Kembali
INDEKS NASDAQ TURUN KARENA PELEMAHAN SAHAM TEKNOLOGI
Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi ditutup melemah pada hari Senin (12/10), seiring lonjakan harga minyak sebesar hampir US$2 per barel akibat serangan terhadap sebuah bandara di Arab Saudi, serta sikap investor yang menantikan dimulainya musim laporan keuangan kuartal ketiga oleh sektor perbankan dan rilis data ekonomi pekan ini.
Indeks S&P 500 berakhir sedikit lebih rendah, sementara indeks Dow mencatatkan kenaikan.
Harga minyak berjangka melonjak setelah terjadinya serangan mematikan di bandara internasional Riyadh pada akhir pekan. Serangan tersebut membayangi prospek peningkatan pasokan, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyambut baik ekspor baru solar dari Rusia serta membahas kemungkinan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina terkait target-target infrastruktur energi.
Dalam beberapa hari mendatang, para investor AS akan memusatkan perhatian pada laporan laba perusahaan, di mana bank-bank besar AS seperti Goldman Sachs, Citigroup, dan JPMorgan Chase dijadwalkan merilis laporan mereka pada awal hari Selasa. Menurut data LSEG IBES, para analis memperkirakan laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 akan melonjak sebesar 30,6 persen pada kuartal ketiga.
Selain itu, data inflasi konsumen dan produsen AS untuk bulan September serta data penjualan ritel juga dijadwalkan akan dirilis pekan ini. Meskipun pasar obligasi pemerintah AS (Treasury) tutup pada hari Senin untuk memperingati Columbus Day, investor saham tetap waspada terhadap kenaikan imbal hasil obligasi yang baru-baru ini mencapai level tertinggi dalam 24 tahun, dipicu oleh kekhawatiran inflasi akibat tingginya harga energi.
"Menjelang akhir pekan ini, akan ada sejumlah laporan ekonomi penting yang dirilis," ujar Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior di Ingalls & Snyder, New York. Ia menambahkan bahwa investor juga bersikap hati-hati karena kurangnya arah yang jelas dari pasar obligasi.
Dow Jones Industrial Average naik 195,60 poin, atau 0,38 persen, menjadi 51.850,55; S&P 500 turun 4,30 poin, atau 0,06 persen, menjadi 7.807,24; dan Nasdaq Composite turun 120,27 poin, atau 0,44 persen, menjadi 27.245,90.
Volume perdagangan tergolong rendah, dengan 12,67 miliar saham diperdagangkan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata pergerakan 20 hari sebesar 17,62 miliar saham. (end/Reuters)
Indeks S&P 500 berakhir sedikit lebih rendah, sementara indeks Dow mencatatkan kenaikan.
Harga minyak berjangka melonjak setelah terjadinya serangan mematikan di bandara internasional Riyadh pada akhir pekan. Serangan tersebut membayangi prospek peningkatan pasokan, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyambut baik ekspor baru solar dari Rusia serta membahas kemungkinan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina terkait target-target infrastruktur energi.
Dalam beberapa hari mendatang, para investor AS akan memusatkan perhatian pada laporan laba perusahaan, di mana bank-bank besar AS seperti Goldman Sachs, Citigroup, dan JPMorgan Chase dijadwalkan merilis laporan mereka pada awal hari Selasa. Menurut data LSEG IBES, para analis memperkirakan laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 akan melonjak sebesar 30,6 persen pada kuartal ketiga.
Selain itu, data inflasi konsumen dan produsen AS untuk bulan September serta data penjualan ritel juga dijadwalkan akan dirilis pekan ini. Meskipun pasar obligasi pemerintah AS (Treasury) tutup pada hari Senin untuk memperingati Columbus Day, investor saham tetap waspada terhadap kenaikan imbal hasil obligasi yang baru-baru ini mencapai level tertinggi dalam 24 tahun, dipicu oleh kekhawatiran inflasi akibat tingginya harga energi.
"Menjelang akhir pekan ini, akan ada sejumlah laporan ekonomi penting yang dirilis," ujar Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior di Ingalls & Snyder, New York. Ia menambahkan bahwa investor juga bersikap hati-hati karena kurangnya arah yang jelas dari pasar obligasi.
Dow Jones Industrial Average naik 195,60 poin, atau 0,38 persen, menjadi 51.850,55; S&P 500 turun 4,30 poin, atau 0,06 persen, menjadi 7.807,24; dan Nasdaq Composite turun 120,27 poin, atau 0,44 persen, menjadi 27.245,90.
Volume perdagangan tergolong rendah, dengan 12,67 miliar saham diperdagangkan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata pergerakan 20 hari sebesar 17,62 miliar saham. (end/Reuters)

