Kembali
KKGI LANJUTKAN EKSPLORASI DAN PEMETAAN BLOK PERTAMBANGAN
PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) menyampaikan Laporan Aktivitas Eksplorasi Pertambangan untuk periode bulan September 2026.
Dalam laporan resminya, perseroan memaparkan realisasi kegiatan eksplorasi pendalaman yang dijalankan oleh dua anak usahanya, yaitu PT Insani Baraperkasa dan PT Loa Haur. Hingga September 2026, PT Insani Baraperkasa telah mencatatkan pengeluaran biaya eksplorasi di area Sub Blok Handil Bakti sebesar kurang lebih USD 2.915.674.
Sementara itu, anak perusahaan lainnya, yakni PT Loa Haur, mencatatkan alokasi biaya eksplorasi pendalaman sebesar kurang lebih USD 42.955 hingga periode bulan September 2026. Kegiatan eksplorasi oleh PT Loa Haur difokuskan pada area Blok Utara guna menunjang operasional perseroan.
Terkait rencana aksi mendatang, PT Insani Baraperkasa akan terus melakukan pemetaan geologi serta pembebasan lahan di Blok Loajanan untuk menetapkan sub-blok yang potensial ditambang. Selain itu, perseroan juga sedang mempelajari rencana pengeboran di Blok Separi serta memproses perizinan pinjam pakai sebagian area pada blok tersebut.
Seluruh blok yang berada di dalam lingkup Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) milik PT Insani Baraperkasa dipastikan telah mengantongi persetujuan untuk tahap produksi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Di sisi lain, PT Loa Haur menyiapkan langkah strategis untuk menjalankan rencana eksplorasi di lokasi utama. (end)
Dalam laporan resminya, perseroan memaparkan realisasi kegiatan eksplorasi pendalaman yang dijalankan oleh dua anak usahanya, yaitu PT Insani Baraperkasa dan PT Loa Haur. Hingga September 2026, PT Insani Baraperkasa telah mencatatkan pengeluaran biaya eksplorasi di area Sub Blok Handil Bakti sebesar kurang lebih USD 2.915.674.
Sementara itu, anak perusahaan lainnya, yakni PT Loa Haur, mencatatkan alokasi biaya eksplorasi pendalaman sebesar kurang lebih USD 42.955 hingga periode bulan September 2026. Kegiatan eksplorasi oleh PT Loa Haur difokuskan pada area Blok Utara guna menunjang operasional perseroan.
Terkait rencana aksi mendatang, PT Insani Baraperkasa akan terus melakukan pemetaan geologi serta pembebasan lahan di Blok Loajanan untuk menetapkan sub-blok yang potensial ditambang. Selain itu, perseroan juga sedang mempelajari rencana pengeboran di Blok Separi serta memproses perizinan pinjam pakai sebagian area pada blok tersebut.
Seluruh blok yang berada di dalam lingkup Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) milik PT Insani Baraperkasa dipastikan telah mengantongi persetujuan untuk tahap produksi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Di sisi lain, PT Loa Haur menyiapkan langkah strategis untuk menjalankan rencana eksplorasi di lokasi utama. (end)

