tersebut mulai bulan Juli.
Regulator memberlakukan moratorium sementara terhadap pencatatan baru produk *leverage* berbasis saham tunggal, menaikkan persyaratan setoran tunai minimum, serta mewajibkan pelatihan khusus bagi calon investor ritel.
Intervensi regulasi tersebut menandai perubahan arah yang tajam dibandingkan bulan Mei, saat pihak berwenang pertama kali menyetujui instrumen *leverage* berbasis saham tunggal guna mencegah modal ritel domestik beralih ke produk berisiko tinggi serupa yang tercatat di bursa luar negeri.
Kerugian besar tersebut menyoroti risiko tinggi dari penggunaan *leverage* keuangan pada perusahaan yang sangat terpapar fluktuasi siklikal dalam rantai pasok kecerdasan buatan (AI) global, di mana Samsung Electronics dan SK Hynix berperan sebagai pemasok utama chip memori. (end/Bloomberg)

