Kembali
INDEKS MSCI ASIA PASIFIC NAIK TIPIS RABU PAGI
Saham-saham Asia bangkit kembali setelah mengalami penurunan selama dua hari, didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve AS mungkin tidak perlu menaikkan suku bunga secara agresif pada tahun 2027. Harga minyak mentah AS melanjutkan tren penguatannya.
Indeks ekuitas Asia-Pasifik MSCI naik 0,2 persen. Sebelumnya, pada hari Selasa (13 Oktober), aksi jual saham semikonduktor sempat menyeret indeks tersebut ke level penutupan terendahnya sejak bulan Agustus.
Di antara pergerakan utama pasar, kontrak berjangka S&P 500 tidak banyak berubah pada pukul 09.03 waktu Tokyo. Kontrak berjangka Hang Seng dan indeks Topix Jepang juga tercatat minim perubahan, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,7 persen.
Sebelumnya, indeks S&P 500 memangkas penurunan awal dan berakhir dengan perubahan tipis setelah Presiden Federal Reserve New York, John Williams, menyatakan bahwa ia masih memandang perlunya satu kali lagi kenaikan suku bunga pada tahun 2026, namun tidak melihat adanya kebutuhan untuk pengetatan lebih lanjut pada tahun 2027.
Tekanan terhadap saham-saham teknologi mereda dan saham Microsoft naik hingga mencapai rekor tertinggi.
Harga obligasi pemerintah AS (Treasuries) menguat dan nilai tukar dolar AS melemah pada sesi perdagangan New York, sementara para pelaku pasar menantikan data inflasi harga konsumen AS yang akan dirilis pada hari Rabu untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga. (end/Bloomberg)
Indeks ekuitas Asia-Pasifik MSCI naik 0,2 persen. Sebelumnya, pada hari Selasa (13 Oktober), aksi jual saham semikonduktor sempat menyeret indeks tersebut ke level penutupan terendahnya sejak bulan Agustus.
Di antara pergerakan utama pasar, kontrak berjangka S&P 500 tidak banyak berubah pada pukul 09.03 waktu Tokyo. Kontrak berjangka Hang Seng dan indeks Topix Jepang juga tercatat minim perubahan, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,7 persen.
Sebelumnya, indeks S&P 500 memangkas penurunan awal dan berakhir dengan perubahan tipis setelah Presiden Federal Reserve New York, John Williams, menyatakan bahwa ia masih memandang perlunya satu kali lagi kenaikan suku bunga pada tahun 2026, namun tidak melihat adanya kebutuhan untuk pengetatan lebih lanjut pada tahun 2027.
Tekanan terhadap saham-saham teknologi mereda dan saham Microsoft naik hingga mencapai rekor tertinggi.
Harga obligasi pemerintah AS (Treasuries) menguat dan nilai tukar dolar AS melemah pada sesi perdagangan New York, sementara para pelaku pasar menantikan data inflasi harga konsumen AS yang akan dirilis pada hari Rabu untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga. (end/Bloomberg)

