Kembali
EMAS HABISKAN BIAYA EKSPLORASI Rp34,9 MILIAR DI TRIWULAN III 2026
PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) emiten Perusahaan induk atas grup usaha yang bergerak di bidang pertambangan emas dan mineral melanjutkan kegiatan eksplorasinya selama triwulan yang berakhir 30 September 2026 (Q3) di Pani, Gorontalo, Sulawesi.
Adi Adriansyah Sjoekri Corporate Secretary EMAS dalam keterangan tertulisnya (12/10) menuturkan bahwa EMAS memiliki program eksplorasi yang berfokus pada pengembangan sumber daya emas di Tambang Emas Pani. Selama Q3, EMAS telah menyelesaikan kegiatan eksplorasi dengan biaya yang Dikeluarkan sebesar Rp34,9 miliar (setara kira-kira US$ 1,95 juta).
Adapun Pihak yang Melakukan Eksplorasi Sebagian besar pekerjaan diselesaikan oleh PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), dengan dukungan tambahan yang diberikan melalui perjanjian kontrak antara GSM dan PETS dengan PT Merdeka Teknik Servis (MTS)
Metode yang digunakan adalah Pemetaan geologi, pengambilan sample permukaan, diamond drilling, dan core logging (termasuk analisis mineralisasi dan alterasi mengggunakan XRF, ASD, LIBS, dan ICP). Pembaruan juga dilakukan pada rencana survey topografi area pit dan model geologi (litologi, alterasi, oksidasi, dan struktur).
Area eksplorasi dipilih berdasarkan hasil eksplorasi regional maupun sebelumnya yang menunjukkan potensi mineralisasi menjanjikan yang diharapkan dapat digunakan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap model geologi dan mineralisasi baik di dalam maupun di luar area rencana pit.
Seiring dimulainya operasi pertambangan pada Q4 2025, program eksplorasi secara paralel difokuskan pada area dekat pit, yaitu Prospek Kolokoa di selatan area pit utama, Prospek Lone Pine di utara area pit utama, dan deep drilling di bawah area pit utama. Eksplorasi ini menghasilkan Total sepanjang 9.219,4 meter diamond drilling telah diselesaikan pada kuartal ini, mencakup 4.353 meter dari 13 lubang yang sudah selesai dan pemboran 3 lubang yang masih berlangsung di Kolokoa, 2.265.9 meter dari 6 lubang yang sudah selesai dan pemboran 1 lubang yang masih berlangsung di Lone Pine, dan 2.600,5 meter dari 6 lubang deep drilling yang sudah selesai.
Adi menambahkan Rencana berikutnya adalah melanjutkan pemetaan geologi rinci, pengambilan sampel parit uji, dan pemboran eksplorasi di area Prospek Kolokoa dan Lone Pine. (end)
Adi Adriansyah Sjoekri Corporate Secretary EMAS dalam keterangan tertulisnya (12/10) menuturkan bahwa EMAS memiliki program eksplorasi yang berfokus pada pengembangan sumber daya emas di Tambang Emas Pani. Selama Q3, EMAS telah menyelesaikan kegiatan eksplorasi dengan biaya yang Dikeluarkan sebesar Rp34,9 miliar (setara kira-kira US$ 1,95 juta).
Adapun Pihak yang Melakukan Eksplorasi Sebagian besar pekerjaan diselesaikan oleh PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), dengan dukungan tambahan yang diberikan melalui perjanjian kontrak antara GSM dan PETS dengan PT Merdeka Teknik Servis (MTS)
Metode yang digunakan adalah Pemetaan geologi, pengambilan sample permukaan, diamond drilling, dan core logging (termasuk analisis mineralisasi dan alterasi mengggunakan XRF, ASD, LIBS, dan ICP). Pembaruan juga dilakukan pada rencana survey topografi area pit dan model geologi (litologi, alterasi, oksidasi, dan struktur).
Area eksplorasi dipilih berdasarkan hasil eksplorasi regional maupun sebelumnya yang menunjukkan potensi mineralisasi menjanjikan yang diharapkan dapat digunakan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap model geologi dan mineralisasi baik di dalam maupun di luar area rencana pit.
Seiring dimulainya operasi pertambangan pada Q4 2025, program eksplorasi secara paralel difokuskan pada area dekat pit, yaitu Prospek Kolokoa di selatan area pit utama, Prospek Lone Pine di utara area pit utama, dan deep drilling di bawah area pit utama. Eksplorasi ini menghasilkan Total sepanjang 9.219,4 meter diamond drilling telah diselesaikan pada kuartal ini, mencakup 4.353 meter dari 13 lubang yang sudah selesai dan pemboran 3 lubang yang masih berlangsung di Kolokoa, 2.265.9 meter dari 6 lubang yang sudah selesai dan pemboran 1 lubang yang masih berlangsung di Lone Pine, dan 2.600,5 meter dari 6 lubang deep drilling yang sudah selesai.
Adi menambahkan Rencana berikutnya adalah melanjutkan pemetaan geologi rinci, pengambilan sampel parit uji, dan pemboran eksplorasi di area Prospek Kolokoa dan Lone Pine. (end)

