Kembali
MENAKER DORONG PEMDA HUBUNGKAN LULUSAN PELATIHAN DENGAN AKSES KERJA
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mendorong pemerintah daerah (pemda) membantu menghubungkan lulusan program-program pelatihan kerja dengan informasi lowongan kerja, akses permodalan, pasar, dan pendampingan usaha sesuai kebutuhan.
Menurut Yassierli, keberhasilan pelatihan tidak berhenti pada selesainya proses belajar. Lulusan pelatihan juga perlu mendapat dukungan agar keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau mengembangkan usaha.
"Indonesia Emas 2045 tak akan terwujud hanya dari ruang-ruang rapat di Jakarta. Ia dibangun dari ruang-ruang pelatihan seperti ini, dari tangan-tangan terampil anak muda di Sukabumi dan di seluruh penjuru Nusantara," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Adapun salah satu program pelatihan kerja yang baru-baru ini diluncurkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) adalah program Tailor Made Training (TMT) Batch 2 di Sukabumi, Jawa Barat.
Program ini mencakup 100 paket pelatihan vokasi bagi 1.600 calon peserta yang disiapkan melalui empat klaster ekonomi sesuai kebutuhan pasar kerja dan potensi usaha daerah. Sebanyak 400 peserta menghadiri kegiatan pembukaan tersebut.
Menaker menilai, pelatihan vokasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja lokal agar peserta memiliki keterampilan yang relevan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha.
"Program ini dirancang khusus berbasis kebutuhan pasar kerja lokal guna mencetak tenaga kerja yang mandiri dan berdaya saing," ujar Yassierli. (end/ant)
Menurut Yassierli, keberhasilan pelatihan tidak berhenti pada selesainya proses belajar. Lulusan pelatihan juga perlu mendapat dukungan agar keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau mengembangkan usaha.
"Indonesia Emas 2045 tak akan terwujud hanya dari ruang-ruang rapat di Jakarta. Ia dibangun dari ruang-ruang pelatihan seperti ini, dari tangan-tangan terampil anak muda di Sukabumi dan di seluruh penjuru Nusantara," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Adapun salah satu program pelatihan kerja yang baru-baru ini diluncurkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) adalah program Tailor Made Training (TMT) Batch 2 di Sukabumi, Jawa Barat.
Program ini mencakup 100 paket pelatihan vokasi bagi 1.600 calon peserta yang disiapkan melalui empat klaster ekonomi sesuai kebutuhan pasar kerja dan potensi usaha daerah. Sebanyak 400 peserta menghadiri kegiatan pembukaan tersebut.
Menaker menilai, pelatihan vokasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja lokal agar peserta memiliki keterampilan yang relevan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha.
"Program ini dirancang khusus berbasis kebutuhan pasar kerja lokal guna mencetak tenaga kerja yang mandiri dan berdaya saing," ujar Yassierli. (end/ant)

