Kembali
HSBC BERENCANA KURANGI TENAGA KERJA DI UNIT WEALTH MANAGEMENT
HSBC berencana melakukan pengurangan besar-besaran tenaga kerja di unit bisnis pengelolaan kekayaan (*wealth management*) mereka di Inggris termasuk pemangkasan tajam jumlah penasihat keuangan dan staf spesialis sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI), demikian dilaporkan Financial Times pada hari Rabu (7 Oktober).
Bank tersebut berencana memangkas sekitar separuh dari posisi manajemen dan spesialis di unit bisnis tersebut, sementara pengurangan jumlah penasihat keuangan bisa mencapai sekitar 70 persen, menurut laporan itu yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui rencana tersebut.
HSBC tidak mengungkapkan jumlah karyawan di unit bisnis pengelolaan kekayaan Inggris mereka, meskipun perusahaan tersebut diperkirakan memiliki ratusan manajer hubungan nasabah (*relationship manager*) di seluruh negeri, menurut FT.
Pihak bank tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters di luar jam kerja normal.
"Kami terus melakukan pengembangan untuk menghadirkan lebih banyak produk dan pengalaman nasabah yang berbasis digital, guna mendukung layanan pengelolaan kekayaan (wealth service) kami yang terbaik di kelasnya serta memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berubah," ujar pihak bank dalam pernyataan kepada FT.
Menurut laporan tersebut, saat ini bank sedang menjalani masa konsultasi terkait perubahan yang diusulkan, dan karyawan yang terdampak diperkirakan akan meninggalkan perusahaan pada akhir bulan ini.
Pada bulan Mei, dalam acara pertemuan investor HSBC, CEO Georges Elhedery menyatakan bahwa para karyawan perlu merangkul perubahan yang didorong oleh AI alih-alih menolaknya, seraya menambahkan bahwa "AI generatif akan melenyapkan jenis pekerjaan tertentu".
Sejak menjabat pada tahun 2024, Elhedery telah menjadikan AI sebagai elemen sentral strateginya, dengan menerapkan teknologi tersebut di berbagai fungsi dan lini bisnis guna menyederhanakan operasional serta mempersonalisasi konten bagi nasabah.
Bank-bank di seluruh dunia telah meningkatkan investasi pada AI, yang berdampak pada penataan ulang tenaga kerja dan perubahan peran pekerjaan. Hal ini memperdalam kekhawatiran di kalangan ekonom bahwa AI akan mengguncang industri-industri yang sudah mapan, di mana hilangnya lapangan kerja mulai terjadi pada sektor-sektor yang paling terdampak oleh otomatisasi. (end/Reuters)
Bank tersebut berencana memangkas sekitar separuh dari posisi manajemen dan spesialis di unit bisnis tersebut, sementara pengurangan jumlah penasihat keuangan bisa mencapai sekitar 70 persen, menurut laporan itu yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui rencana tersebut.
HSBC tidak mengungkapkan jumlah karyawan di unit bisnis pengelolaan kekayaan Inggris mereka, meskipun perusahaan tersebut diperkirakan memiliki ratusan manajer hubungan nasabah (*relationship manager*) di seluruh negeri, menurut FT.
Pihak bank tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters di luar jam kerja normal.
"Kami terus melakukan pengembangan untuk menghadirkan lebih banyak produk dan pengalaman nasabah yang berbasis digital, guna mendukung layanan pengelolaan kekayaan (wealth service) kami yang terbaik di kelasnya serta memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berubah," ujar pihak bank dalam pernyataan kepada FT.
Menurut laporan tersebut, saat ini bank sedang menjalani masa konsultasi terkait perubahan yang diusulkan, dan karyawan yang terdampak diperkirakan akan meninggalkan perusahaan pada akhir bulan ini.
Pada bulan Mei, dalam acara pertemuan investor HSBC, CEO Georges Elhedery menyatakan bahwa para karyawan perlu merangkul perubahan yang didorong oleh AI alih-alih menolaknya, seraya menambahkan bahwa "AI generatif akan melenyapkan jenis pekerjaan tertentu".
Sejak menjabat pada tahun 2024, Elhedery telah menjadikan AI sebagai elemen sentral strateginya, dengan menerapkan teknologi tersebut di berbagai fungsi dan lini bisnis guna menyederhanakan operasional serta mempersonalisasi konten bagi nasabah.
Bank-bank di seluruh dunia telah meningkatkan investasi pada AI, yang berdampak pada penataan ulang tenaga kerja dan perubahan peran pekerjaan. Hal ini memperdalam kekhawatiran di kalangan ekonom bahwa AI akan mengguncang industri-industri yang sudah mapan, di mana hilangnya lapangan kerja mulai terjadi pada sektor-sektor yang paling terdampak oleh otomatisasi. (end/Reuters)

