hero
hero

PT Panin Sekuritas Tbk.

Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt.17, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 SCBD, RT.5/RW.3, Senayan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12190
hero

Bantuan

(021) 29773655
081119955115
care@pans.co.id

Download Aplikasi

hero
hero
| POST by Panin Sekuritas telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
LPS
IDX
KSEI
IDCLEAR
SIPF
logo
logo
ellipse 7ellipse 6

Mulai Sekarang!

Tumbuhkan asetmu bersama Panin Sekuritas dan raih target investasi Anda
hero
hero
hero
hero
hero
hero
hero
Keuangan Yang Sehat

Panin Sekuritas didukung oleh permodalan yang kuat, pengelolaan risiko yang prudent, serta strategi bisnis yang berkelanjutan.

Riset Data Mendalam

Panin Sekuritas didukung oleh tim riset berpengalaman yang memiliki kapabilitas dalam melakukan analisis saham secara komprehensif.

Aman Dan Terpercaya

Lebih dari 35 tahun Panin Sekuritas melayani dengan terus mengutamakan keamanan data nasabah.

Pasar Terkini

COMPOSITE
5.863,78
-79,244 ( -1.33 %)
Note: This chart data is delayed by 10 minutes.

Pasar & Berita

Pasar & Berita

16 Oktober 2026
ADCP CATAT PENDAPATAN USAHA Rp120,75 MILIAR HINGGA SEPTEMBER 2026
PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) mencatat pendapatan usaha Rp120,75 miliar hingga 30 September 2026 turun dari pendapatan usaha Rp165,54 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Menurut laporan keuangan perseroan kepada bursa Jumat, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp83,17 miliar dari Rp124,51 miliar dan laba kotor turun menjadi Rp37,57 miliar dari laba kotor Rp41,03 miliar.

Perseroan mencatat laba usaha sebesar Rp10,38 miliar naik dari Rp7,60 miliar. Namun tingginya beban keuangan menjadi Rp76,95 miliar yang naik dari Rp9,67 miliar membuat rugi sebelum pajak melonjak menjadi Rp67,13 miliar dari rugi sebelum pajak Rp4,04 miliar tahun sebelumnya.

Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat Rp68,33 miliar meningkat dari rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp4,85 miliar tahun sebelumnya. Rugi per saham tercatat Rp3,07 naik dari Rp0,22.

Jumlah liabilitas mencapai Rp4,76 triliun hingga 30 September 2026 naik dari Rp4,63 triliun hingga 31 Desember 2025. Jumlah aset mencapai Rp5,11 triliun hingga 30 September 2026 naik tipis dari Rp5,05 triliun hingga 31 Desember 2025. (end)

Baca Selengkapnya

16 Oktober 2026
BEI BUKA KEMBALI PERDAGANGAN SAHAM TRUK
Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) .

Endra Febri Styawan Pjs Kepala Divisi Pengawasan TransaksI BEI dalam keterangan tertulisnya (15/10) menuturkan bahwa suspensi saham tersebut dibuka kembali mulai sesi pra pembukaan tanggal 16 Oktober 2026 di pasar reguler dan tunai.

Sebagai informasi, BEI mensuspensi saham TRUK pada perdagangan saham tanggal 28 September 2026 karena adanya peningkatan harga saham yang signifikan dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor.(end)

Baca Selengkapnya

16 Oktober 2026
MENDAG BAHAS PELUANG EKSPOR PRODUK MANUFAKTUR DENGAN DELEGASI INDIA
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bertemu dengan delegasi bisnis dari India guna membahas peluang ekspor produk manufaktur Indonesia ke India.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada penyelenggaraan Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10), Budi mengatakan ekspor berbagai produk manufaktur memiliki potensi yang cukup besar. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah.

"Perlu ada penguatan sinergi dunia usaha dengan pemerintah agar produk-produk Indonesia makin gencar masuk ke India, salah satunya melalui pemenuhan sertifikasi yang dipersyaratkan oleh otoritas India," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Budi menyampaikan salah satu upaya untuk meningkatkan hubungan perdagangan antara Indonesia dan India adalah dengan mengukuhkan komitmen perdagangan.

Oleh karena itu, ia melihat perlunya terus mengeksplorasi perundingan dagang bilateral yang bermanfaat untuk mengatasi hambatan perdagangan.

"Peningkatan komitmen perdagangan antara kedua negara dapat mendukung akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia," kata Budi.

Selain membahas perdagangan, pertemuan tersebut juga menjajaki peluang investasi India di Indonesia. Dalam hal ini, beberapa sektor yang dibahas meliputi otomotif, furnitur, serta mineral strategis seperti logam tanah jarang.

Total perdagangan Indonesia dengan India pada Januari-Agustus 2026 mencapai 16,62 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia ke India 12,81 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari India 3,81 miliar dolar AS. Indonesia mencatatkan surplus sebesar 8,99 miliar dolar AS terhadap India. (end)

Baca Selengkapnya

16 Oktober 2026
EKSPOR NODX SINGAPURA NAIK 68,4% PADA BULAN SEPTEMBER
Ekspor domestik nonmigas (NODX) negara tersebut melonjak 68,4 persen secara tahunan (year-on-year) pada bulan September lebih dari dua kali lipat perkiraan konsensus para ekonom sektor swasta dalam jajak pendapat Bloomberg, yang memprediksi angka 32,2 persen.

Didorong oleh ekspor nonmigas di luar sektor elektronik, capaian terbaru ini juga melanjutkan pertumbuhan sebesar 46,1 persen (angka revisi) yang tercatat pada bulan Agustus, menurut data dari Enterprise Singapore (EnterpriseSG) pada hari Jumat (16 Oktob

Ekspor produk elektronik melonjak 107,6 persen secara tahunan pada bulan September, didorong oleh permintaan yang kuat terkait kecerdasan buatan. Angka ini turun dibandingkan dengan 131,6 persen pada bulan sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh produk media cakram (312,4 persen), sirkuit terpadu (74,7 persen), dan PC (149,5 persen).

Sementara itu, pengiriman produk non-elektronik meningkat 54,2 persen secara tahunan pada bulan September, jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan 11,9 persen pada bulan Agustus.

Konstruksi kapal dan perahu memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan ini, meskipun EnterpriseSG tidak mencantumkan tingkat pertumbuhan tahunan tersebut, "karena persentase pertumbuhan yang sangat tinggi itu mencerminkan efek basis rendah pada periode yang sama tahun lalu".

Faktor pendorong utama lainnya di balik peningkatan NODX sektor non-elektronik adalah emas non-moneter (124,3 persen) dan mesin-mesin khusus (50,4 persen).

Pada bulan September, ekspor utama ke sembilan dari 10 pasar terbesar Singapura mengalami kenaikan.

India menjadi pengecualian dalam tren ini. NODX ke India turun 5,6 persen pada bulan September, berbalik dari pertumbuhan sebesar 23,6 persen yang tercatat pada bulan Agustus.

Secara keseluruhan, total perdagangan barang meningkat sebesar 50,8 persen secara tahunan pada bulan September, setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan sebesar 44,4 persen pada bulan Agustus. Baik ekspor (51,5 persen) maupun impor (49,9 persen) mengalami pertumbuhan.(end/bussinesstimes.com)

Baca Selengkapnya

16 Oktober 2026
MSCI USULKAN PENURUNAN STATUS INDONESIA JADI STANDALONE MARKET
Indonesia menghadapi kemungkinan kehilangan status pasar berkembang (*emerging market*) dalam tolok ukur ekuitas global MSCI. Kemunduran yang jarang terjadi ini dapat semakin mengikis kepercayaan investor di tengah kekhawatiran mengenai transparansi dan aksesibilitas pasar di negara tersebut.

Pada dini hari tanggal 16 Oktober, MSCI memulai proses konsultasi terkait potensi reklasifikasi Indonesia dari pasar berkembang menjadi pasar mandiri (*standalone market*).

Perubahan status menjadi pasar mandiri akan mengeluarkan ekuitas Indonesia dari indeks pasar berkembang maupun pasar perbatasan (*frontier market*) MSCI. Hal ini berpotensi mendorong dana investasi yang mengacu pada tolok ukur tersebut untuk meninjau kembali atau melepas eksposur mereka di Indonesia.

Penyedia indeks tersebut menyebutkan adanya kekhawatiran yang terus berlanjut terkait transparansi kepemilikan saham, dugaan perdagangan terkoordinasi, serta kurangnya bukti bahwa reformasi regulasi telah memberikan perbaikan yang berarti bagi pasar ekuitas negara tersebut.

Penyedia indeks global itu menyatakan bahwa para pelaku pasar belum melihat kemajuan yang memadai dalam mengatasi kekhawatiran seputar kelayakan investasi di pasar tersebut, meskipun otoritas Indonesia telah mengumumkan berbagai reformasi.

MSCI menyatakan akan tetap melanjutkan proses reklasifikasi tersebut, kecuali jika masukan yang diperoleh dari konsultasi memberikan bukti yang jelas mengenai perbaikan nyata dalam tata kelola dan fungsi pasar.

Usulan ini muncul di tengah aksi jual berkelanjutan oleh investor asing di Indonesia serta kekhawatiran mengenai transparansi pasar saham, termasuk ketersediaan informasi yang dapat diandalkan terkait kepemilikan saham dan jumlah saham yang beredar di publik (*free float*).

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah mengambil langkah konkret bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan transparansi, integritas, dan kualitas pasar.

Dalam sebuah pernyataan pada 16 Oktober, Direktur BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa reformasi tersebut telah mendapatkan tanggapan positif dari investor global maupun penyedia indeks internasional, yang mencerminkan upaya berkelanjutan untuk memperkuat kredibilitas dan daya saing pasar modal Indonesia.

"Bursa menghormati independensi MSCI dalam menilai pasar berdasarkan metodologinya sendiri, namun akan meminta klarifikasi lebih lanjut kepada penyedia indeks tersebut mengenai pertimbangan di balik pengumumannya" ujar Hendrik.

Keputusan akhir akan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027, dengan masukan diterima hingga 30 April 2027. MSCI juga dapat memberikan pembaruan sementara mengenai tanggapan para pelaku pasar selama periode konsultasi berlangsung.

Langkah ini menyusul peringatan pada bulan Juni lalu, di mana MSCI menyatakan akan mempertimbangkan konsultasi reklasifikasi jika Indonesia gagal menunjukkan kemajuan yang memadai hingga tinjauan indeks pada November 2026.

Sebagai bagian dari tinjauan klasifikasi pasar bulan Juni, MSCI menyebutkan bahwa para investor telah menyampaikan kekhawatiran yang signifikan terkait kurangnya transparansi dalam struktur kepemilikan saham serta adanya dugaan praktik perdagangan terkoordinasi.

Sejak saat itu, otoritas Indonesia telah mengumumkan berbagai langkah, termasuk peningkatan pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen, data klasifikasi investor yang lebih rinci, pelaporan mengenai konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi, serta peta jalan menuju persyaratan *free-float* (saham yang beredar di publik) minimal sebesar 15 persen.

Namun, para investor institusional menekankan bahwa reformasi tersebut harus diimplementasikan secara konsisten dan memberikan dampak nyata yang berkelanjutan terhadap kondisi pasar.

MSCI menyatakan bahwa kekhawatiran signifikan masih ada terkait disfungsi pasar, termasuk dugaan perdagangan terkoordinasi dan kurangnya bukti penegakan aturan yang berarti.

Menurut MSCI, para pelaku pasar juga mengindikasikan bahwa penurunan status Indonesia menjadi pasar perbatasan (*frontier market*) tidak akan mencerminkan tingkat keparahan masalah yang telah diidentifikasi secara memadai.

Usulan reklasifikasi ini akan menjadi kemunduran besar bagi upaya Indonesia dalam menarik investasi asing ke pasar ekuitasnya, yang selama ini mendapat sorotan terkait transparansi dan praktik perdagangan.

MSCI akan tetap mempertahankan pembekuan (*freeze*) terhadap perubahan tertentu yang terkait dengan indeks untuk efek-efek Indonesia sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Pembatasan ini mencakup perubahan yang timbul dari tinjauan indeks maupun peristiwa korporasi.

Selama masa pembekuan ini, MSCI tidak akan meningkatkan faktor inklusi asing (*foreign inclusion factors*) atau jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks, tidak akan menambahkan efek ke dalam *MSCI Indonesia Investable Market Index*, serta tidak akan memindahkan efek ke segmen dengan kapitalisasi pasar yang lebih tinggi.

Penyedia indeks tersebut akan terus mengeluarkan efek-efek yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia berdasarkan kerangka kerja konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi, serta menggunakan data pengungkapan pemegang saham untuk kepemilikan di atas 1 persen guna menyesuaikan estimasi *free-float*. (end/bussinesstimes.com)

Baca Selengkapnya

16 Oktober 2026
BEI HENTIKAN SEMENTARA PERDAGANGAN 3 SAHAM INI
Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk. (AKKU), Saham PT Alkindo Naratama Tbk. (ALDO) dan Saham PT Tifico Fiber Indonesia Tbk. (TFCO)

Endra Febri Styawan Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangan tertulisnya (13/10) menuturkan bahwa suspensi dilakukan Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor.

Penghentian sementara perdagangan saham tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai pada tanggal 16 Oktober 2026 dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya

Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan. (end)

Baca Selengkapnya

  • 1