Kembali
NILAI TUKAR RUPIAH MENGUAT TERHADAP DOLAR AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin, bergerak menguat 16 poin atau 0,089 persen menjadi Rp17.880 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.896 per dolar AS
Analis Bank Woori Saudara (BWS) Rully Nova mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi penurunan harga minyak dan indeks dolar AS.
"Rupiah hari ini diperkirakan menguat tipis pada kisaran Rp17.870- Rp17.900 dipengaruhi oleh global penurunan harga minyak dan indeks dolar,"ucapnya di Jakarta, Senin.
Tercatat, harga minyak mentah berjangka Brent menurun 0,91 persen menjadi 103,95 dolar AS per barel, dan indeks dolar AS sedikit terpangkas menjadi 102,2. Penurunan ini dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan dengan Rusia mengenai energi.
Mengutip Sputnik, Rusia disebut siap memasok 300 ribu ton solar ke pasar global paling cepat pada bulan Oktober, lalu meningkat 500 ribu ton pada November, dan 1 juta ton pada Desember, sehingga potensi volume pengiriman 3 juta ton per bulan.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Trump melakukan pembicaraan melalui telepon. Pemimpin Rusia tersebut menegaskan kesiapan Rusia untuk memasok minyak dan produk minyak bumi ke pasar AS dan pasar global.
Rusia juga akan segera mencabut pembatasan ekspor solar lebih awal dari jadwal. Setelah pembatasan ekspor itu dicabut, pasar Rusia akan terpenuhi sepenuhnya dengan pasokan solar. (end/ant)
Analis Bank Woori Saudara (BWS) Rully Nova mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi penurunan harga minyak dan indeks dolar AS.
"Rupiah hari ini diperkirakan menguat tipis pada kisaran Rp17.870- Rp17.900 dipengaruhi oleh global penurunan harga minyak dan indeks dolar,"ucapnya di Jakarta, Senin.
Tercatat, harga minyak mentah berjangka Brent menurun 0,91 persen menjadi 103,95 dolar AS per barel, dan indeks dolar AS sedikit terpangkas menjadi 102,2. Penurunan ini dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan dengan Rusia mengenai energi.
Mengutip Sputnik, Rusia disebut siap memasok 300 ribu ton solar ke pasar global paling cepat pada bulan Oktober, lalu meningkat 500 ribu ton pada November, dan 1 juta ton pada Desember, sehingga potensi volume pengiriman 3 juta ton per bulan.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Trump melakukan pembicaraan melalui telepon. Pemimpin Rusia tersebut menegaskan kesiapan Rusia untuk memasok minyak dan produk minyak bumi ke pasar AS dan pasar global.
Rusia juga akan segera mencabut pembatasan ekspor solar lebih awal dari jadwal. Setelah pembatasan ekspor itu dicabut, pasar Rusia akan terpenuhi sepenuhnya dengan pasokan solar. (end/ant)

