Kembali
TIONGKOK BERSEDIA KERJA SAMA DENGAN UE GUNA TINGKATKAN HUBUNGAN PERDAGANGAN
Tiongkok bersedia bekerja sama dengan Uni Eropa untuk menghadirkan lebih banyak stabilitas dan energi positif dalam hubungan ekonomi dan perdagangan; hal ini disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri He Lifeng kepada diplomat Prancis Emmanuel Bonne di Beijing, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Xinhua pada hari Rabu.
Pertemuan hari Selasa dengan Bonne diplomat paling senior Presiden Emmanuel Macron terjadi setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan pekan lalu yang berpotensi memangkas ekspor mobil hibrida Tiongkok ke blok tersebut hingga lebih dari separuhnya.
He menyatakan bahwa hubungan kedua pihak menunjukkan "potensi besar untuk pertumbuhan lebih lanjut", seraya menambahkan bahwa Tiongkok siap bekerja sama dengan Prancis untuk memperkuat kerja sama di segala bidang ekonomi serta menjalankan konsensus yang telah dicapai oleh kedua kepala negara demi keuntungan bersama.
Pada hari Senin, Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan bahwa kesepakatan baru dengan Uni Eropa tersebut akan memungkinkan pertumbuhan ekspor terus berlanjut dan menjamin kuota yang setara dengan negara-negara lain, menyusul "konsultasi intensif" antara kedua belah pihak. (end/Reuters)
Pertemuan hari Selasa dengan Bonne diplomat paling senior Presiden Emmanuel Macron terjadi setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan pekan lalu yang berpotensi memangkas ekspor mobil hibrida Tiongkok ke blok tersebut hingga lebih dari separuhnya.
He menyatakan bahwa hubungan kedua pihak menunjukkan "potensi besar untuk pertumbuhan lebih lanjut", seraya menambahkan bahwa Tiongkok siap bekerja sama dengan Prancis untuk memperkuat kerja sama di segala bidang ekonomi serta menjalankan konsensus yang telah dicapai oleh kedua kepala negara demi keuntungan bersama.
Pada hari Senin, Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan bahwa kesepakatan baru dengan Uni Eropa tersebut akan memungkinkan pertumbuhan ekspor terus berlanjut dan menjamin kuota yang setara dengan negara-negara lain, menyusul "konsultasi intensif" antara kedua belah pihak. (end/Reuters)

