Kembali
PAVILIUN INDONESIA CATAT POTENSI TRANSAKSI Rp2,03 TRILIUN DI CAEXPO
Paviliun Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi hingga USD 113,88 juta atau setara Rp2,03 triliun dalam pameran The 23rd China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2026. Pameran ini terlaksana pada 17-21 September 2026 di Nanning International Convention & Exhibition Center (NICEC), Nanning, Tiongkok.
Capaian tersebut berasal dari penandatanganan empat nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 81,1 juta. Cakupannya, antara lain, pengembangan kerja sama satelit, pengembangan dukungan efisiensi bidang oli, gas, kelistrikan, tambang dengan pemanfaatan token produk berbasis platform kecerdasan buatan (AI), kerupuk udang, dan kopi beserta pengadaan mesin pengolahnya.
Kemudian, terdapat permintaan cangkang inti sawit (palm kernel shell) dan Crude Palm Oil (CPO) dengan potensi transaksi senilai USD 22,79 juta. Selanjutnya, ada permintaan produk minyak ikan, pangan berbahan ikan, bubuk cokelat, vanili, sarang burung walet, briket, dan minuman cokelat serbuk instan dengan potensi transaksi USD 9,99 juta yang sedang dalam proses negosiasi antara salah satu peserta pameran dan 10 perusahaan mitra di Tiongkok.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengapresiasi potensi transaksi tersebut. Menurutnya, capaian di CAEXPO 2026 merupakan hasil perpaduan promosi produk dengan penjajakan bisnis (business matching), forum bisnis, serta penjajakan kerja sama investasi dan industri.
"Capaian Indonesia di CAEXPO 2026 ini menunjukkan promosi produk yang dipadukan dengan sesi-sesi penjajakan dapat memberikan nilai tambah. Berbagai peluang yang telah terbuka ini perlu ditindaklanjuti untuk menjadi transaksi dan kerja sama jangka panjang," ujar Puntodewi menanggapi capaian CAEXPO 2026 secara terpisah.
Di CAEXPO 2026, Indonesia berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan seperti pertemuan bisnis, forum bisnis, dan kunjungan lapangan. Beberapa kegiatan yang diikuti tersebut, yaitu Indonesia Sustainable Free Trade Zone and Industrial Park Forum (Green China Dialogue), China-ASEAN Business Investment Summit (CABIS), Group Meeting with Guangxi Leader, serta kunjungan ke kawasan industri drone dan Pinglu Canal Exhibition.
Paviliun Indonesia pada beberapa area pameran CAEXPO 2026 berhasil menarik lebih dari 98 ribu pengunjung. Pertama, terdapat Paviliun Komoditi Indonesia di Hall D5 seluas lebih dari 2.000 m2 yang diisi 51 perusahaan. Selain itu, Indonesia ikut serta pada Paviliun City of Charm di Hall B serta Paviliun Artificial Intelligence (AI) yang diisi empat perusahaan Indonesia.
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag, Deden Muhammad Fajar Shidiq, mengatakan, partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2026 tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan produk unggulan nasional. Partisipasi juga ditujukan untuk membangun hubungan bisnis yang lebih konkret dengan mitra potensial.
"Keberhasilan partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2026 tidak berhenti di capaian selama pameran. Seluruh potensi transaksi, permintaan buyer, dan penjajakan kerja sama akan terus ditindaklanjuti bersama para pelaku usaha dan mitra terkait agar memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekspor Indonesia," pungkas Deden. (end)
Capaian tersebut berasal dari penandatanganan empat nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 81,1 juta. Cakupannya, antara lain, pengembangan kerja sama satelit, pengembangan dukungan efisiensi bidang oli, gas, kelistrikan, tambang dengan pemanfaatan token produk berbasis platform kecerdasan buatan (AI), kerupuk udang, dan kopi beserta pengadaan mesin pengolahnya.
Kemudian, terdapat permintaan cangkang inti sawit (palm kernel shell) dan Crude Palm Oil (CPO) dengan potensi transaksi senilai USD 22,79 juta. Selanjutnya, ada permintaan produk minyak ikan, pangan berbahan ikan, bubuk cokelat, vanili, sarang burung walet, briket, dan minuman cokelat serbuk instan dengan potensi transaksi USD 9,99 juta yang sedang dalam proses negosiasi antara salah satu peserta pameran dan 10 perusahaan mitra di Tiongkok.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengapresiasi potensi transaksi tersebut. Menurutnya, capaian di CAEXPO 2026 merupakan hasil perpaduan promosi produk dengan penjajakan bisnis (business matching), forum bisnis, serta penjajakan kerja sama investasi dan industri.
"Capaian Indonesia di CAEXPO 2026 ini menunjukkan promosi produk yang dipadukan dengan sesi-sesi penjajakan dapat memberikan nilai tambah. Berbagai peluang yang telah terbuka ini perlu ditindaklanjuti untuk menjadi transaksi dan kerja sama jangka panjang," ujar Puntodewi menanggapi capaian CAEXPO 2026 secara terpisah.
Di CAEXPO 2026, Indonesia berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan seperti pertemuan bisnis, forum bisnis, dan kunjungan lapangan. Beberapa kegiatan yang diikuti tersebut, yaitu Indonesia Sustainable Free Trade Zone and Industrial Park Forum (Green China Dialogue), China-ASEAN Business Investment Summit (CABIS), Group Meeting with Guangxi Leader, serta kunjungan ke kawasan industri drone dan Pinglu Canal Exhibition.
Paviliun Indonesia pada beberapa area pameran CAEXPO 2026 berhasil menarik lebih dari 98 ribu pengunjung. Pertama, terdapat Paviliun Komoditi Indonesia di Hall D5 seluas lebih dari 2.000 m2 yang diisi 51 perusahaan. Selain itu, Indonesia ikut serta pada Paviliun City of Charm di Hall B serta Paviliun Artificial Intelligence (AI) yang diisi empat perusahaan Indonesia.
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag, Deden Muhammad Fajar Shidiq, mengatakan, partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2026 tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan produk unggulan nasional. Partisipasi juga ditujukan untuk membangun hubungan bisnis yang lebih konkret dengan mitra potensial.
"Keberhasilan partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2026 tidak berhenti di capaian selama pameran. Seluruh potensi transaksi, permintaan buyer, dan penjajakan kerja sama akan terus ditindaklanjuti bersama para pelaku usaha dan mitra terkait agar memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekspor Indonesia," pungkas Deden. (end)

