Kembali
STARBUCKS BANTAH AKAN AKUISISI CHIPOTLE
Starbucks menyatakan pada hari Senin bahwa mereka tidak akan mengakuisisi Chipotle Mexican Grill . Pernyataan ini menepis rumor mengenai kesepakatan yang berpotensi menjadi transaksi terbesar di industri restoran, namun sebelumnya diragukan oleh para investor maupun analis.
"Sesuai kebijakan perusahaan, kami tidak mengomentari rumor dan spekulasi, namun kami ingin menegaskan bahwa kami tidak akan mengakuisisi Chipotle," ujar juru bicara Starbucks. Pihak Chipotle menolak berkomentar.
Pernyataan ini muncul menyusul laporan *Financial Times* pada 8 Oktober yang menyebutkan bahwa Starbucks telah bekerja sama dengan penasihat dalam beberapa bulan terakhir terkait potensi proposal akuisisi Chipotle, berdasarkan informasi dari pihak-pihak yang mengetahui masalah tersebut.
Starbucks tidak menanggapi permintaan komentar mengenai apakah mereka sempat menghubungi penasihat untuk menjajaki kesepakatan tersebut.
Saham jaringan kedai kopi ini naik 1% pada awal perdagangan, sementara saham Chipotle yang sebelumnya sempat melonjak akibat prospek pengambilalihan yang akan mempertemukan kembali CEO Starbucks, Brian Niccol, dengan jaringan restoran *burrito* yang pernah dipimpinnya selama enam tahun justru turun sekitar 4%.
Starbucks juga menegaskan kembali bahwa manajemennya "sangat fokus" pada strategi "Back to Starbucks" serta memiliki "momentum kuat dan keyakinan" terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Perusahaan berencana memaparkan hasil kinerja kuartal keempat dan prospek tahun fiskal 2027 pada akhir bulan ini.
Saham Starbucks telah naik 7,8% tahun ini, atau sekitar separuh dari kenaikan indeks S&P 500 pada periode yang sama. Jaringan ini telah menutup puluhan gerai yang berkinerja buruk sebagai bagian dari upaya pemulihan yang dipimpin oleh Niccol, yang berupaya menarik kembali pelanggan melalui waktu tunggu yang lebih singkat dan menu yang lebih sederhana.
SPEKULASI PENGAMBILALIHAN
Laporan mengenai potensi kesepakatan tersebut pekan lalu memicu spekulasi di kalangan investor mengenai kemungkinan penggabungan dua merek restoran terbesar di Amerika Serikat. Kabar mengenai kemungkinan kesepakatan tersebut mendorong kenaikan saham Chipotle lebih dari 7% dan penurunan saham Starbucks sekitar 3%, meskipun sejumlah analis mempertanyakan dasar pemikiran strategisnya mengingat Starbucks sedang dalam tahap pemulihan di bawah kepemimpinan Niccol.
"Rumor semacam ini bisa memicu imajinasi bankir investasi mengenai berbagai bentuk penggabungan usaha, namun gagasan tersebut sulit untuk diwujudkan. Tren saat ini lebih mengarah pada divestasi dibandingkan akuisisi," ujar Brian Jacobsen, kepala strategi ekonomi di Annex Wealth Management. (end/Reuters)
"Sesuai kebijakan perusahaan, kami tidak mengomentari rumor dan spekulasi, namun kami ingin menegaskan bahwa kami tidak akan mengakuisisi Chipotle," ujar juru bicara Starbucks. Pihak Chipotle menolak berkomentar.
Pernyataan ini muncul menyusul laporan *Financial Times* pada 8 Oktober yang menyebutkan bahwa Starbucks telah bekerja sama dengan penasihat dalam beberapa bulan terakhir terkait potensi proposal akuisisi Chipotle, berdasarkan informasi dari pihak-pihak yang mengetahui masalah tersebut.
Starbucks tidak menanggapi permintaan komentar mengenai apakah mereka sempat menghubungi penasihat untuk menjajaki kesepakatan tersebut.
Saham jaringan kedai kopi ini naik 1% pada awal perdagangan, sementara saham Chipotle yang sebelumnya sempat melonjak akibat prospek pengambilalihan yang akan mempertemukan kembali CEO Starbucks, Brian Niccol, dengan jaringan restoran *burrito* yang pernah dipimpinnya selama enam tahun justru turun sekitar 4%.
Starbucks juga menegaskan kembali bahwa manajemennya "sangat fokus" pada strategi "Back to Starbucks" serta memiliki "momentum kuat dan keyakinan" terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Perusahaan berencana memaparkan hasil kinerja kuartal keempat dan prospek tahun fiskal 2027 pada akhir bulan ini.
Saham Starbucks telah naik 7,8% tahun ini, atau sekitar separuh dari kenaikan indeks S&P 500 pada periode yang sama. Jaringan ini telah menutup puluhan gerai yang berkinerja buruk sebagai bagian dari upaya pemulihan yang dipimpin oleh Niccol, yang berupaya menarik kembali pelanggan melalui waktu tunggu yang lebih singkat dan menu yang lebih sederhana.
SPEKULASI PENGAMBILALIHAN
Laporan mengenai potensi kesepakatan tersebut pekan lalu memicu spekulasi di kalangan investor mengenai kemungkinan penggabungan dua merek restoran terbesar di Amerika Serikat. Kabar mengenai kemungkinan kesepakatan tersebut mendorong kenaikan saham Chipotle lebih dari 7% dan penurunan saham Starbucks sekitar 3%, meskipun sejumlah analis mempertanyakan dasar pemikiran strategisnya mengingat Starbucks sedang dalam tahap pemulihan di bawah kepemimpinan Niccol.
"Rumor semacam ini bisa memicu imajinasi bankir investasi mengenai berbagai bentuk penggabungan usaha, namun gagasan tersebut sulit untuk diwujudkan. Tren saat ini lebih mengarah pada divestasi dibandingkan akuisisi," ujar Brian Jacobsen, kepala strategi ekonomi di Annex Wealth Management. (end/Reuters)

