Kembali
PERKUAT CADANGAN MINERAL, ANTAM ALOKASIKAN BIAYA EKSPLORASI RP134,39 MILIAR
PT ANTAM (Persero) Tbk (IDX: ANTM; ASX: ATM) mencatatkan total biaya eksplorasi preliminary unaudited sebesar Rp134,39 miliar hingga periode 30 September 2026. Kegiatan eksplorasi BUMN tambang ini berfokus pada tiga komoditas mineral utama, yakni emas, nikel, dan bauksit.
Pengumuman laporan eksplorasi tersebut disampaikan oleh manajemen perusahaan di Jakarta sebagai bentuk pemenuhan kewajiban dan ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pelaporan berkala ini menjadi wujud transparansi perseroan dalam menginformasikan perkembangan aktivitas operasional serta alokasi anggaran eksplorasi kepada publik dan pemegang saham.
Melalui Unit Geomin, ANTAM melaksanakan kegiatan eksplorasi mineral secara terintegrasi yang mencakup berbagai aktivitas teknis di lapangan. Langkah tersebut meliputi survei area, eksplorasi geologi dan geofisika, survei geodesi, pengeboran, hingga pengujian analisis fisik dan kimia yang didukung oleh Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) terintegrasi.
Fokus kegiatan eksplorasi ini dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memastikan kecukupan potensi sumber daya dan cadangan mineral strategis Perusahaan di masa mendatang. Langkah penemuan dan pemetaan cadangan baru ini krusial untuk menjaga kelangsungan operasional serta daya saing bisnis tambang perseroan dalam jangka panjang.
Untuk komoditas emas, kegiatan eksplorasi ANTAM berpusat di wilayah Pongkor, Jawa Barat. Aktivitas di area ini berfokus pada pengeboran permukaan (deep drilling), pengeboran bawah tanah (in mine drilling), pemetaan geologi, pengukuran lintasan, percontoan inti bor, hingga analisis laboratorium petrografi, mineragrafi, dan fluid inclusion.
Sementara itu, eksplorasi nikel dilaksanakan di Sulawesi Tenggara (Konawe Utara dan Pomalaa) serta Maluku Utara (Marimoi, Lililef Sawai, dan IUP Buli milik anak usaha PT Sumberdaya Arindo). Kegiatan di sektor nikel mencakup pengeboran single tube, survei geofisika Electrical Resistivity Tomography (ERT), pemeliharaan fasilitas penunjang, hingga pengurusan izin Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) dan RKAB.
Adapun untuk komoditas bauksit, eksplorasi dipusatkan di wilayah Tayan dan Landak, Kalimantan Barat. Aktivitas lapangan meliputi pengeboran single tube, pemetaan geologi, pemerian profil laterit, pengujian concretion factor dan loose density washed bauxite, hingga analisis laboratorium di bawah supervisi Bronto Sutopo selaku Competent Person terakreditasi JORC Code 2012. (end)
Pengumuman laporan eksplorasi tersebut disampaikan oleh manajemen perusahaan di Jakarta sebagai bentuk pemenuhan kewajiban dan ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pelaporan berkala ini menjadi wujud transparansi perseroan dalam menginformasikan perkembangan aktivitas operasional serta alokasi anggaran eksplorasi kepada publik dan pemegang saham.
Melalui Unit Geomin, ANTAM melaksanakan kegiatan eksplorasi mineral secara terintegrasi yang mencakup berbagai aktivitas teknis di lapangan. Langkah tersebut meliputi survei area, eksplorasi geologi dan geofisika, survei geodesi, pengeboran, hingga pengujian analisis fisik dan kimia yang didukung oleh Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) terintegrasi.
Fokus kegiatan eksplorasi ini dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memastikan kecukupan potensi sumber daya dan cadangan mineral strategis Perusahaan di masa mendatang. Langkah penemuan dan pemetaan cadangan baru ini krusial untuk menjaga kelangsungan operasional serta daya saing bisnis tambang perseroan dalam jangka panjang.
Untuk komoditas emas, kegiatan eksplorasi ANTAM berpusat di wilayah Pongkor, Jawa Barat. Aktivitas di area ini berfokus pada pengeboran permukaan (deep drilling), pengeboran bawah tanah (in mine drilling), pemetaan geologi, pengukuran lintasan, percontoan inti bor, hingga analisis laboratorium petrografi, mineragrafi, dan fluid inclusion.
Sementara itu, eksplorasi nikel dilaksanakan di Sulawesi Tenggara (Konawe Utara dan Pomalaa) serta Maluku Utara (Marimoi, Lililef Sawai, dan IUP Buli milik anak usaha PT Sumberdaya Arindo). Kegiatan di sektor nikel mencakup pengeboran single tube, survei geofisika Electrical Resistivity Tomography (ERT), pemeliharaan fasilitas penunjang, hingga pengurusan izin Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) dan RKAB.
Adapun untuk komoditas bauksit, eksplorasi dipusatkan di wilayah Tayan dan Landak, Kalimantan Barat. Aktivitas lapangan meliputi pengeboran single tube, pemetaan geologi, pemerian profil laterit, pengujian concretion factor dan loose density washed bauxite, hingga analisis laboratorium di bawah supervisi Bronto Sutopo selaku Competent Person terakreditasi JORC Code 2012. (end)

