Kembali
HARGA MINYAK TURUN KARENA OPTIMISME PERBAIKAN PASOKAN
Harga minyak turun pada hari Senin di tengah optimisme mengenai perbaikan pasokan, setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Rusia dan Ukraina tidak akan saling menyerang fasilitas energi masing-masing, sementara Iran menjalin komunikasi dengan Arab Saudi menyusul serangan Houthi terhadap kerajaan tersebut.
Kontrak berjangka untuk minyak mentah Brent tolok ukur internasional dengan pengiriman bulan Desember turun 1,65% menjadi US$102,99 per barel. Kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman bulan November turun 1,92% menjadi US$90,09 per barel.
"Segera berlaku, terdapat GENCATATAN SENJATA DI SEKTOR ENERGI dalam perang antara Rusia dan Ukraina. Kedua belah pihak telah menyepakatinya. Jangan melanggarnya!" ujar Trump dalam sebuah pernyataan di media sosial.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa "Ukraina mendukung gencatan senjata tersebut, dan penting bagi Rusia untuk turut mendukungnya."
Prospek masuknya lebih banyak pasokan energi Rusia ke pasar setelah kesepakatan dengan AS juga meningkat, menyusul pernyataan Trump pada hari Jumat bahwa Rusia akan memasok lebih dari 4 juta ton solar ke pasar global berdasarkan kesepakatan yang dicapainya dengan Putin melalui sambungan telepon.
Menurut kantor berita negara Arab Saudi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bin Abdullah untuk membahas eskalasi situasi terkini di kawasan serta upaya penanganannya.
Al Jazeera melaporkan bahwa Araghchi menyatakan Iran siap memberikan bantuan untuk memfasilitasi dimulainya dialog antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman. (end/CNBC)
Kontrak berjangka untuk minyak mentah Brent tolok ukur internasional dengan pengiriman bulan Desember turun 1,65% menjadi US$102,99 per barel. Kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman bulan November turun 1,92% menjadi US$90,09 per barel.
"Segera berlaku, terdapat GENCATATAN SENJATA DI SEKTOR ENERGI dalam perang antara Rusia dan Ukraina. Kedua belah pihak telah menyepakatinya. Jangan melanggarnya!" ujar Trump dalam sebuah pernyataan di media sosial.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa "Ukraina mendukung gencatan senjata tersebut, dan penting bagi Rusia untuk turut mendukungnya."
Prospek masuknya lebih banyak pasokan energi Rusia ke pasar setelah kesepakatan dengan AS juga meningkat, menyusul pernyataan Trump pada hari Jumat bahwa Rusia akan memasok lebih dari 4 juta ton solar ke pasar global berdasarkan kesepakatan yang dicapainya dengan Putin melalui sambungan telepon.
Menurut kantor berita negara Arab Saudi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bin Abdullah untuk membahas eskalasi situasi terkini di kawasan serta upaya penanganannya.
Al Jazeera melaporkan bahwa Araghchi menyatakan Iran siap memberikan bantuan untuk memfasilitasi dimulainya dialog antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman. (end/CNBC)

