22 Oktober 2026KEMENKO INFRA DORONG LIMA STRATEGI PERKUAT SEKTOR TRANSPORTASI
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) mendorong lima isu strategis transportasi untuk memperkuat konektivitas, keselamatan, pemerataan layanan, serta mendukung daya saing ekonomi nasional.
Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kemenko Infra Odo R.M. Manuhutu mengatakan sektor transportasi merupakan fondasi penting bagi daya saing ekonomi dan pemerataan pembangunan nasional.
"Kami ingin mengangkat lima isu strategis yang perlu menjadi perhatian, pertama yakni integrasi konektivitas dan efisiensi logistik, diperlukan percepatan integrasi antar moda agar distribusi barang lebih lancar dan biaya logistik bisa ditekan," kata Odo dalam kegiatan Agenda Setting Isu Strategis Sektor Transportasi Tahun 2026 sebagaimana terkonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Kedua, pemerataan akses dan peningkatan layanan transportasi, terutama untuk wilayah tertinggal, terluar dan perbatasan agar seluruh masyarakat mendapat layanan yang adil dan terjangkau.
Ketiga, penguatan keselamatan dan keandalan transportasi dalam penegakan aturan termasuk penanganan kendaraan melebihi muatan atau dimensi (over dimension over loading/ODOL), agar transportasi lebih aman dan tertib.
Keempat, transformasi menuju transportasi rendah karbon sebagai bagian dari target net zero emission 2060.
"Kelima, penguatan tata kelola, regulasi, dan pembiayaan agar kebijakan transportasi lebih sinkron, implementatif dan berkelanjutan," kata Odo.
Adapun Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kementerian Perhubungan merumuskan isu prioritas untuk memperkuat sistem transportasi nasional, mencakup konektivitas, efisiensi logistik, keselamatan, keberlanjutan, serta tata kelola kebijakan berbasis bukti.
Kepala Baketrans Kemenhub Hermanta mengatakan dengan luasnya persoalan di moda darat, laut, udara, perkeretaapian dan isu lintas moda, pihaknya memastikan kajian diarahkan pada isu yang paling strategis.
"Badan Kebijakan Transportasi mengemban tugas memberikan rekomendasi kebijakan," kata Hermanta,
Dia menekankan hal itu dalam kegiatan Agenda Setting Isu Strategis Sektor Transportasi Tahun 2026 di Jakarta.
Hermanta menyampaikan agenda setting merupakan titik awal penyusunan rekomendasi kebijakan di Baketrans, untuk menjaring, memetakan dan memprioritaskan berbagai persoalan dan peluang sektor transportasi nasional. (end)
Baca Selengkapnya