Kembali
EKSPLORASI MITI HABISKAN BIAYA Rp1,04 MILIAR DI TRIWULAN III 2026
PT Mitra Investindo Tbk. (MITI) menyampaikan laporan eksplorasi di triwulan III 2026
Sugeng Wahono Corporate Secretary MITI dalam keterangan tertulisnya (12/10) menuturkan bahwa Eksplorasi dilakukan oleh anak usahanya yaitu PT Kendawangan Berkah Kersik (KBK) dan Pengeluaran total kegiatan pada Q3 2026 yaitu berkisar Rp410 juta yang terdiri dari biaya konsultan, biaya personal ekplorasi, dan biaya operasional kantor.
IUP PT Kendawangan Berkah Kersik, secara administratif berada pada Desa Natai Kuini, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, dimana seluruh area merupakan Area Penggunaan Lain (APL). Pelaksanaan pemenuhan persyaratan dan kegiatan Periode Eksplorasi dimulai sejak terbitnya IUP Eksplorasi, dimana proses, persetujuan dan terbitnya ijin-ijin merupakan prosedure bersyarat bagi kegiatan selanjutnya
PT Danau Bantar Kuarsa (DBK) melakukan eksplorasi di IUP Eksplorasi PT DBK, secara administratif berada pada Desa Air Hitam Besar, Desa Air Tarap, dan Desa Danau Buntar, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat dengan biaya sebesar Rp335 juta dengan metode Pemetaan topografi menggunakan UAV untuk seluruh area (4.888 Ha)
Sementara itu PT Kendawangan Prima Silika (KPS) melakukan eksplorasi di IUP Desa Air Hitam Hulu dan Desa Pembedilan, Kec. Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat dan seluruh area merupakan kawasan Hutan Produksi (HP), sehingga PT. KPS wajib melaksanakan proses PPKH (Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan) pada tahap eksplorasi dengan biaya sebesar Rp296 juta dengan metode Pemetaan topografi menggunakan UAV untuk seluruh area.
Sugeng menambahkan kegiatan eksplorasi selanjutnya adalah memonitor perolehan Perijinan Persetujuan Penggunaan Pakai Kawasan hutan (PPKH). Proses perijinan PPKH pada triwulan 3 tahun 2026 Melanjutkan proses perolehan persetujuan RKAB Eksplorasi 2026. (end)
Sugeng Wahono Corporate Secretary MITI dalam keterangan tertulisnya (12/10) menuturkan bahwa Eksplorasi dilakukan oleh anak usahanya yaitu PT Kendawangan Berkah Kersik (KBK) dan Pengeluaran total kegiatan pada Q3 2026 yaitu berkisar Rp410 juta yang terdiri dari biaya konsultan, biaya personal ekplorasi, dan biaya operasional kantor.
IUP PT Kendawangan Berkah Kersik, secara administratif berada pada Desa Natai Kuini, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, dimana seluruh area merupakan Area Penggunaan Lain (APL). Pelaksanaan pemenuhan persyaratan dan kegiatan Periode Eksplorasi dimulai sejak terbitnya IUP Eksplorasi, dimana proses, persetujuan dan terbitnya ijin-ijin merupakan prosedure bersyarat bagi kegiatan selanjutnya
PT Danau Bantar Kuarsa (DBK) melakukan eksplorasi di IUP Eksplorasi PT DBK, secara administratif berada pada Desa Air Hitam Besar, Desa Air Tarap, dan Desa Danau Buntar, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat dengan biaya sebesar Rp335 juta dengan metode Pemetaan topografi menggunakan UAV untuk seluruh area (4.888 Ha)
Sementara itu PT Kendawangan Prima Silika (KPS) melakukan eksplorasi di IUP Desa Air Hitam Hulu dan Desa Pembedilan, Kec. Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat dan seluruh area merupakan kawasan Hutan Produksi (HP), sehingga PT. KPS wajib melaksanakan proses PPKH (Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan) pada tahap eksplorasi dengan biaya sebesar Rp296 juta dengan metode Pemetaan topografi menggunakan UAV untuk seluruh area.
Sugeng menambahkan kegiatan eksplorasi selanjutnya adalah memonitor perolehan Perijinan Persetujuan Penggunaan Pakai Kawasan hutan (PPKH). Proses perijinan PPKH pada triwulan 3 tahun 2026 Melanjutkan proses perolehan persetujuan RKAB Eksplorasi 2026. (end)

