Kembali
IATA TEGASKAN TAK LAGI BAGIAN DARI MNC GROUP
PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) menegaskan bahwa perseroan tidak lagi dimiliki oleh Hary Tanoesoedibjo maupun menjadi bagian dari MNC Group. Perseroan kini berada di bawah kepemilikan PT Karya Pacific Investama sebagai pemegang saham utama.
Corporate Secretary PT Karya Pacific Energy Tbk, Andi Tenri Dala F, menyampaikan klarifikasi tersebut menanggapi pemberitaan yang masih menyebut IATA sebagai emiten yang terafiliasi dengan Hary Tanoesoedibjo. Dalam keterbukaan informasi perseroan, dijelaskan bahwa perubahan nama dari PT MNC Energy Investments Tbk menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk telah resmi dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 22 Juni 2026.
Perseroan menjelaskan, PT Karya Pacific Investama saat ini merupakan pemegang saham utama IATA. Dengan demikian, kepemilikan perseroan tidak lagi berada pada Hary Tanoesoedibjo maupun MNC Group.
Manajemen menilai penyebutan IATA sebagai "emiten Hary Tanoe" sudah tidak mencerminkan struktur kepemilikan perseroan saat ini. Oleh karena itu, perseroan mengimbau media untuk menyampaikan informasi mengenai identitas dan kepemilikan perusahaan secara akurat sesuai dengan kondisi terkini.
Perseroan juga menyatakan menghargai pemberitaan media dan berharap penyampaian informasi yang tepat dapat mencegah kesalahpahaman di kalangan investor maupun pemangku kepentingan lainnya. (end)
Corporate Secretary PT Karya Pacific Energy Tbk, Andi Tenri Dala F, menyampaikan klarifikasi tersebut menanggapi pemberitaan yang masih menyebut IATA sebagai emiten yang terafiliasi dengan Hary Tanoesoedibjo. Dalam keterbukaan informasi perseroan, dijelaskan bahwa perubahan nama dari PT MNC Energy Investments Tbk menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk telah resmi dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 22 Juni 2026.
Perseroan menjelaskan, PT Karya Pacific Investama saat ini merupakan pemegang saham utama IATA. Dengan demikian, kepemilikan perseroan tidak lagi berada pada Hary Tanoesoedibjo maupun MNC Group.
Manajemen menilai penyebutan IATA sebagai "emiten Hary Tanoe" sudah tidak mencerminkan struktur kepemilikan perseroan saat ini. Oleh karena itu, perseroan mengimbau media untuk menyampaikan informasi mengenai identitas dan kepemilikan perusahaan secara akurat sesuai dengan kondisi terkini.
Perseroan juga menyatakan menghargai pemberitaan media dan berharap penyampaian informasi yang tepat dapat mencegah kesalahpahaman di kalangan investor maupun pemangku kepentingan lainnya. (end)

