ellipse 7ellipse 6

Mulai Sekarang!

Tumbuhkan asetmu bersama Panin Sekuritas dan raih target investasi Anda
hero
hero
hero
hero
hero
hero
hero
hero
hero
Keuangan Yang Sehat

Panin Sekuritas Menjamin Keamanan aset Anda serta fleksibel dalam fasilitas guna memaksimalkan aset.

Riset Data Mendalam

Panin Sekuritas didukung oleh tim riset yang berpengalaman sehingga mahir dalam menganalisa suatu saham.

Aman Dan Terpercaya

Lebih dari 35 tahun Panin Sekuritas melayani dengan terus mengutamakan keamanan data nasabah.

Pasar Terkini

COMPOSITE
6.121,7
-26,159 ( -0.43 %)
Note: This chart data is delayed by 10 minutes.
CUANPetrindo Jaya Kreasi Tbk.
885
-25 (-2.7%)
BUMIBumi Resources Tbk.
177
-3 (-1.7%)
BMRIBank Mandiri (Persero) Tbk.
4030
10 (0.2%)
ADROAlamtri Resources Indonesia Tbk.
2470
-120 (-4.6%)
TLKMTelkom Indonesia (Persero) Tbk.
2370
0 (0.0%)

Pasar & Berita

Pasar & Berita

29 September 2026
IHSG SESI II DITUTUP MELEMAH 26 POIN DI LEVEL 6.121
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 26.159 atau 0,425% di level 6.121.700 Pada perdagangan sesi II hari Selasa ini.

Sebanyak 380 Saham mengalami kenaikan harga sedangkan 617 saham mengalami penurunan harga 273 saham tak mengalami perubahan harga dengan nilai transaksi Rp12,5 triliun.

Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya SMAR sebesar Rp900 menjadi Rp6.875 per lembar dan UNTR sebesar Rp800 menjadi Rp25.175 lembar serta SONA sebesar Rp550 menjadi Rp3.530 Per lembar.

Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya ADES sebesar Rp700 menjadi Rp35.950 per lembar dan ITMG sebesar Rp650 menjadi Rp24.975 serta POLU sebesar Rp575 menjadi Rp15.400 per lembar

Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya CUAN sebanyak 48.481 kali senilai Rp598 miliar kemudian BUMI sebanyak 38.968 kali senilai Rp427 miliar dan BMRI sebanyak 32.874 kali senilai Rp764 miliar. (end)

Baca Selengkapnya

29 September 2026
PENGUSAHA SEBUT ATURAN BARU ESDM PERKUAT PERUSAHAAN JASA LOKAL
Pengusaha asal Morowali, Sulawesi Tengah Syahnil Umar menyebut aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mampu memperkuat prioritas penggunaan perusahaan jasa pertambangan lokal di daerah.

"Morowali hari ini bukan lagi sekadar daerah yang memiliki sumber daya alam. Di sini sudah tumbuh tenaga kerja, pengusaha, kontraktor dan perusahaan lokal yang memahami karakter industri pertambangan. Ruang bagi perusahaan lokal untuk naik kelas harus semakin terbuka," katanya dihubungi dari Palu, Selasa.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan Keputusan Menteri Nomor 365.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Persetujuan Penggunaan Anak Perusahaan dan/atau Afiliasi Dalam Bidang Usaha Jasa Pertambangan Mineral dan Batubara.

Diktum Kesatu aturan tersebut berbunyi, pemegang Izin Usaha Pertambangan atau Izin Usaha Pertambangan Khusus yang menggunakan jasa pertambangan dalam kegiatan usahanya harus menggunakan perusahaan pemegang Izin Usaha Jasa Pertambangan dengan ketentuan mengutamakan perusahaan jasa pertambangan pada wilayah kabupaten/kota sekitar Wilayah Izin Usaha Pertambangan atau Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus.

Syahnil yang juga Direktur Utama PT. Vendoura Inti Perkasa menegaskan kebijakan pemerintah itu, memperkuat prioritas penggunaan perusahaan jasa pertambangan lokal dalam kegiatan pertambangan mineral dan batubara.

Bagi daerah industri pertambangan seperti Morowali, kebijakan tersebut lanjut dia, harus menjadi momentum untuk memperluas keterlibatan perusahaan lokal yang memiliki kemampuan nyata dalam rantai usaha pertambangan.

PT. Vendoura Inti Perkasa merupakan perusahaan lokal Morowali yang bergerak di sektor pertambangan dan, berdasarkan keterangan perusahaan, memiliki kapasitas produksi nikel mencapai 300.000 metrik ton (MT) per bulan.

Perkembangan industri pertambangan dan pengolahan mineral di Morowali telah menciptakan ekosistem industri yang sangat besar. Pertumbuhan tersebut perlu berjalan beriringan dengan meningkatnya kapasitas perusahaan yang lahir dan berkembang dari daerah.

Dia menegaskan keberpihakan terhadap perusahaan lokal tidak seharusnya dimaknai sebagai pemberian pekerjaan tanpa ukuran kompetensi. Perusahaan daerah justru harus mampu memenuhi standar industri dalam aspek produktivitas, keselamatan kerja, kepatuhan, kesiapan alat, kemampuan finansial serta kualitas sumber daya manusia.

"Kami tidak ingin mendapatkan pekerjaan hanya karena berstatus perusahaan lokal. Yang kami inginkan adalah kesempatan yang adil untuk membuktikan kapasitas. Kalau persyaratannya profesional, maka perusahaan lokal juga harus menjawabnya secara profesional," katanya menegaskan.

Ia menilai pendekatan tersebut penting agar pemberdayaan pengusaha lokal tidak berhenti pada persoalan administratif maupun domisili perusahaan.

Perusahaan lokal, katanya, harus memiliki aktivitas usaha yang nyata, tenaga kerja, organisasi, kemampuan operasional serta memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

Menurut Syahnil, tantangan berikutnya adalah menciptakan ekosistem yang memungkinkan semakin banyak perusahaan lokal berkembang dan mampu memenuhi standar industri pertambangan nasional.

"Targetnya bukan membuat perusahaan lokal terus bergantung pada status lokal. Justru perusahaan lokal harus naik kelas. Hari ini bekerja di Morowali, ke depan harus mampu bersaing mengerjakan proyek pertambangan di berbagai daerah di Indonesia," harapnya.

Karena itu, ia berharap perusahaan pemegang izin pertambangan serta perusahaan industri besar dapat memperluas program pengembangan vendor, mulai dari pembinaan keselamatan kerja, sertifikasi, manajemen perusahaan, peningkatan kemampuan peralatan hingga keterbukaan informasi mengenai kebutuhan jasa pertambangan.

Syahnil juga menyoroti pentingnya sistem pengadaan yang transparan dan memberikan kesempatan yang proporsional kepada pelaku usaha daerah.

Menurutnya, perusahaan lokal akan sulit berkembang apabila informasi mengenai paket pekerjaan, kebutuhan jasa, standar teknis serta mekanisme pengadaan sulit diakses.

"Kalau ingin membangun perusahaan lokal yang kuat, berikan lapangan pertandingan yang jelas. Sampaikan persyaratannya, standarnya dan ukuran kinerjanya. Setelah itu biarkan perusahaan berlomba menunjukkan kemampuan," katanya. (end/ant)

Baca Selengkapnya

29 September 2026
MULTITREND INDO SUDAH GUNAKAN SEMUA DANA RIGHTS ISSUE
PT Multitrend Indo Tbk.(BABY) emiten Perdagangan Eceran Pakaian dan Mainan Anak menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil rights issue per tanggal 30 Juni 2026.

Niraj Jain Direktur Utama BABY dalam keterangan Selasa (29/9) menyampaikan bahwa Perseroan memperoleh hasil Pelaksanaan HMETD tanggal 16 April 2026 sebesar Rp140,77 miliar dengan biaya sebesar Rp2,3 miliar. Dengan demikian maka BABY mendapatkan hasil bersih right issue sebesar Rp138,4 miliar.

BABY merealisasikan dana rights issue IPO untuk Pengambilalihan saham PT Emway Globalindo sebesar Rp130 miliar dan Modal Kerja adidas Kids dan Puma Kids sebesar Rp8,46 miliar dan dengan demikian BABY sudah gunakan semua dana rights issue. (end)

Baca Selengkapnya

29 September 2026
RUPIAH MELEMAH DIPENGARUHI POTENSI PENGETATAN KEBIJAKAN MONETER FED
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa bergerak melemah 26 poin atau 0,072 persen menjadi Rp17.967 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.980 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi potensi pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

"Karena tingginya harga minyak, para pelaku pasar memperhitungkan adanya pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh The Fed, menyusul kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuannya tanggal 15-16 September lalu, yang merupakan kenaikan suku bunga dalam tiga tahun terakhir," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan data CME FedWatch, pasar kini melihat adanya peluang sebesar 70 persen untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan di bulan Oktober, menyusul serangkaian pernyataan bernada hawkish dari para pejabat The Fed pekan lalu.

Selain itu, pasar juga tengah menanti agenda ekonomi AS akan jauh lebih padat pada pekan ini. Data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dijadwalkan rilis pada Rabu (30/9), diikuti oleh data ISM Manufacturing PMI pada Kamis (1/10) dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat (2/10).

Komentar dari para pejabat The Fed juga akan dipantau untuk mendapatkan petunjuk mengenai langkah kebijakan bank sentral selanjutnya.

Sentimen juga berasal dari potensi pembicaraan lebih lanjut antara AS dengan Iran sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri perang. Pembicaraan lebih lanjut diperkirakan akan berfokus pada versi revisi dari proposal tujuh hari yang diajukan Iran pekan lalu di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (end/ant)

Baca Selengkapnya

29 September 2026
IMBAL HASIL OBLIGASI PEMERINTAH AS SEDIKIT MELANDAI SELASA
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) sedikit melandai pada Selasa setelah sempat mencapai level tertinggi baru pada sesi sebelumnya di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai tekanan inflasi.

Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun yang menjadi acuan utama bagi suku bunga kredit perumahan (KPR), kredit kendaraan bermotor, dan utang kartu kredit bergerak datar di angka 5,238%.

Imbal hasil obligasi Treasury tenor 30 tahun, yang biasanya bereaksi terhadap perkembangan geopolitik, turun 1 basis poin menjadi 5,551%.

Imbal hasil Treasury tenor 2 tahun, yang cenderung bergerak sejalan dengan keputusan suku bunga jangka pendek Federal Reserve, naik 1 basis poin menjadi 4,9389%.

Pada hari Senin, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun maupun tenor 3 tahun sama-sama melonjak sebesar 5 basis poin, sementara imbal hasil tenor 2 tahun naik sebesar 6 basis poin.

Lonjakan biaya pinjaman baru-baru ini yang mendorong imbal hasil ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir terjadi di tengah berlangsungnya pembicaraan terpisah antara AS dan Iran dengan pihak mediator yang bertujuan menyelesaikan konflik berkepanjangan di Timur Tengah, menurut laporan Al Jazeera.

Perang yang telah berlangsung selama tujuh bulan ini terus membebani harga energi dan memicu ekspektasi investor akan kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve guna mengatasi lonjakan harga yang tak terkendali, situasi yang diperparah oleh peningkatan utang pemerintah.

Berdasarkan perangkat CME FedWatch, para pelaku pasar kini memperhitungkan adanya peluang lebih dari 72% bagi kenaikan suku bunga The Fed berikutnya dalam pertemuan bulan Oktober. Hal ini menyusul keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral tersebut awal bulan ini, yang menyetujui kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dengan suara bulat 12-0.

Sementara itu, serangkaian rilis data ekonomi pekan ini termasuk laporan JOLTS bulan Agustus, indeks PCE inti, data PDB kuartalan, serta data bulanan *nonfarm payrolls* dan tingkat pengangguran akan memberikan wawasan baru bagi pasar mengenai kondisi ekonomi domestik. (end/CNBC)

Baca Selengkapnya

29 September 2026
PERKUAT INOVASI TRANSISI ENERGI, PGN RAIH PLATINUM AWARD INTECHSEA
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), selaku Subholding Gas Pertamina, meraih Platinum Award pada ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2026 kategori Environment bidang Transformasi Energi.

Direktur Utama PGN Arief K Risdianto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya PGN dalam mengembangkan inovasi dan solusi berbasis teknologi yang mendukung transisi energi sekaligus memberikan dampak terukur terhadap lingkungan dan keberlanjutan bisnis.

Penghargaan diserahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam InTechSEA Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin di Jakarta, Senin (14/9).

Menurut Arief, salah satu wujud komitmen PGN dalam mendukung transisi energi adalah pelaksanaan 37 inisiatif dekarbonisasi di berbagai entitas perusahaan.

Berbagai inisiatif tersebut berkontribusi pada penurunan emisi dengan estimasi 22 ribu ton CO2 ekuivalen (CO2e) per Juni 2026.

Ia mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi dan keberlanjutan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keandalan operasional dan menciptakan nilai bagi perusahaan maupun pelanggan.

"Bagi PGN, inovasi tidak berhenti pada pengembangan teknologi, tetapi harus dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata. Upaya dekarbonisasi yang kami jalankan menunjukkan bahwa aspek lingkungan dapat berjalan seiring dengan efisiensi operasional dan penciptaan nilai bisnis. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi PGN untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri, masyarakat, dan perkembangan transisi energi," ujar Arief.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang midstream dan downstream gas bumi, PGN terus memperkuat peran gas bumi dalam mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan infrastruktur, peningkatan konektivitas, digitalisasi operasional, serta pengembangan solusi energi yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan pelanggan.

PGN saat ini melayani kebutuhan gas bumi untuk berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, komersial, industri, pembangkit listrik hingga transportasi darat.

Penyaluran dilakukan melalui jaringan pipa gas bumi serta pemanfaatan teknologi compressed natural gas (CNG) dan liquefied natural gas (LNG) untuk memperluas jangkauan layanan ke wilayah yang belum terhubung dengan jaringan pipa.

Dalam memperkuat konektivitas infrastruktur gas bumi, PGN juga mengoptimalkan pemanfaatan pipa transmisi Cirebon-Semarang (Cisem), FSRU, LNG hub, serta pengembangan infrastruktur LNG lainnya.

Penguatan konektivitas tersebut diarahkan untuk meningkatkan fleksibilitas dan keandalan pasokan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas bumi yang telah tersedia.

Sejalan dengan itu, PGN mulai mempersiapkan infrastruktur agar semakin adaptif terhadap perkembangan sumber energi masa depan.

Salah satunya melalui pengembangan injection point yang dapat mendukung penyaluran gas dari sumber energi alternatif seperti coal bed methane (CBM) dan biomethane di Sumatera Selatan.

"Transformasi energi membutuhkan infrastruktur yang semakin terintegrasi dan adaptif. Karena itu, PGN tidak hanya memperkuat infrastruktur yang ada, tetapi juga mempersiapkannya agar dapat mengakomodasi sumber energi yang semakin beragam. Langkah ini penting untuk memperkuat fleksibilitas pasokan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional dalam jangka panjang," jelas Arief. (end/ant)

Baca Selengkapnya

  • 1