Kembali
RAJA MALAYSIA AKUISISI 2,25 PERSEN SAHAM SOUTHERN ALLIANCE MINING
Raja Malaysia telah mengakuisisi kepemilikan saham sebesar 2,25 persen di Southern Alliance Mining (SAM) perusahaan yang terdaftar di bursa Singapura melalui transaksi di luar pasar dengan harga premium yang dibayarkan kepada direktur pelaksana sekaligus pemegang saham pengendali perusahaan, Pek Kok Sam.
Kesepakatan senilai S$6,1 juta ini terjadi di tengah langkah perusahaan produsen bijih besi tersebut untuk memperluas kiprahnya di industri logam tanah jarang (rare earths) Malaysia.
Sultan Ibrahim Iskandar mengakuisisi saham tersebut dengan harga S$0,425 per lembar, yang mencerminkan harga premium sekitar 11,84 persen di atas harga penutupan hari Senin (12 Oktober), sebagaimana diungkapkan perusahaan dalam keterbukaan informasi bursa pada hari yang sama.
SAM memegang 40 persen saham di MCRE Resources, perusahaan yang mengoperasikan lokasi penambangan logam tanah jarang (rare earth) perintis di Malaysia, tepatnya di negara bagian Perak.
Transaksi tersebut tidak melibatkan perusahaan itu sendiri, dan Pek tetap menjadi pemegang saham pengendali, demikian pernyataan perusahaan.
Hal ini juga tidak akan mengakibatkan perubahan pada jajaran dewan, manajemen, maupun operasional grup.
Perusahaan tersebut juga berencana mengakuisisi Paramount Synergy, yang terlibat dalam proyek logam tanah jarang di negara bagian Johor, ungkap SAM.
Sultan Ibrahim, yang berasal dari Johor, naik takhta pada Januari 2024 dan diperkirakan akan menjabat sebagai raja selama lima tahun di bawah sistem monarki bergilir yang unik di Malaysia.
Kantor pers kerajaan Johor tidak segera menanggapi permintaan komentar. (end/Reuters)
Kesepakatan senilai S$6,1 juta ini terjadi di tengah langkah perusahaan produsen bijih besi tersebut untuk memperluas kiprahnya di industri logam tanah jarang (rare earths) Malaysia.
Sultan Ibrahim Iskandar mengakuisisi saham tersebut dengan harga S$0,425 per lembar, yang mencerminkan harga premium sekitar 11,84 persen di atas harga penutupan hari Senin (12 Oktober), sebagaimana diungkapkan perusahaan dalam keterbukaan informasi bursa pada hari yang sama.
SAM memegang 40 persen saham di MCRE Resources, perusahaan yang mengoperasikan lokasi penambangan logam tanah jarang (rare earth) perintis di Malaysia, tepatnya di negara bagian Perak.
Transaksi tersebut tidak melibatkan perusahaan itu sendiri, dan Pek tetap menjadi pemegang saham pengendali, demikian pernyataan perusahaan.
Hal ini juga tidak akan mengakibatkan perubahan pada jajaran dewan, manajemen, maupun operasional grup.
Perusahaan tersebut juga berencana mengakuisisi Paramount Synergy, yang terlibat dalam proyek logam tanah jarang di negara bagian Johor, ungkap SAM.
Sultan Ibrahim, yang berasal dari Johor, naik takhta pada Januari 2024 dan diperkirakan akan menjabat sebagai raja selama lima tahun di bawah sistem monarki bergilir yang unik di Malaysia.
Kantor pers kerajaan Johor tidak segera menanggapi permintaan komentar. (end/Reuters)

