Kembali
PERKUAT KINERJA, FALMACO NONWOVEN BIDIK SEKTOR AKTIVITAS PERUSAHAAN INDUK
PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) menyampaikan rencananya untuk melakukan perubahan kegiatan usaha menjadi Aktivitas Perusahaan Induk dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 64210.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperbaiki kinerja keuangan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Rencana perubahan kegiatan usaha ini didasarkan pada pertimbangan untuk mengoptimalkan sumber daya dan aset perseroan, beradaptasi dengan perkembangan regulasi serta industri, serta meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.
Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) dan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020, rencana ini wajib memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Dari segi keuangan, berdasarkan proyeksi manajemen, pembentukan anak usaha distribusi yang akan dimulai pada tahun 2027 diproyeksikan mampu mendongkrak penjualan konsolidasian hingga mencapai Rp70 miliar, total aset sebesar Rp23 miliar, serta liabilitas sebesar Rp15 miliar pada tahun 2027.
Selain itu, kontribusi bagian laba bersih dari perusahaan anak diproyeksikan memberikan tambahan ekuitas sekitar Rp2,1 miliar pada tahun yang sama.
Guna meminta persetujuan resmi dari para pemegang saham, perseroan menjadwalkan penyelenggaraan RUPSLB pada Rabu, 18 November 2026. Adapun tanggal daftar pemegang saham (recording date) yang berhak hadir dalam RUPSLB ditetapkan pada 26 Oktober 2026, diikuti dengan pemanggilan RUPSLB pada 27 Oktober 2026. (end)
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperbaiki kinerja keuangan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Rencana perubahan kegiatan usaha ini didasarkan pada pertimbangan untuk mengoptimalkan sumber daya dan aset perseroan, beradaptasi dengan perkembangan regulasi serta industri, serta meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.
Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) dan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020, rencana ini wajib memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Dari segi keuangan, berdasarkan proyeksi manajemen, pembentukan anak usaha distribusi yang akan dimulai pada tahun 2027 diproyeksikan mampu mendongkrak penjualan konsolidasian hingga mencapai Rp70 miliar, total aset sebesar Rp23 miliar, serta liabilitas sebesar Rp15 miliar pada tahun 2027.
Selain itu, kontribusi bagian laba bersih dari perusahaan anak diproyeksikan memberikan tambahan ekuitas sekitar Rp2,1 miliar pada tahun yang sama.
Guna meminta persetujuan resmi dari para pemegang saham, perseroan menjadwalkan penyelenggaraan RUPSLB pada Rabu, 18 November 2026. Adapun tanggal daftar pemegang saham (recording date) yang berhak hadir dalam RUPSLB ditetapkan pada 26 Oktober 2026, diikuti dengan pemanggilan RUPSLB pada 27 Oktober 2026. (end)

