Kembali
PEFINDO TEGASKAN PERINGKAT idAAA UNTUK PELABUHAN INDONESIA
PEFINDO menegaskan peringkat idAAA kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo serta Obligasi I/2018 yang sebelumnya diterbitkan oleh Pelindo IV. Prospek untuk peringkat perusahaan adalah stabil.
Peringkat mencerminkan peran strategis Pelindo bagi pemerintah, posisi pasar yang superior, dan pendapatan berulang yang stabil. Namun, kekuatan tersebut sebagian diimbangi oleh struktur permodalan dan indikator perlindungan arus kas yang moderat.
Peringkat dapat diturunkan jika kami melihat ada pelemahan yang signifikan dalam dukungan pemerintah, seperti adanya divestasi kepemilikan yang material. Peringkat juga dapat berada di bawah tekanan jika Pelindo berutang secara substansial lebih besar dari yang diproyeksikan akibat dari belanja modal yang lebih tinggi atau peningkatan biaya yang signifikan dari kegiatan ekspansi pelabuhan. Kami juga dapat menurunkan peringkat jika terdapat penurunan material dalam volume pergerakan petikemas dan kargo yang mengakibatkan melemahnya profil keuangan secara berkepanjangan.
Pelindo didirikan menyusul penggabungan empat operator pelabuhan milik negara, yaitu Pelindo I-IV dengan tanggal efektif penggabungan pada 1 Oktober 2021. Setelah penggabungan, operasi pelabuhan dikembangkan dengan skema pengelolaan berdasarkan empat lini bisnis: petikemas, non-petikemas, dukungan fasilitas pelabuhan, serta marine, equipment, dan port services (MEPS). Perusahaan mayoritas dimiliki oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), lembaga pengelola kekayaan negara baru Indonesia, melalui PT Danantara Asset Management (Persero), dengan Pemerintah Indonesia mempertahankan satu saham Seri A Dwiwarna, yang menjaga hak khusus dan kontrol strategisnya atas Pelindo. (end)
Peringkat mencerminkan peran strategis Pelindo bagi pemerintah, posisi pasar yang superior, dan pendapatan berulang yang stabil. Namun, kekuatan tersebut sebagian diimbangi oleh struktur permodalan dan indikator perlindungan arus kas yang moderat.
Peringkat dapat diturunkan jika kami melihat ada pelemahan yang signifikan dalam dukungan pemerintah, seperti adanya divestasi kepemilikan yang material. Peringkat juga dapat berada di bawah tekanan jika Pelindo berutang secara substansial lebih besar dari yang diproyeksikan akibat dari belanja modal yang lebih tinggi atau peningkatan biaya yang signifikan dari kegiatan ekspansi pelabuhan. Kami juga dapat menurunkan peringkat jika terdapat penurunan material dalam volume pergerakan petikemas dan kargo yang mengakibatkan melemahnya profil keuangan secara berkepanjangan.
Pelindo didirikan menyusul penggabungan empat operator pelabuhan milik negara, yaitu Pelindo I-IV dengan tanggal efektif penggabungan pada 1 Oktober 2021. Setelah penggabungan, operasi pelabuhan dikembangkan dengan skema pengelolaan berdasarkan empat lini bisnis: petikemas, non-petikemas, dukungan fasilitas pelabuhan, serta marine, equipment, dan port services (MEPS). Perusahaan mayoritas dimiliki oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), lembaga pengelola kekayaan negara baru Indonesia, melalui PT Danantara Asset Management (Persero), dengan Pemerintah Indonesia mempertahankan satu saham Seri A Dwiwarna, yang menjaga hak khusus dan kontrol strategisnya atas Pelindo. (end)

