hero
hero

PT Panin Sekuritas Tbk.

Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt.17, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 SCBD, RT.5/RW.3, Senayan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12190
hero

Bantuan

(021) 29773655
081119955115
care@pans.co.id

Download Aplikasi

hero
hero
| POST by Panin Sekuritas telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
LPS
IDX
KSEI
IDCLEAR
SIPF
logo
logo
ellipse 7ellipse 6

Mulai Sekarang!

Tumbuhkan asetmu bersama Panin Sekuritas dan raih target investasi Anda
hero
hero
hero
hero
hero
Keuangan Yang Sehat

Panin Sekuritas didukung oleh permodalan yang kuat, pengelolaan risiko yang prudent, serta strategi bisnis yang berkelanjutan.

Riset Data Mendalam

Panin Sekuritas didukung oleh tim riset berpengalaman yang memiliki kapabilitas dalam melakukan analisis saham secara komprehensif.

Aman Dan Terpercaya

Lebih dari 35 tahun Panin Sekuritas melayani dengan terus mengutamakan keamanan data nasabah.

Pasar Terkini

COMPOSITE
5.389,729
-49,529 ( -0.91 %)
Note: This chart data is delayed by 10 minutes.
BBCABank Central Asia Tbk.
4980
-45 (-0.9%)
BUVABukit Uluwatu Villa Tbk.
394
16 (4.2%)
BBRIBank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
2890
-20 (-0.7%)
TPIAChandra Asri Pacific Tbk.
1490
160 (12.0%)
VKTRVKTR Teknologi Mobilitas Tbk.
390
-10 (-2.5%)

Pasar & Berita

Pasar & Berita

26 Oktober 2026
KIJA PERKUAT BISNIS INFRASTRUKTUR DAN PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang melalui pengembangan bisnis infrastruktur yang menghasilkan pendapatan berulang serta pengembangan kawasan industri dan properti. Perseroan juga menjajaki kemitraan untuk mendorong potensi pertumbuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dan KEK Morotai.

Direktur Jababeka, Hyanto Wihadhi, menyampaikan strategi tersebut seusai Rapat Kerja Nasional KEK Triwulan III 2026 di Jakarta pada 21 Oktober 2026. Menurut dia, daya saing kawasan tidak lagi hanya bergantung pada penjualan lahan, tetapi juga pada ketersediaan infrastruktur, layanan usaha, serta ekosistem pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Pada semester I 2026, pendapatan dari pilar infrastruktur Jababeka meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pilar tersebut juga menyumbang sekitar 57% terhadap pendapatan konsolidasian perseroan, mencerminkan pentingnya pendapatan berulang dalam model bisnis Jababeka.

Melalui Jababeka Infrastruktur, perseroan memperkuat layanan energi dan listrik, penyediaan air bersih, pengolahan air limbah, pengelolaan kawasan, serta logistik. Selain meningkatkan kualitas layanan bagi pelaku industri di Cikarang, Jababeka mengevaluasi peluang untuk memperluas jangkauan bisnisnya.

Perseroan juga membuka kemungkinan kerja sama strategis, merger, maupun akuisisi secara selektif. Setiap peluang akan dikaji berdasarkan kelayakan bisnis, potensi arus kas, risiko, serta persetujuan dan ketentuan yang berlaku.

Di sektor kawasan industri, KEK Kendal yang dikembangkan bersama Sembcorp Development dari Singapura masih menjadi salah satu penggerak penjualan pemasaran (marketing sales) Jababeka. Pada semester I 2026, Kendal menyumbang sekitar 71% dari total marketing sales perseroan sebesar Rp1,19 triliun.

Jababeka terus mengupayakan pengembangan tahap berikutnya di Kendal dengan mempertimbangkan kebutuhan investor, kesiapan infrastruktur, dan proses perizinan. Pengembangan kawasan tersebut menjadi salah satu fokus perseroan dalam memperkuat kinerja bisnis.

Sementara itu, di KEK Tanjung Lesung, Banten, Jababeka melalui PT Banten West Java Tourism Development (BWJ) menjajaki peluang investasi di sektor pariwisata dan ekonomi maritim. Perseroan tengah mengeksplorasi kerja sama dengan pihak di Fuzhou, Tiongkok, melalui konsep Two Countries, Twin Parks yang mencakup pariwisata, pendidikan, perikanan, dan industri pendukungnya.

Pengembangan wisata bahari, termasuk kemungkinan pembangunan fasilitas marina, juga menjadi salah satu peluang yang akan dikaji lebih lanjut. Tanjung Lesung sebelumnya masuk dalam delegasi proyek Indonesia yang diperkenalkan kepada calon mitra dan investor dalam kegiatan promosi wisata bahari di Monako pada September 2026, yang difasilitasi Kementerian Pariwisata.

Adapun di KEK Morotai, Maluku Utara, Jababeka melalui PT Jababeka Morotai menjajaki kemitraan dengan pihak di Hainan, Tiongkok, melalui konsep Twin Island. Potensi kerja sama yang menjadi perhatian meliputi pendidikan dan kesehatan, pariwisata, kegiatan pertemuan dan konferensi (meetings, incentives, conferences, and exhibitions atau MICE), serta pusat logistik untuk wilayah Indonesia Timur.

Penjajakan di Tanjung Lesung dan Morotai masih memerlukan kajian kelayakan, kesepakatan para pihak, dan pemenuhan perizinan yang berlaku. Karena itu, pengembangan kedua kawasan tersebut diarahkan untuk membuka peluang pertumbuhan jangka panjang melalui kemitraan yang terukur.

Jababeka menyatakan mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing kawasan, mempercepat proses perizinan, dan mendorong penciptaan lapangan kerja. Perseroan akan menjalankan pengembangan setiap kawasan sesuai karakteristik, prioritas investasi, dan tahap kematangannya.

"Jababeka tidak hanya ingin memperbesar kontribusi Kawasan Industri Kendal, tetapi juga mendorong pengembangan KEK Tanjung Lesung dan KEK Morotai," ujar Hyanto.

Ia menegaskan, kemitraan internasional menjadi salah satu upaya untuk menghubungkan kawasan-kawasan yang dikembangkan Jababeka dengan pusat pertumbuhan ekonomi di Asia. (end)

Baca Selengkapnya

26 Oktober 2026
BITCOIN MELEMAH KE BAWAH US$80.000 SENIN INI
Bitcoin melemah ke bawah US$80.000 pada hari Senin (26 Oktober), seiring dengan sentimen penghindaran risiko (risk-off) yang lebih luas menjelang pertemuan Federal Reserve serta kekhawatiran terkait tren investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) yang turut menekan pasar mata uang kripto.

Aset digital terbesar ini sempat turun hingga 1,4 persen ke level di bawah US$79.300, sebelum akhirnya memangkas sebagian kerugian dan diperdagangkan di kisaran US$80.000 pada sesi perdagangan sore di Asia. Aset kripto lain yang lebih kecil, termasuk Ether, XRP, dan Solana, juga mengalami penurunan.

Pergerakan ini terjadi setelah para investor menarik dana sebesar US$772,4 juta dari produk *exchange-traded fund* (ETF) Bitcoin *spot* yang terdaftar di bursa AS pada hari Kamis dan Jumat sebuah perubahan drastis dibandingkan dengan arus masuk bersih (*net inflow*) yang sempat mencapai lebih dari US$1 miliar pada awal pekan yang sama.

Penurunan ini terjadi di tengah pelemahan pasar yang lebih luas berlanjut sejak pekan lalu di saat para investor mempertanyakan besarnya pengeluaran untuk kecerdasan buatan (AI) dan menantikan laporan laba dari perusahaan-perusahaan raksasa teknologi minggu ini untuk mendapatkan petunjuk mengenai prospek ke depan.

Indeks Kospi di Korea Selatan yang menjadi tolok ukur bagi sektor terkait AI turun 0,2 persen, sementara saham-saham yang berkaitan dengan cip menjadi salah satu yang mengalami penurunan terbesar dalam indeks Nikkei di Jepang.

"Sejauh ini, Bitcoin relatif tangguh terhadap kekhawatiran seputar utang terkait AI yang membebani seluruh aset berisiko," ujar Caroline Mauron, salah satu pendiri Orbit Markets. "Fokus pasar saat ini tertuju pada pertemuan The Fed, yang kemudian akan diikuti oleh pemilihan umum paruh waktu di Amerika Serikat."

Bitcoin tetap berada dalam kategori aset berisiko tinggi (*risk-off*) bagi banyak dana sistematis dan pedagang algoritmik, sehingga membuatnya rentan terhadap sentimen yang memburuk, ujar Pratik Kala, manajer portofolio di Apollo Crypto.

Kala menunjuk pada diskusi daring mengenai kecerdasan buatan (AI) termasuk komentar dari CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk, tentang potensi konsolidasi tahun depan sebagai faktor yang menambah tekanan pada pasar. Ia menambahkan, kemajuan dalam bidang AI juga memperparah potensi risiko keamanan bagi aset kripto, yang membuat sebagian investor merasa cemas. (end/Bloomberg)


Baca Selengkapnya

26 Oktober 2026
DPR PERCEPAT JADWAL PEMBAHASAN RUU PERAMPASAN ASET
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan pihaknya sepakat mempercepat jadwal agenda rapat-rapat untuk dimulai pada masa reses ini guna memastikan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset bisa tuntas pada 15 Desember 2026.

Semula, kata dia, jadwal Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) diagendakan akan digelar di masa sidang pada November mendatang namun dimajukan pada masa reses. Menurut dia, percepatan jadwal itu sudah disetujui oleh pimpinan komisi dan pimpinan kelompok fraksi.

"Komisi III sepakat untuk memajukan jadwal RDPU yang awalnya di masa sidang mendatang menjadi di masa reses ini," kata Habiburokhman di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.

Pada sejumlah RDPU yang akan digelar menurut dia, ada sekitar 20 elemen masyarakat yang akan memberi masukan untuk RUU Perampasan Aset, seperti organisasi mahasiswa, dosen, advokat, dan cendekiawan.

"Komisi III terus meminta masukan dari masyarakat," kata dia.

Selain itu, dia pun mempersilakan kepada elemen masyarakat lainnya untuk turut menyampaikan pandangannya soal RUU Perampasan Aset bila tidak bisa langsung datang ke DPR RI. Pandangan itu, kata dia, bisa dikirim melalui dokumen tertulis.

"Kalau mungkin yang jauh-jauh berhalangan hadir ke sini, bisa memberikan masukan secara tertulis yang bisa disampaikan kepada Sekretariat Komisi III DPR RI," katanya.

Diketahui, Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset terkait Tindak Pidana ditargetkan rampung paling lambat 15 Desember 2026. (end/ant)

Baca Selengkapnya

26 Oktober 2026
PENDAPATAN RISE NAIK 23,9% HINGGA SEPTEMBER 2026
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) mencatat pendapatan sebesar Rp364,48 miliar hingga September 2026, meningkat 23,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp294,15 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp144,93 miliar dari Rp164,29 miliar. Kondisi tersebut mendorong laba bruto RISE meningkat menjadi Rp219,56 miliar dari sebelumnya Rp129,86 miliar.

Laba usaha perseroan tercatat sebesar Rp133,74 miliar, naik dibandingkan Rp45,17 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban usaha meningkat menjadi Rp85,82 miliar dari Rp84,69 miliar.

RISE juga membukukan keuntungan dari penyesuaian nilai wajar properti investasi sebesar Rp35,13 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya tidak terdapat keuntungan dari pos tersebut.

Di sisi lain, perseroan mencatat kerugian dari selisih portofolio efek neto sebesar Rp37,71 miliar, meningkat dibandingkan Rp2,76 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan dividen tercatat Rp22,53 miliar, naik dari Rp12,58 miliar.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp146,91 miliar, naik dari Rp51,92 miliar. Dengan demikian, laba per saham meningkat menjadi Rp9,07 dari Rp3,21.

Dari sisi posisi keuangan, total aset RISE per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp4,32 triliun, meningkat dibandingkan Rp4,15 triliun pada 31 Desember 2025. Total liabilitas naik menjadi Rp796,35 miliar dari Rp747,49 miliar, sedangkan total ekuitas mencapai Rp3,52 triliun, naik dari Rp3,41 triliun. (end)

Baca Selengkapnya

26 Oktober 2026
DIRUT PART BORONG SAHAM, SIAPKAN RIGHT ISSUE RP200 MILIAR
Direktur Utama PT Cipta Perdana Lancar Tbk (IDX:PART), Hamim, menambah kepemilikan sahamnya di Perseroan melalui pembelian di pasar reguler Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan pada 16 Oktober 2026, Hamim membeli total 1.883.400 saham PART. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan langsung beliau meningkat menjadi 273.883.400 saham, atau 9,61% dari hak suara Perseroan. Pembelian dilakukan dengan dana pribadi dan bertujuan untuk investasi.

"Pembelian ini mencerminkan keyakinan saya terhadap fundamental dan arah bisnis PART ke depan. Saya melihat harga saham saat ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai Perseroan," ujar Hamim.

Sebagai pemegang saham pengendali, Bapak Hamim menegaskan komitmennya untuk mempertahankan pengendalian dan mendukung pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Perseroan juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk mendukung pengembangan usaha dan pengelolaan permodalan. PART berencana menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam RUPSLB tersebut, Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham atas dua rencana aksi korporasi.

Rencana pertama adalah Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Right Issue dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp200 miliar.

Dana hasil Right Issue, setelah dikurangi biaya emisi, direncanakan terutama untuk memperkuat modal kerja, termasuk pembelian bahan baku, peningkatan aktivitas produksi, serta kebutuhan operasional dan pengembangan usaha.

Right Issue ditargetkan segera terlaksana, setelah Perseroan memperoleh persetujuan pemegang saham dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Rencana kedua adalah pembelian kembali saham Perseroan (buyback) sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.

Pelaksanaan kedua aksi korporasi tersebut akan memperhatikan kondisi pasar, kesiapan dan kebutuhan Perseroan, ketersediaan dana, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (end)


Baca Selengkapnya

26 Oktober 2026
BSI INTERNATIONAL EXPO 2026 CATAT TRANSAKSI RP5,38 TRILIUN
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), dengan dukungan Danantara Indonesia, menutup BSI International Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (25/10), dengan capaian transaksi Rp5,38 triliun dan 65.800 ribu pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan. Nilai transaksi ini meningkat signifikan dibandingkan Rp2,6 triliun pada tahun sebelumnya.

Capaian tersebut merupakan akumulasi dari rangkaian pre-event melalui kegiatan "Road to BSI International Expo" yang memperkenalkan produk unggulan lokal sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap solusi keuangan syariah, mulai dari pembiayaan rumah dan otomotif hingga produk emas dan travel halal.

Mengusung semangat Buy Local, Go Global, expo tahunan BSI ini menghadirkan 426 tenant dari berbagai subsektor industri halal dan UMKM.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, tingginya antusiasme pengunjung, khususnya generasi muda, menunjukkan semakin terbukanya peluang produk lokal untuk menjadi pilihan utama masyarakat. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan bisnis UMKM agar mampu tumbuh melampaui pameran dan memperluas jangkauan pasar untuk menjadi local champion.

"Bagi BSI, penguatan UMKM bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga membuka akses terhadap pasar, teknologi, dan jejaring bisnis. Kami ingin membantu pelaku usaha naik kelas, memperkuat daya saing, dan memiliki kesiapan untuk memasuki pasar global," ujar Anggoro. Selain itu, event ini juga untuk mendukung inklusi keuangan syariah dengan cara merangkul UMKM, komunitas dan juga berbagai koloborasi dengan berbagai pihak.

Pada event ini BSI juga melakukan launching produk baru di antaranya BSI LYFE Card yang untuk memberi kesempatan nasabah membeli tiket perjalanan, tiket konser, dan kebutuhan lainnya, serta BEWIZE Gold layanan emas untuk nasabah institusi.

Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan industri halal, didukung sekitar 253 juta penduduk Muslim atau 87,14% dari total populasi. Secara global, belanja konsumen Muslim pada enam sektor ekonomi halal mencapai US$2,60 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi US$3,56 triliun pada 2029 berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report 2025/26.

Sebagai bank syariah milik negara, BSI memperkuat dukungan bagi UMKM melalui akses pembiayaan, layanan digital BYOND by BSI dan BEWIZE by BSI, serta konektivitas bisnis dengan mitra domestik dan internasional. Keberadaan jaringan BSI di Dubai juga menjadi salah satu pintu untuk menjajaki peluang perdagangan dan mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pasar global.

Melalui BSI International Expo 2026, BSI menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan mendorong produk lokal menjadi local champion yang berdaya saing global. (end)


Baca Selengkapnya

  • 1