Kembali
SUAHASIL SEBUT APBN DIRANCANG FLEKSIBEL HADAPI GEJOLAK GEOPOLITIK
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dirancang fleksibel agar mampu merespons berbagai perubahan kondisi global, termasuk ketegangan geopolitik dan volatilitas harga komoditas.
Menurut dia, APBN berperan sebagai peredam guncangan (shock absorber) untuk menjaga perekonomian ketika menghadapi berbagai tekanan, termasuk perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
"APBN harus dijalankan dengan cukup fleksibel, karena harus bisa beradaptasi dengan yang namanya kondisi dunia yang berubah," kata Suahasil di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan APBN memang ditetapkan melalui undang-undang, namun pelaksanaannya harus tetap dapat menyesuaikan dengan perkembangan situasi.
"Lalu kondisi dunia berubah ketegangan geopolitik muncul, tiba-tiba Amerika dengan Iran main perang, tiba-tiba bencana alam, tiba-tiba volatilitas harga komoditas," kata Menkeu.
Suahasil menuturkan sejumlah instrumen APBN dapat digunakan sebagai penyangga ketika perekonomian menghadapi tekanan. Instrumen tersebut antara lain subsidi dan kompensasi energi, subsidi pupuk, program perlindungan sosial, serta pembangunan infrastruktur.
Meski demikian, fleksibilitas APBN bukan berarti pemerintah dapat menggunakan anggaran tanpa batas.
"Tapi enggak boleh fleksibel dan semau-maunya. Fleksibel, tapi dengan tata kelola yang baik," katanya. (end/ant)
Menurut dia, APBN berperan sebagai peredam guncangan (shock absorber) untuk menjaga perekonomian ketika menghadapi berbagai tekanan, termasuk perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
"APBN harus dijalankan dengan cukup fleksibel, karena harus bisa beradaptasi dengan yang namanya kondisi dunia yang berubah," kata Suahasil di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan APBN memang ditetapkan melalui undang-undang, namun pelaksanaannya harus tetap dapat menyesuaikan dengan perkembangan situasi.
"Lalu kondisi dunia berubah ketegangan geopolitik muncul, tiba-tiba Amerika dengan Iran main perang, tiba-tiba bencana alam, tiba-tiba volatilitas harga komoditas," kata Menkeu.
Suahasil menuturkan sejumlah instrumen APBN dapat digunakan sebagai penyangga ketika perekonomian menghadapi tekanan. Instrumen tersebut antara lain subsidi dan kompensasi energi, subsidi pupuk, program perlindungan sosial, serta pembangunan infrastruktur.
Meski demikian, fleksibilitas APBN bukan berarti pemerintah dapat menggunakan anggaran tanpa batas.
"Tapi enggak boleh fleksibel dan semau-maunya. Fleksibel, tapi dengan tata kelola yang baik," katanya. (end/ant)

