Kembali
BTN-REI JATIM PERKUAT SINERGI PERCEPAT PENYEDIAAN HUNIAN LAYAK
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara bersama Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Jawa Timur memperkuat sinergi dengan pengembang untuk mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) guna mendukung Program 3 Juta Rumah.
"Sektor properti memiliki dampak berganda (multiplier effect) yang sangat besar terhadap perekonomian lokal di Jawa Timur sehingga BTN hadir tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan tetapi juga sebagai mitra strategis para pengembang untuk bersama-sama menjawab tantangan kebutuhan dan backlog perumahan," kata Kepala Kantor Wilayah BTN Jatim-Bali-Nusra Bagus Hendri Setiawan di Surabaya, Jatim, Jumat.
Bagus menilai kolaborasi perbankan dan pengembang perlu terus diperkuat melalui kemudahan akses kredit pemilikan rumah (KPR), percepatan perizinan, penyesuaian regulasi, serta kesiapan proyek agar pembangunan hunian dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Menurut dia, dukungan pembiayaan perlu menjangkau sisi pasokan melalui pembiayaan konstruksi bagi pengembang maupun sisi permintaan melalui KPR yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masyarakat.
BTN juga mendorong penguatan KPR subsidi bagi MBR agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau, sekaligus mengembangkan KPR komersial untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen, termasuk generasi muda.
"Pengembang membutuhkan dukungan pembiayaan dan layanan perbankan yang responsif, sementara masyarakat membutuhkan akses KPR yang mudah, cepat dan sesuai dengan kemampuan mereka," ujarnya.
Selain pembiayaan, BTN mengembangkan digitalisasi layanan perumahan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi proses bisnis, mulai dari pengelolaan data, pengajuan pembiayaan, pemantauan KPR, hingga pelayanan kepada konsumen.
Bagus optimistis penguatan sinergi dengan REI Jawa Timur dapat mendukung pertumbuhan sektor properti pada 2026 sekaligus membangun ekosistem perumahan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. (end/ant)
"Sektor properti memiliki dampak berganda (multiplier effect) yang sangat besar terhadap perekonomian lokal di Jawa Timur sehingga BTN hadir tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan tetapi juga sebagai mitra strategis para pengembang untuk bersama-sama menjawab tantangan kebutuhan dan backlog perumahan," kata Kepala Kantor Wilayah BTN Jatim-Bali-Nusra Bagus Hendri Setiawan di Surabaya, Jatim, Jumat.
Bagus menilai kolaborasi perbankan dan pengembang perlu terus diperkuat melalui kemudahan akses kredit pemilikan rumah (KPR), percepatan perizinan, penyesuaian regulasi, serta kesiapan proyek agar pembangunan hunian dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Menurut dia, dukungan pembiayaan perlu menjangkau sisi pasokan melalui pembiayaan konstruksi bagi pengembang maupun sisi permintaan melalui KPR yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masyarakat.
BTN juga mendorong penguatan KPR subsidi bagi MBR agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau, sekaligus mengembangkan KPR komersial untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen, termasuk generasi muda.
"Pengembang membutuhkan dukungan pembiayaan dan layanan perbankan yang responsif, sementara masyarakat membutuhkan akses KPR yang mudah, cepat dan sesuai dengan kemampuan mereka," ujarnya.
Selain pembiayaan, BTN mengembangkan digitalisasi layanan perumahan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi proses bisnis, mulai dari pengelolaan data, pengajuan pembiayaan, pemantauan KPR, hingga pelayanan kepada konsumen.
Bagus optimistis penguatan sinergi dengan REI Jawa Timur dapat mendukung pertumbuhan sektor properti pada 2026 sekaligus membangun ekosistem perumahan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. (end/ant)

