hero
hero

PT Panin Sekuritas Tbk.

Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt.17, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 SCBD, RT.5/RW.3, Senayan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12190
hero

Bantuan

(021) 29773655
081119955115
care@pans.co.id

Download Aplikasi

hero
hero
| POST by Panin Sekuritas telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
LPS
IDX
KSEI
IDCLEAR
SIPF
logo
logo
ellipse 7ellipse 6

Mulai Sekarang!

Tumbuhkan asetmu bersama Panin Sekuritas dan raih target investasi Anda
hero
hero
hero
hero
hero
Keuangan Yang Sehat

Panin Sekuritas didukung oleh permodalan yang kuat, pengelolaan risiko yang prudent, serta strategi bisnis yang berkelanjutan.

Riset Data Mendalam

Panin Sekuritas didukung oleh tim riset berpengalaman yang memiliki kapabilitas dalam melakukan analisis saham secara komprehensif.

Aman Dan Terpercaya

Lebih dari 35 tahun Panin Sekuritas melayani dengan terus mengutamakan keamanan data nasabah.

Pasar Terkini

COMPOSITE
5.100,118
43,068 (+ 0.85 %)
Note: This chart data is delayed by 10 minutes.
BUMIBumi Resources Tbk.
129
10 (8.4%)
BBCABank Central Asia Tbk.
4990
10 (0.2%)
BBRIBank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
2820
20 (0.7%)
INETSinergi Inti Andalan Prima Tbk.
173
23 (15.3%)
TPIAChandra Asri Pacific Tbk.
1345
65 (5.1%)

Pasar & Berita

Pasar & Berita

2 November 2026
PERTAMINA DORONG PERTUMBUHAN EKONOMI MELALUI DESA ENERGI BERDIKARI
PT Pertamina Persero mengembangkan program Desa Energi Berdikari (BED) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat baik melalui ketahanan energi maupun pangan.

"Desa Energi Berdikari ini sebenarnya kita upayakan untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat," kata Vice President CSR and SME Management PT Pertamina (Persero) Rudi Arifianto dalam webinar "Detalk Desa Berdaya Energi Terjaga" yang dipantau dari Jakarta, Senin.

Rudi mengatakan bahwa program DEB yang dimulai sejak 2018 itu telah memberikan dampak yang positif bagi warga sekitar, terutama di 310 desa yang telah bergabung.

Menurut dia, Pertamina mendorong desa yang masuk pada program DEB supaya dapat meningkatkan perekonomian warga melalui ketahanan energi maupun pangan yang ada di wilayah tersebut.

"Kita masuk Desa Energi Berdikari itu ada untuk ketahanan pangan, kemudian ketahanan energi. Selain itu, kami juga membangun desa seperti pariwisata, dan pemberdayaan pesisir," ujarnya.

Rudi menambahkan bahwa dari 310 DEB, Pertamina telah membangun 274 solar panel, 25 methane dan biogas, biodiesel, delapan pembangkit mikrohidro untuk menunjang ketahanan energi di desa.

Ia menjelaskan, dengan adanya ketahanan energi tersebut, maka desa itu telah bangkit dan terus berkembang ke arah yang lebih positif terutama dalam hal perekonomian sekitar. (end/ant)

Baca Selengkapnya

2 November 2026
ROBERT TANOKO TAMBAH KEPEMILIKAN SAHAM AVIA
Robert Christian Tanoko selaku Direktur PT. Avia Avian Tbk ( AVIA) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 29 Oktober 2026.

Manajemen AVIA dalam keterangan tertulisnya (2/11) menyampaikan bahwa Robert Tanoko telah membeli saham AVIA sebanyak 2.000.000 lembar saham di harga Rp298 per saham dan sebanyak 5.000.000 lembar saham di harga Rp296 per saham.

"Tujuan pembelian saham adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Robert Christian Tanoko di saham AVIA bertambah menjadi 1,450 miliar lembar saham (2,3415%) dibandingkan sebelumnya 1,443 miliar lembar saham (2,3302%). (end)

Baca Selengkapnya

2 November 2026
BEI BUKA SEMENTARA PERDAGANGAN EFEK SUPR
Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan Pencabutan Penghentian Sementara Perdagangan Efek Hanya di Pasar Negosiasi PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR)

Adi Pratomo Aryanto Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI dalam keterangan tertulisnya (2/11) menuturkan bahwa dalam rangka pengalihan saham hasil pelaksanaan Penawaran Tender Sukarela (VTO) dalam rangka go private dan voluntary delisting Perseroan, yang akan dilakukan oleh PT Bahana Sekuritas sebagai pihak yang ditunjuk oleh Perseroan, Bursa memutuskan untuk:

1. Membuka penghentian sementara Perdagangan Efek Perseroan hanya di Pasar Negosiasi untuk melaksanakan transaksi crossing saham terhitung sejak Sesi II Perdagangan Efek Perseroan pada hari Senin, tanggal 2 November 2026 pukul 13.30 WIB.

2. Selanjutnya, Bursa akan melakukan penghentian sementara (Suspensi) Perdagangan Efek Perseroan kembali di Seluruh Pasar pada Sesi II Perdagangan Efek tanggal 2 November 2026 setelah transaksi pengalihan saham tersebut selesai dilakukan atau paling lambat pukul 13.45 WIB.

3. Transaksi lain selain yang disebutkan tersebut tidak diperkenankan untuk dilaksanakan pada masa pembukaan Suspensi tersebut. (end)


Baca Selengkapnya

2 November 2026
PEMERINTAH ANGGARKAN RP2,6 TRILIUN BUAT SUBSIDI PNM MEKAAR
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp2,6 triliun untuk subsidi Program Pembiayaan PNM Mekaar atau Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS) dengan suku bunga tetap (flat) 8 persen.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan anggaran itu sementara disiapkan guna menjalankan program kredit hingga akhir Desember 2026.

"Sementara ini, tadi untuk sampai akhir Desember sudah disiapkan kurang lebih sekitar Rp 2,6 triliun. Nanti akan kita exercise kembali Rp2,6 triliun itu, dan berdasarkan constraint waktu yang tinggal 2 bulan ini bisa mengcover berapa nasabah," kata Maman saat ditemui usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kredit Pemberdayaan Perempuan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin.

Sebagaimana diketahui, Program Pembiayaan PNM Mekaar merupakan program yang menyasar perempuan dari keluarga berpendapatan rendah yang memiliki atau ingin merintis usaha mikro dan ultra mikro

Program PNM Mekaar memberikan pembiayaan produktif dengan suku bunga/marjin 8 persen flat per tahun dengan plafon hingga Rp15 juta per akad.

Penetapan suku bunga 8 persen ini ditetapkan lebih rendah dari sebelumnya yang berada di kisaran 18 persen hingga 25 persen per tahun.

Program ini mulai dijalankan pada pekan kedua bulan November ini.

Maman menerangkan pelaksanaan PNM Mekaar dengan bunga 8 persen meleset dari target awal yang ditetapkan karena sebelumnya dilakukan uji coba terlebih dahulu. (end/ant)

Baca Selengkapnya

2 November 2026
AMRT CATAT PENDAPATAN NETO Rp101,29 TRILIUN HINGGA SEPTEMBER 2026
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan pendapatan neto Rp101,29 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, naik sekitar 7,2 persen dari Rp94,48 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit per 30 September 2026, beban pokok pendapatan naik sekitar 6,6 persen menjadi Rp79,09 triliun, sehingga laba bruto tumbuh sekitar 9,4 persen menjadi Rp22,20 triliun dari Rp20,30 triliun. Beban penjualan dan distribusi naik sekitar 9,5 persen menjadi Rp18,13 triliun, dan beban umum dan administrasi naik sekitar 7,3 persen menjadi Rp1,83 triliun. Laba usaha naik sekitar 7,9 persen menjadi Rp3,19 triliun.

Laba tahun berjalan tercatat Rp2,56 triliun, naik sekitar 5,7 persen dari Rp2,42 triliun. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik sekitar 3,8 persen menjadi Rp2,40 triliun dari Rp2,31 triliun, sedangkan bagian kepentingan nonpengendali naik sekitar 47 persen menjadi Rp156,1 miliar dari Rp106,0 miliar. Laba per saham untuk pemilik induk naik menjadi Rp58,43 dari Rp55,75. Namun total penghasilan komprehensif yang diatribusikan kepada pemilik induk turun sekitar 2,5 persen menjadi Rp2,21 triliun dari Rp2,27 triliun, karena kerugian neto instrumen ekuitas yang dicatat melalui penghasilan komprehensif lain mencapai Rp189,8 miliar, dari Rp42,8 miliar setahun sebelumnya.

Dari sisi liabilitas, total liabilitas per 30 September 2026 turun sekitar 2,1 persen menjadi Rp22,71 triliun dari Rp23,20 triliun pada akhir 2025. Liabilitas jangka pendek nyaris tidak berubah di Rp20,56 triliun, dengan utang usaha pihak ketiga turun menjadi Rp13,49 triliun dari Rp14,16 triliun. Penurunan datang dari liabilitas jangka panjang yang turun sekitar 18,6 persen menjadi Rp2,15 triliun dari Rp2,64 triliun, setelah utang bank tidak lagi tercatat, padahal akhir 2025 masih sekitar Rp761 miliar (jangka pendek dan panjang).

Total aset turun tipis sekitar 0,7 persen menjadi Rp42,29 triliun dari Rp42,58 triliun. Aset lancar turun menjadi Rp20,75 triliun dari Rp21,92 triliun, terutama karena kas dan setara kas turun sekitar 24 persen menjadi Rp3,57 triliun dari Rp4,68 triliun, sementara persediaan naik menjadi Rp13,61 triliun dari Rp13,35 triliun. Aset tidak lancar naik sekitar 4,2 persen menjadi Rp21,54 triliun, dengan aset tetap bersih Rp9,98 triliun dan aset hak guna Rp8,79 triliun. Total ekuitas naik menjadi Rp19,58 triliun dari Rp19,38 triliun, dengan saham treasuri bertambah menjadi Rp812,5 miliar dari Rp279,6 miliar. (end)

Baca Selengkapnya

2 November 2026
PENDAPATAN BULL USD183,18 JUTA HINGGA SEPTEMBER 2026
PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatat pendapatan USD183,18 juta pada sembilan bulan pertama 2026, naik sekitar 71 persen dari USD107,29 juta pada periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2026, beban langsung hanya naik sekitar 15 persen menjadi USD92,24 juta dari USD80,10 juta. Selisih itu mendorong laba kotor lebih dari tiga kali lipat menjadi USD90,94 juta dari USD27,19 juta.

Beban administrasi naik sekitar 45 persen menjadi USD7,31 juta dari USD5,04 juta, dan beban keuangan naik sekitar 13 persen menjadi USD10,78 juta dari USD9,51 juta. Pajak penghasilan final tercatat USD2,17 juta, naik dari USD1,20 juta. Kinerja juga ditopang pos nonoperasional, antara lain keuntungan selisih kurs mata uang nonfungsional USD4,95 juta (tahun lalu USD1,62 juta), keuntungan pelepasan aset tetap USD3,50 juta, keuntungan akuisisi entitas anak USD2,60 juta, dan bagian laba investasi entitas asosiasi USD450,7 ribu. Di sisi lain, kerugian lain-lain tercatat USD2,06 juta, naik dari USD276,7 ribu.

Laba sebelum pajak mencapai USD80,12 juta, dari USD12,78 juta tahun lalu. Setelah beban pajak USD57,3 ribu, laba periode berjalan tercatat USD80,06 juta, naik sekitar 527 persen dari USD12,76 juta. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk USD80,04 juta naik dari USD12,78 juta. Laba per saham dasar naik menjadi USD0,0052 dari USD0,0009.

Pertumbuhan itu diikuti ekspansi neraca. Total aset per 30 September 2026 mencapai USD548,48 juta, naik sekitar 49 persen dari USD369,01 juta pada akhir 2025. Aset lancar hampir dua kali lipat menjadi USD108,35 juta dari USD56,64 juta, dengan piutang usaha naik menjadi USD45,70 juta dari USD20,37 juta, persediaan menjadi USD11,98 juta dari USD2,88 juta, dan kas serta setara kas menjadi USD14,46 juta dari USD5,33 juta.

Aset tidak lancar naik menjadi UD$440,12 juta dari USD312,37 juta. Aset tetap bersih naik sekitar 56 persen menjadi USD308,03 juta dari USD197,85 juta, dan perseroan mencatat investasi pada entitas asosiasi USD53,36 juta yang tidak ada pada akhir 2025. Aset tidak lancar lainnya turun menjadi USD45,25 juta dari USD81,01 juta, sedangkan goodwill tetap di USD33,02 juta. (end)

Baca Selengkapnya

  • 1