Kembali
MENKO BAHLIL KAJI MORATORIUM INDUSTRI SETENGAH JADI
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan menyinkronkan program lintas kementerian, mengkaji moratorium industri setengah jadi, serta memastikan pengusaha daerah ikut menikmati hasil sumber daya alam.
"Kalau kita ingin konsumsi terus, itu juga baik, tapi jangka panjang saya pikir itu akan mengalami suatu persoalan stagnasi pertumbuhan kita," kata Menko Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Bahlil mengatakan bahwa nikel Indonesia kini diolah di smelter dalam negeri, tetapi sebagian besar baru menjadi produk setengah jadi.
Produk itu dikirim ke luar negeri, lalu kembali ke tanah air sebagai barang jadi dan rantai yang belum tuntas inilah yang ingin diputus.
Bahlil, yang juga menjabat Menteri ESDM, menjelaskan Kemenko akan menyelaraskan program Kementerian Investasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, dan kementerian lain agar hilirisasi berjalan lebih cepat.
Tanpa perubahan struktur ekonomi, pertumbuhan dinilai berisiko tertahan.
Sinkronisasi itu berpijak pada peta jalan hilirisasi sebanyak 28 komoditas di empat sektor, yakni mineral, batu bara, dan gas bumi, perikanan, serta pertanian, perkebunan, dan kehutanan.
Industri tidak hanya dibangun di Jawa, tetapi juga di daerah yang dekat dengan bahan baku, sehingga melahirkan kawasan pertumbuhan ekonomi baru. (end/ant)
"Kalau kita ingin konsumsi terus, itu juga baik, tapi jangka panjang saya pikir itu akan mengalami suatu persoalan stagnasi pertumbuhan kita," kata Menko Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Bahlil mengatakan bahwa nikel Indonesia kini diolah di smelter dalam negeri, tetapi sebagian besar baru menjadi produk setengah jadi.
Produk itu dikirim ke luar negeri, lalu kembali ke tanah air sebagai barang jadi dan rantai yang belum tuntas inilah yang ingin diputus.
Bahlil, yang juga menjabat Menteri ESDM, menjelaskan Kemenko akan menyelaraskan program Kementerian Investasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, dan kementerian lain agar hilirisasi berjalan lebih cepat.
Tanpa perubahan struktur ekonomi, pertumbuhan dinilai berisiko tertahan.
Sinkronisasi itu berpijak pada peta jalan hilirisasi sebanyak 28 komoditas di empat sektor, yakni mineral, batu bara, dan gas bumi, perikanan, serta pertanian, perkebunan, dan kehutanan.
Industri tidak hanya dibangun di Jawa, tetapi juga di daerah yang dekat dengan bahan baku, sehingga melahirkan kawasan pertumbuhan ekonomi baru. (end/ant)

