ellipse 7ellipse 6

Mulai Sekarang!

Tumbuhkan asetmu bersama Panin Sekuritas dan raih target investasi Anda
hero
hero
hero
hero
hero
hero
hero
hero
hero
Keuangan Yang Sehat

Panin Sekuritas Menjamin Keamanan aset Anda serta fleksibel dalam fasilitas guna memaksimalkan aset.

Riset Data Mendalam

Panin Sekuritas didukung oleh tim riset yang berpengalaman sehingga mahir dalam menganalisa suatu saham.

Aman Dan Terpercaya

Lebih dari 35 tahun Panin Sekuritas melayani dengan terus mengutamakan keamanan data nasabah.

Pasar Terkini

COMPOSITE
6.031,284
-115,44 ( -1.88 %)
Note: This chart data is delayed by 10 minutes.
FORUFortune Indonesia Tbk
158
14 (9.7%)
SMLESinergi Multi Lestarindo Tbk.
340
24 (7.6%)
CUANPetrindo Jaya Kreasi Tbk.
765
-75 (-8.9%)
GOTOGoTo Gojek Tokopedia Tbk.
30
0 (0.0%)
BBRIBank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
3030
-110 (-3.5%)

Pasar & Berita

Pasar & Berita

8 Oktober 2026
DANANTARA OPTIMISTIS LABA BERSIH KONSOLIDASI BUMN CAPAI Rp360 TRILIUN
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN Dony Oskaria mengatakan optimistis laba bersih dari konsolidasi BUMN dapat mencapai Rp360 triliun pada tahun 2026.

"Perbaikan BUMN kita menunjukkan result yang luar biasa. Saya expect 2026 kita bisa closing paling tidak Rp360 triliun net income. This is a huge number dari laba kita," kata Dony di Jakarta, Kamis.

"Saya cukup confident, paling tidak BUMN-BUMN konsolidasi BUMN kita tahun 2026 kita bisa untung Rp360 triliun," ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Dony menilai laba tersebut bisa menjadi mesin pertumbuhan baru perekonomian Indonesia. Ia mengatakan, sebagian laba akan diberikan dalam bentuk dividen lalu diinvestasikan kembali (re-invest) untuk membiayai berbagai proyek strategis.

"Rp360 triliun ini menjadi engine of growth baru yang nanti kita re-invest. Kita berikan dalam bentuk dividen," kata Dony.

Meski demikian, ia mengatakan kerja sama dengan mitra-mitra strategis juga diperlukan Danantara untuk menanggung kebutuhan ekuitas bersama dalam sebuah proyek.

"Tetapi, satu project itu tidak hanya kita sendiri, karena equity portion-nya juga ada partner yang kita ajak, dan lain sebagainya. Sehingga inilah yang diharapkan oleh pemerintah untuk menjadi pendorong (pertumbuhan ekonomi)," ujar Dony.

Di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan Danantara tidak akan menyetorkan dividen ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 dan 2027.

Menkeu mengatakan, dividen dari Danantara belum diperhitungkan sebagai penerimaan negara dalam kedua tahun anggaran tersebut.

Meski demikian, Suahasil menilai kontribusi Danantara tidak hanya diukur dari penerimaan negara berupa dividen, tetapi juga bisa dilihat dari berbagai proyek dan aktivitas yang dijalankan melalui aset yang dikelola lembaga tersebut.

Berbagai aktivitas itu diharapkan dapat menyerap tenaga kerja, meningkatkan produksi barang dan jasa, serta menghubungkan investasi dengan pihak swasta.

Dengan demikian, Suahasil menilai kinerja Danantara nantinya dapat dilihat dari kemampuannya mengoptimalkan aset yang dimiliki untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

"Bagaimana Danantara yang bekerja lebih keras, Danantara yang bekerja dengan aset yang sedemikian besar kemudian membantu menyelesaikan masalah-masalah di tengah masyarakat, menyerap tenaga kerja, membangun produksi barang dan jasa, menghubungkan dengan investasi dari pihak swasta dan kemudian mensejahterakan masyarakat Indonesia," katanya. (end)

Baca Selengkapnya

8 Oktober 2026
TRANSFORMASI BISNIS DONGKRAK PENDAPATAN GDPS HINGGA 24 PERSEN
PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), bagian dari Garuda Indonesia Group, mengungkapkan transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan tersebut mampu mendongkrak pendapatan hingga 24,6 persen pada 2025 dibandingkan 2024.

Direktur Utama GDPS Cornelis Radjawane mengatakan transformasi menjadi langkah perusahaan yang bergerak pada sektor "business process outsourcing" (BPO) atau penyedia jasa eksternal untuk terus memberikan solusi yang relevan bagi pelanggan.

"Transformasi GDPS bukan hanya tentang bagaimana kita bertumbuh secara bisnis, tetapi bagaimana kita terus meningkatkan kemampuan untuk memberikan solusi yang relevan bagi pelanggan," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dari yang sebelumnya berfokus pada penyediaan tenaga kerja, katanya lagi, perusahaan terus bergerak menuju layanan berbasis solusi dengan mengintegrasikan manusia, proses, data, dan teknologi.

Saat bedah buku "Beyond the Horizon: Seven Years of GDPS Transformation" di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Cornelis menyebutkan secara total perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 85 persen sejak 2021 hingga 2025.

Dalam rentang lima tahun, ujarnya pula, pendapatan hampir berlipat dua, capaian ini tidak lahir dari ekspansi agresif semata melainkan dari reposisi model bisnis secara fundamental, dari perusahaan penyedia tenaga kerja menuju penyedia layanan BPO berbasis proses, sistem dan tata kelola.

Dia menambahkan melalui transformasi bisnis tersebut sumber pendapatan yang semula mayoritas ditopang oleh sektor aviasi, namun kemudian kontribusi sektor non aviasi meningkat pesat seperti energi, otomotif, teknologi digital, FMCG hingga klien multinasional.

Jika pada 2021 kontribusi non aviasi masih di bawah 20 persen, maka pada 2025 mendekati 40 persen dengan proyeksi konservatif melampaui 50 persen pada 2030 atau pendapatan GDPS berpotensi mendekati Rp800 miliar dengan non aviasi sebagai penyumbang utama.

Terkait pengelolaan tenaga alih daya (TAD), Cornelis menyatakan pada 2022 GDPS mengelola 3.275 TAD, kemudian meningkat signifikan hingga pertengahan 2025 menjadi 6.927 tenaga kerja yang tersebar di 93 kota di Indonesia dengan konsentrasi terbesar di wilayah Jabodetabek

Direktur SDM & Operasi GDPS Vicky Firmansyah menambahkan penguatan kompetensi manusia harus berjalan seiring dengan pengembangan teknologi.

"Teknologi pada akhirnya adalah enabler. Yang menjadi penggeraknya tetap manusia. Karena itu, transformasi GDPS kami bangun secara bersamaan melalui penguatan kompetensi, pengembangan talenta, sistem kinerja, dan budaya kerja," katanya pula. (end/ant)

Baca Selengkapnya

8 Oktober 2026
TRANSFORMASI BISNIS DONGKRAK PENDAPATAN GDPS HINGGA 24 PERSEN
PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), bagian dari Garuda Indonesia Group, mengungkapkan transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan tersebut mampu mendongkrak pendapatan hingga 24,6 persen pada 2025 dibandingkan 2024.

Direktur Utama GDPS Cornelis Radjawane mengatakan transformasi menjadi langkah perusahaan yang bergerak pada sektor "business process outsourcing" (BPO) atau penyedia jasa eksternal untuk terus memberikan solusi yang relevan bagi pelanggan.

"Transformasi GDPS bukan hanya tentang bagaimana kita bertumbuh secara bisnis, tetapi bagaimana kita terus meningkatkan kemampuan untuk memberikan solusi yang relevan bagi pelanggan," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dari yang sebelumnya berfokus pada penyediaan tenaga kerja, katanya lagi, perusahaan terus bergerak menuju layanan berbasis solusi dengan mengintegrasikan manusia, proses, data, dan teknologi.

Saat bedah buku "Beyond the Horizon: Seven Years of GDPS Transformation" di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Cornelis menyebutkan secara total perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 85 persen sejak 2021 hingga 2025.

Dalam rentang lima tahun, ujarnya pula, pendapatan hampir berlipat dua, capaian ini tidak lahir dari ekspansi agresif semata melainkan dari reposisi model bisnis secara fundamental, dari perusahaan penyedia tenaga kerja menuju penyedia layanan BPO berbasis proses, sistem dan tata kelola.

Dia menambahkan melalui transformasi bisnis tersebut sumber pendapatan yang semula mayoritas ditopang oleh sektor aviasi, namun kemudian kontribusi sektor non aviasi meningkat pesat seperti energi, otomotif, teknologi digital, FMCG hingga klien multinasional.

Jika pada 2021 kontribusi non aviasi masih di bawah 20 persen, maka pada 2025 mendekati 40 persen dengan proyeksi konservatif melampaui 50 persen pada 2030 atau pendapatan GDPS berpotensi mendekati Rp800 miliar dengan non aviasi sebagai penyumbang utama.

Terkait pengelolaan tenaga alih daya (TAD), Cornelis menyatakan pada 2022 GDPS mengelola 3.275 TAD, kemudian meningkat signifikan hingga pertengahan 2025 menjadi 6.927 tenaga kerja yang tersebar di 93 kota di Indonesia dengan konsentrasi terbesar di wilayah Jabodetabek

Direktur SDM & Operasi GDPS Vicky Firmansyah menambahkan penguatan kompetensi manusia harus berjalan seiring dengan pengembangan teknologi.

"Teknologi pada akhirnya adalah enabler. Yang menjadi penggeraknya tetap manusia. Karena itu, transformasi GDPS kami bangun secara bersamaan melalui penguatan kompetensi, pengembangan talenta, sistem kinerja, dan budaya kerja," katanya pula. (end/ant)

Baca Selengkapnya

8 Oktober 2026
PRABOWO : EKSPOR PERDANA BATERAI BUKTI STRATEGI HILIRISASI TEPAT
Presiden Prabowo Subianto menegaskan ekspor perdana baterai kendaraan listrik menjadi bukti keberhasilan strategi hilirisasi industri yang dijalankan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

"Hari ini, ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya," kata Prabowo saat peluncuran program hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis, yang dipantau secara daring dari Jakarta.

Prabowo mengatakan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan peluncuran 11 proyek hilirisasi di kawasan tersebut merupakan buah dari upaya dan keputusan yang diambil oleh pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.

Menurut Kepala Negara, pembangunan yang dilakukan para pemimpin terdahulu turut membawa Indonesia pada capaian saat ini.

"Pembangunan negara, 'nation building', bukan usaha yang singkat. Nation building adalah sebuah perjuangan, perjalanan panjang, 'nation building is a long march'. Ini bagian dari 'long march' itu," katanya.

Prabowo mengatakan energi dan semangat dari masa lalu perlu diteruskan untuk menggerakkan pembangunan Indonesia pada masa kini dan masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik serta empat proyek industri yang memasuki tahap komersial di kawasan IWIP.

Empat proyek tersebut adalah Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioneer Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing.

Presiden juga mencanangkan peletakan batu pertama tujuh proyek industri baru, yakni Guangqing Nickel Cobalt, Eno Prima Material, Tinci Materials Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flat Solar Energy Indonesia, dan Guangqing Motor Indonesia.

Dengan demikian, terdapat 11 proyek industri yang terdiri atas empat proyek yang memasuki tahap komersial dan tujuh proyek yang memulai pembangunan.

Total nilai investasi program hilirisasi tersebut mencapai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun (end/ant)

Baca Selengkapnya

8 Oktober 2026
EDWIN SOERYADJAYA TAMBAH KEPEMILIKAN SAHAM SRTG
Edwin Soeryadjaya selaku Komisaris utama dan pengendali PT Saratoga Investaman Sedaya Tbk. (SRTG) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 6 dan 7 Oktober 2026.

Manajemen SRTG dalam keterangan tertulisnya (8/10) menyampaikan bahwa Edwin telah membeli saham SRTG sebanyak 160.000 lembar di harga Rp1.770 per saham dan sebanyak 165.000 lembar saham di harga Rp1.767 per saham.

"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung," tuturnya.

Pasca transaksi maka kepemilikan saham Edwin di SRTG menjadi 4.880.675.290 lembar saham (35,9804%) dibandingkan dengan sebelumnya sebanyak 4.880.350.290 lembar saham (35,978%). (end)

Baca Selengkapnya

8 Oktober 2026
BMHS PERLUAS LAYANAN PENCITRAAN DIAGNOSTIK DENGAN MRI 3 TESLA
PT Bundamedik Tbk (IDX:BMHS / RS Bunda Group) melalui RS Bunda Jakarta menghadirkan layanan Magnetic Resonance Imaging (MRI) 3 Tesla (3T) berkolaborasi dengan Philips. Kehadiran teknologi ini merupakan wujud nyata dari komitmen BMHS memperkuat ekosistem dan inovasi layanan berbasis kebutuhan pasien, khususnya untuk mendukung layanan unggulan dan penanganan kasus kompleks.

Selain itu, teknologi ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit memperkuat kemampuan klinis dokter, dengan menyediakan informasi pencitraan yang lebih detail untuk mendukung proses diagnosis dan pengambilan keputusan medis, sekaligus mendukung pengalaman pemeriksaan yang lebih nyaman bagi pasien.

Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, MBA, FRANZCOG, Sp.OG, menyampaikan, "Bagi BMHS, inovasi teknologi bukan sekadar mengadopsi teknologi terbaru, tetapi memastikan setiap pengembangan memiliki relevansi dan manfaat nyata bagi pasien. Kami terus memperluas cakupan layanan kesehatan yang semakin komprehensif, didukung tim dokter multidisiplin yang membutuhkan teknologi diagnostik dan peralatan medis memadai. Kehadiran MRI 3 Tesla menjadi bagian dari penguatan layanan diagnostik sekaligus mendukung pengembangan Center of Excellence dengan mengintegrasikan teknologi, keahlian dokter, dan layanan untuk menghadirkan perawatan holistik bagi keluarga".

Sejak berdiri tahun 1973, RSU Bunda Jakarta terus berkembang lebih dari layanan ibu dan anak, menangani kasus kompleks mulai dari transplantasi ginjal, reseksi liver, operasi kanker payudara berbasis robotic, tindakan Geniculate Artery Embolization (GAE), hingga operasi epilepsi. Kompleksitas kasus ini menuntut dukungan teknologi diagnostik yang optimal, dan kehadiran MRI 3 Tesla turut mendukung dokter dalam memperoleh informasi pencitraan yang lebih presisi sebagai dasar diagnosis dan penanganan pasien.

Memperkuat Pencitraan Diagnostik untuk Layanan Multidisiplin

Dokter Spesialis Radiologi RS Bunda Jakarta, Dr. dr. Jacub Pandelaki, Sp.Rad, Subsp.RI(K), menyampaikan, "Pencitraan diagnostik merupakan bagian penting dalam memahami kondisi pasien dan bekerja bersama tim klinis lintas spesialisasi. Kehadiran MRI 3 Tesla memperluas sumber daya pencitraan yang tersedia bagi tim radiologi kami. Fokus kami adalah memilih pendekatan pencitraan yang paling sesuai dengan kebutuhan klinis dan bekerja erat dengan rekan-rekan spesialis sebagai bagian dari perjalanan perawatan pasien secara menyeluruh."

Layanan radiologi bekerja berdampingan dengan tim klinis di berbagai layanan RS Bunda Jakarta, memberikan keahlian pencitraan untuk mendukung penilaian kondisi pasien dan perencanaan perawatan. Pendekatan multidisiplin ini mempertemukan radiolog dan dokter spesialis lain dalam menangani kasus kompleks.

Tim Radiologi RS Bunda Jakarta terdiri atas Dr. dr. Jacub Pandelaki, Sp.Rad, Subsp.RI(K), dr. Ulfiawaty, Sp.Rad, dr. Krishnapandu Wicaksono, Sp.Rad, Subsp.RI, Ph.D, dan dr. Ella Saputri, Sp.Rad. Bersama-sama, tim ini mendukung layanan pencitraan diagnostik di rumah sakit serta berkolaborasi dengan dokter spesialis lain dalam pelayanan multidisiplin.

Mengintegrasikan Teknologi dalam Layanan Kesehatan

RS Bunda Jakarta menghadirkan MRI 3 Tesla melalui kolaborasi dengan Philips. Kolaborasi ini mencerminkan fokus bersama untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam ekosistem layanan kesehatan yang lebih luas, dengan menyelaraskan perangkat, alur kerja, dan tim yang menggunakannya.

Presiden Direktur Philips Indonesia, Astri Ramayanti Dharmawan, mengatakan, "Teknologi kesehatan memberikan nilai terbesar ketika menjadi bagian yang selaras dari proses pelayanan kesehatan. Kami senang dapat mendukung BMHS dalam memperkuat pencitraan diagnostik di RS Bunda Jakarta, sekaligus bekerja bersama tim mereka untuk mengintegrasikan teknologi dengan mempertimbangkan alur kerja dan kebutuhan pasien. Bagi kami, inilah bagaimana inovasi menjadi bermakna dalam pelayanan sehari-hari."

Dengan hadirnya MRI 3 Tesla, BMHS melanjutkan penguatan layanan diagnostik, spesialistik, dan penanganan kasus kompleks di RS Bunda Jakarta sebagai bagian dari komitmennya yang lebih luas terhadap layanan kesehatan keluarga yang komprehensif. Rumah sakit akan terus mengembangkan kapabilitasnya sejalan dengan kebutuhan pasien dan keluarga yang terus berkembang serta komitmennya pada All Life, All Care, Because Family Matters. (end)




Baca Selengkapnya

  • 1