hero
hero

PT Panin Sekuritas Tbk.

Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt.17, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 SCBD, RT.5/RW.3, Senayan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12190
hero

Bantuan

(021) 29773655
081119955115
care@pans.co.id

Download Aplikasi

hero
hero
| POST by Panin Sekuritas telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
LPS
IDX
KSEI
IDCLEAR
SIPF
logo
logo
ellipse 7ellipse 6

Mulai Sekarang!

Tumbuhkan asetmu bersama Panin Sekuritas dan raih target investasi Anda
hero
hero
hero
hero
hero
hero
hero
Keuangan Yang Sehat

Panin Sekuritas didukung oleh permodalan yang kuat, pengelolaan risiko yang prudent, serta strategi bisnis yang berkelanjutan.

Riset Data Mendalam

Panin Sekuritas didukung oleh tim riset berpengalaman yang memiliki kapabilitas dalam melakukan analisis saham secara komprehensif.

Aman Dan Terpercaya

Lebih dari 35 tahun Panin Sekuritas melayani dengan terus mengutamakan keamanan data nasabah.

Pasar Terkini

COMPOSITE
5.185,105
-678,675 ( -11.57 %)
Note: This chart data is delayed by 10 minutes.
BBRIBank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
2640
-460 (-14.8%)
BBCABank Central Asia Tbk.
5175
-900 (-14.8%)
BMRIBank Mandiri (Persero) Tbk.
3390
-590 (-14.8%)
TLKMTelkom Indonesia (Persero) Tbk.
1900
-330 (-14.8%)
GOTOGoTo Gojek Tokopedia Tbk.
25
-2 (-7.4%)

Pasar & Berita

Pasar & Berita

16 Oktober 2026
KEMENDAG: DEFA BUKA PELUANG UMKM NAIK KELAS MELALUI DIGITALISASI
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (DEFA) membuka peluang bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk naik kelas melalui pemanfaatan teknologi digital.

Direktur Perundingan ASEAN Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kemendag Nugraheni Prasetya Hastuti mengatakan, hal ini didorong oleh Indonesia dan negara-negara ASEAN untuk menjadikan ekonomi digital sebagai hal yang inklusif khususnya bagi UMKM yang merupakan penopang ekonomi di kawasan ini.

"DEFA itu perjanjian ekonomi digital yang salah satunya (untuk) bagaimana nanti UKM itu mendapatkan fasilitas kemudahan untuk bertransaksi, karena nanti ada interoperability penggunaan pembayaran digital," kata Nugraheni di sela Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Jumat.

Ia mengatakan DEFA dijadwalkan untuk ditandatangani secara resmi pada bulan November 2026 dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Ke-49 dan KTT Terkait di Manila, Filipina.

Bagi Indonesia, DEFA sejalan dengan pelaksanaan Strategi Nasional Ekonomi Digital 2030 serta mendukung aksesi OECD yang mencakup penguatan infrastruktur digital, pengembangan SDM digital, transformasi UMKM, serta penguatan regulasi keamanan siber.

Melalui DEFA, Indonesia diharapkan dapat memperkuat kebijakan berdasarkan praktik internasional, menarik investasi di sektor teknologi tinggi, memperkuat kedaulatan data nasional dan membangun ekosistem digital yang inklusif serta berdaya saing, termasuk bagi UMKM.

"DEFA akan ditandatangani di bulan November ini, tentunya setelah tanda tangan, itu bukan berarti selesai, itu malah the game is starting. Artinya bagaimana nanti pemerintah bisa menyiapkan atau membantu UKM," ujar Nugraheni. (end/ant)


Baca Selengkapnya

16 Oktober 2026
IHSG SESI II DITUTUP MELEMAH 11,5% DI LEVEL 5.185
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam 678.675 poin atau 11.574% di level 5.185.105 pada perdagangan sesi II hari Jumat ini.

Sebanyak 34 Saham mengalami kenaikan harga sedangkan 1199 saham mengalami penurunan harga 56 saham tak mengalami perubahan harga dengan nilai transaksi Rp31,8 triliun.

Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya BSWD sebesar Rp1.125 menjadi Rp5.625 per lembar dan ABDA sebesar Rp940 menjadi Rp4.710 lembar serta TRUK sebesar Rp640 menjadi Rp3.220 Per lembar.

Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya DCII sebesar Rp4.825 menjadi Rp188.175 per lembar dan UNTR sebesar Rp2.625 menjadi Rp22.625 serta ITMG sebesar Rp2.300 menjadi Rp23.000 per lembar

Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya BBRI sebanyak 219.483 kali senilai Rp3,2 triliun kemudian BBCA sebanyak 185.072 kali senilai Rp6,4 triliun dan BMRI sebanyak 159.243 kali senilai Rp2,7 triliun. (end)

Baca Selengkapnya

16 Oktober 2026
WAMENKO EKONOMI MINTA INVESTOR TIDAK PANIK MENYIKAPI PENGUMUMAN MSCI
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajad Hari Wibowo meminta para investor agar tidak panik menyikapi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait soal penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia.

Ia berpesan agar investor melakukan perhitungan secara mandiri dalam menentukan pilihan investasi di bursa efek Indonesia.

"Satu hal yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman investor domestik, ini tolong lakukan sendiri hitung-hitungannya. Bahwa MSCI itu punya reputasi tinggi, ini iya, bahwa kita juga perlu memperhatikan apa yang mereka sampaikan, iya. Tapi satu yang ingin saya sampaikan, mereka (MSCI) tidak selalu benar," kata Drajad di Jakarta, Jumat.

Drajad menjelaskan bahwa reputasi MSCI sebagai penyedia indeks global tetap perlu diperhatikan.

Namun, rekomendasinya tidak selalu memberikan hasil investasi yang lebih baik dibandingkan indeks lainnya.

Wamenko mencontohkan analisis lain yang berasal dari Deutsche Borse, yang menunjukkan bahwa ketika indeks saham Jerman (DAX) mencatatkan kenaikan tinggi, namun The MSCI World Index justru mencatatkan kinerja negatif.

"Artinya apa? Artinya tidak semua yang dilakukan oleh MSCI itu menguntungkan bagi investor," jelasnya.

Menurut Drajad, terdapat berbagai simulasi yang menunjukkan bahwa imbal hasil atau return dari MSCI lebih rendah dibandingkan alternatif lainnya.

Ia menilai komposisi indeks MSCI World yang didominasi saham Amerika Serikat (AS), perlu menjadi pertimbangan investor dalam menilai kinerja indeks tersebut.

"Jadi ada bias Amerika di situ. Maksudnya bobot Amerika terlalu besar di situ," ucapnya.

Meski demikian, Drajad menyampaikan bahwa pemerintah tetap akan melanjutkan reformasi pasar modal untuk memperbaiki tata kelola dan menjawab sejumlah persoalan yang menjadi perhatian MSCI.

Upaya pembenahan tersebut tetap berjalan terlepas dari keputusan MSCI mengenai klasifikasi pasar saham Indonesia.

"Apa yang disampaikan MSCI itu ada beberapa hal yang bagus karena memang perlu dilakukan pemerintah. Jadi pemerintah tetap melanjutkan reform (pasar modal), ada atau tidak ada, apapun keputusan dari MSCI kita tetap akan lakukan. Tapi saya hanya ingin melakukan edukasi investor, edukasi para pelaku pasar modal, hitung sendiri," katanya.

Ia berharap investor dapat memahami kondisi pasar modal Indonesia dan tidak mudah mengambil keputusan investasi akibat sentimen lembaga penyedia indeks global. (end/ant)

Baca Selengkapnya

16 Oktober 2026
INDONESIA PERKUAT DAYA SAING SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA RAMAH MUSLIM DUNIA
Pengembangan Pariwisata Ramah Muslim (PRM) merupakan salah satu potensi sumber pertumbuhan ekonomi baru, yang diharapkan dapat berkontribusi padaperluasan peluang usaha, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan rantai nilai halal di berbagai daerah. Potensi tersebut semakin besar ketika pariwisata ramah muslim Indonesia semakin diakui secara global, tercermin dari kenaikan peringkat Indonesia dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 ke posisi kedua dunia, dari peringkat kelima pada 2025, serta posisi keenam dunia dalam sektor PRM berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026. Capaian tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas destinasi dan layanan wisata, memperluas pasar wisatawan Muslim, serta mengoptimalkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional. Hal ini mengemuka dalam gelaran Indonesia Muslim Friendly Travel Summit yang dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, yang merupakan rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026 di JICC Jakarta (16/10).

Pengembangan pariwisata ramah muslim merupakan langkah penting memperkuat peran ekonomi syariah untuk kemandirian bangsa. Sejalan dengan upaya tersebut, Ricky menyampaikan tiga inisiatif strategis Bank Indonesia dalam penguatan ekosistem pariwisata ramah muslim, yaitu pemanfaatan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) untuk memetakan kesiapan dan potensi daerah sebagai dasar perumusan kebijakan, penyusunan Peta Jalan PRM Nasional sebagai acuan pengembangan yang terarah dan terintegrasi, serta pelatihan bagi pengelola desa wisata untuk meningkatkan kualitas produk, layanan, dan daya saing destinasi. Penguatan tersebut turut didukung digitalisasi melalui inisiatif Indonesia Travel Pack yang dikembangkan Bank Indonesia bersama Kementerian Pariwisata dan mitra terkait pada September 2026. Inisiatif ini mengintegrasikan akses informasi destinasi, konektivitas digital, dan layanan pembayaran, sekaligus melengkapi pengembangan QRIS Antarnegara untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan dan memperluas peluang usaha bagi UMKM lokal. "Indonesia memiliki semua modal untuk menjadi salah satu pusat pariwisata ramah muslim dunia," ujar Ricky. Ia menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus memperkuat kolaborasi dan kapasitas daerah agar pengembangan PRM memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menekankan pentingnya transformasi digital untuk memperkuat daya saing destinasi Indonesia dalam menjangkau pasar wisatawan Muslim global, yang diproyeksikan mencapai 260 juta perjalanan dengan pengeluaran tahunan sekitar USD310 miliar. Untuk menangkap peluang tersebut, Kementerian Pariwisata memperkuat promosi digital melalui Portal Visit Indonesia yang menyediakan informasi destinasi ramah Muslim di 38 provinsi, mencakup atraksi, aksesibilitas, fasilitas, dan paket wisata. Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) melalui MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia) turut memudahkan wisatawan menemukan destinasi dan merencanakan perjalanan secara lebih personal sesuai kebutuhan. "Kita tidak hanya ingin mengatakan kepada wisatawan, inilah indahnya Indonesia, tetapi juga memberi tahu mereka cara menikmati dan menjelajahinya," ujar Widiyanti. Penguatan informasi dan layanan digital tersebut diharapkan dapat meningkatkan visibilitas destinasi Indonesia, mempermudah perencanaan perjalanan, serta mendorong peningkatan kunjungan wisatawan Muslim mancanegara.

Besarnya potensi pasar global membuka peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan PRM sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Industri PRM global diproyeksikan tumbuh dari USD249 miliar pada 2024 menjadi USD424 miliar pada 2029, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan 11,2%. Sejalan dengan potensi tersebut, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 menempatkan PRM sebagai salah satu Program Prioritas Ekonomi Syariah, dengan target pertumbuhan meningkat dari 10,28% pada 2025 menjadi 13,08% pada 2029. Pengembangan PRM juga mendukung Asta Cita 2 melalui penguatan ekonomi syariah sebagai pilar kemandirian bangsa, termasuk ekosistem industri halal dan pariwisata nasional.

Pada momentum ini, Bank Indonesia meluncurkan Kajian Rekomendasi Peta Jalan PRM Nasional serta memberikan penghargaan kepada 15 provinsi dengan capaian terbaik dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI), yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur, Aceh, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Riau, Jambi, dan Batam. Kajian dan penghargaan ini diharapkan menjadi acuan pengembangan PRM yang lebih terarah, membantu daerah mengoptimalkan potensi dan meningkatkan kesiapan destinasi, serta memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekosistem PRM yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi ekonomi daerah, memperluas manfaat bagi masyarakat, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi PRM unggulan dunia. (end)

Baca Selengkapnya

16 Oktober 2026
BANK SENTRAL TIONGKOK MAKIN BUKA PASAR KEUANGAN BAGI PIHAK ASING
Gubernur bank sentral Tiongkok berjanji untuk semakin membuka pasar keuangan negara tersebut yang luas, seraya menyatakan bahwa aset dalam mata uang yuan dapat memenuhi kebutuhan diversifikasi investor global yang terus berkembang.

Pan Gongsheng menyoroti meningkatnya risiko geopolitik, perubahan mendalam dalam lanskap ekonomi global, serta kemajuan pesat dalam kecerdasan buatan (AI).

"Pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang stabil serta perkembangan pesat industri berteknologi tinggi memberikan dukungan kuat bagi aset-aset dalam mata uang yuan (RMB)," demikian pernyataan Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) yang mengutip pernyataan Pan dalam pidatonya hari Kamis, di sela-sela pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

Menurut pernyataan tersebut, PBOC akan terus memperluas perangkat manajemen risiko guna memperlancar kegiatan investasi dan pembiayaan.

Tiongkok telah meningkatkan upaya untuk membuka pasar modalnya dan mendorong internasionalisasi mata uang yuan, di tengah situasi di mana perang dagang serta kebijakan luar negeri yang sulit diprediksi dari Presiden AS Donald Trump telah mengikis kepercayaan terhadap aset-aset dalam mata uang dolar.

Pasar keuangan global juga menjadi lebih fluktuatif seiring dengan meningkatnya kekhawatiran investor mengenai apakah perusahaan-perusahaan yang melakukan investasi besar-besaran di bidang AI akan mampu mencatatkan keuntungan yang memadai di tengah tingginya biaya pinjaman.

Pan menyatakan bahwa PBOC akan mendorong penerimaan dan penggunaan obligasi yuan secara lebih luas di tingkat global sebagai agunan yang sah, memperkuat konektivitas infrastruktur keuangan lintas negara, serta mendukung pengembangan pasar yuan di luar negeri (*offshore*). (end/Reuters)

Baca Selengkapnya

16 Oktober 2026
MUHAMMAD SULTHON TAMBAH KEPEMILIKAN SAHAM BRMS
Muhammad Sulthon selaku Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 15 Oktober 2026.

Manajemen BRMS dalam keterangan tertulisnya (16/10) menyampaikan bahwa M Sulthon telah membeli saham BRMS sebanyak 100.000 lembar saham di harga Rp535 per saham

"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung," tuturnya.

Pasca transaksi ini maka kepemilikan saham M. Sulthon di BRMS menjadi 500.500 lembar saham dibandingkan dengan sebelumnya sebanyak 400.500 lembar saham. (end)

Baca Selengkapnya

  • 1