Kembali
BAPPENAS DAN PLN KERJA SAMA PENGEMBANGAN PLTS
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bekerja sama dengan PT PLN (Persero) mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 GWp (gigawatt peak) yang dilengkapi battery energy storage system (BESS).
Kerja sama ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem dan rantai pasok dalam negeri sebagai fondasi kemandirian dan ketahanan energi.
"Pengembangan energi harus bisa membantu ekosistem dan rantai pasok. Kalau rantai pasok terganggu, maka tidak ada kemandirian. Kalau tidak ada kemandirian, maka tidak ada security (keamanan)," ucap Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy saat bertemu Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, sebagaimana dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Rabu.
Kepala Bappenas menekankan bahwa pengembangan energi perlu memastikan kemampuan pasokan, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan. "Kemampuan pasokan, harga (affordability), dan sustainability (keberlanjutan), itu permintaan kami pada PLN," ujarnya.
Lebih lanjut, Rachmat mengapresiasi kinerja PLN dan mengarahkan agar seluruh kontribusi dan milestone PLN dibukukan sebagai bagian dari footprint kemandirian energi nasional, serta mendorong penyusunan peta jalan pengembangan energi bersama PLN dan Kementerian PPN/Bappenas.
Sementara itu, Darmawan menyampaikan lisensi dan perizinan menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program, serta menyatakan kesiapan PLN menjalankan arahan Menteri Rachmat. (end/ant)
Kerja sama ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem dan rantai pasok dalam negeri sebagai fondasi kemandirian dan ketahanan energi.
"Pengembangan energi harus bisa membantu ekosistem dan rantai pasok. Kalau rantai pasok terganggu, maka tidak ada kemandirian. Kalau tidak ada kemandirian, maka tidak ada security (keamanan)," ucap Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy saat bertemu Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, sebagaimana dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Rabu.
Kepala Bappenas menekankan bahwa pengembangan energi perlu memastikan kemampuan pasokan, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan. "Kemampuan pasokan, harga (affordability), dan sustainability (keberlanjutan), itu permintaan kami pada PLN," ujarnya.
Lebih lanjut, Rachmat mengapresiasi kinerja PLN dan mengarahkan agar seluruh kontribusi dan milestone PLN dibukukan sebagai bagian dari footprint kemandirian energi nasional, serta mendorong penyusunan peta jalan pengembangan energi bersama PLN dan Kementerian PPN/Bappenas.
Sementara itu, Darmawan menyampaikan lisensi dan perizinan menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program, serta menyatakan kesiapan PLN menjalankan arahan Menteri Rachmat. (end/ant)

