hero
hero

PT Panin Sekuritas Tbk.

Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt.17, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 SCBD, RT.5/RW.3, Senayan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12190
hero

Bantuan

(021) 29773655
081119955115
care@pans.co.id

Download Aplikasi

hero
hero
| POST by Panin Sekuritas telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
LPS
IDX
KSEI
IDCLEAR
SIPF
logo
logo
ellipse 7ellipse 6

Mulai Sekarang!

Tumbuhkan asetmu bersama Panin Sekuritas dan raih target investasi Anda
hero
hero
hero
hero
hero
Keuangan Yang Sehat

Panin Sekuritas didukung oleh permodalan yang kuat, pengelolaan risiko yang prudent, serta strategi bisnis yang berkelanjutan.

Riset Data Mendalam

Panin Sekuritas didukung oleh tim riset berpengalaman yang memiliki kapabilitas dalam melakukan analisis saham secara komprehensif.

Aman Dan Terpercaya

Lebih dari 35 tahun Panin Sekuritas melayani dengan terus mengutamakan keamanan data nasabah.

Pasar Terkini

COMPOSITE
5.055,445
-42,612 ( -0.84 %)
Note: This chart data is delayed by 10 minutes.
BBCABank Central Asia Tbk.
4980
40 (0.8%)
BBRIBank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
2770
-40 (-1.4%)
BUMIBumi Resources Tbk.
120
-1 (-0.8%)
AMMNAmman Mineral Internasional Tbk.
3670
-70 (-1.9%)
BMRIBank Mandiri (Persero) Tbk.
3710
-10 (-0.3%)

Pasar & Berita

Pasar & Berita

30 Oktober 2026
DESA BAKTI BCA PERKUAT AKSES PASAR MANCANEGARA DI WITF 2026
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali memboyong desa wisata binaan Bakti BCA ke ajang internasional lewat kegiatan Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026. Ini menjadi wujud komitmen BCA dalam memperluas akses pasar bagi desa binaan ke pasar global, terutama melalui banyak platform perjalanan internasional mulai dari Asia, Eropa, hingga Afrika selama kegiatan yang berlangsung pada 15 - 17 Oktober 2026.

Digelar di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta, kegiatan ini telah menarik minat para pelaku industri pariwisata untuk mengunjungi booth Desa Bakti BCA. Hingga akhir penyelenggaraan event, tercatat ada 64 pelaku industri yang terlibat melakukan diskusi aktif terkait potensi kerja sama dalam memperluas kesempatan bagi desa binaan menjadi salah satu destinasi wisata global. Dalam hal ini, ada potensi kunjungan wisatawan sekitar 124 orang dan potensi pendapatan yang diterima desa mencapai Rp242 juta.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan kegiatan ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan awareness wisatawan mancanegara terhadap desa binaan Bakti BCA. Ini sejalan dengan visi pemerintah dalam rangka memperkuat pertumbuhan sektor pariwisata melalui promosi, pengembangan pasar, dan perluasan jejaring bisnis.

"Akses pasar menjadi satu hal penting yang perlu didorong dalam mengembangkan Desa Bakti BCA. Kami menyadari akses pasar yang luas dapat menjadi pintu gerbang untuk meningkatkan pertumbuhan sektor wisata di Indonesia. Melalui partisipasi di WITF 2026 serta interaksi langsung bersama puluhan buyers mancanegara, kami ingin membuka peluang kerja sama bisnis yang nyata dan berkelanjutan bagi Desa Bakti BCA," ujar Hera.

Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hingga September 2026, terdapat 6.396 desa wisata di Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa desa wisata memiliki potensi yang dapat diberdayakan sebagai sumber pemasukan devisa negara, memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dalamnya. Melalui pilar UMKM dan Desa Bakti BCA, perseroan berfokus pada dua program utama, yakni peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan (capacity building), serta perluasan akses pasar (market access) melalui promosi dan pembentukan jaringan kemitraan berkelanjutan.

BCA mengajak 11 desa binaannya untuk hadir mempromosikan paket wisata dan kekayaan daerahnya di WITF 2026, di antaranya Kampung Adat Sijunjung Sumatera Barat, Desa Wisata Dayun Riau, Desa Wisata Limbongan Belitung, Bukit Peramun Belitung, Wisata Wayang Desa Wukirsari Yogyakarta, Desa Wisata Edelweiss Wonokitri, Desa Wisata Tamansari, Desa Wisata Taro Bali, Desa Wisata Bilebante Nusa Tenggara Barat, Kampung Adat Prai Ijing/Tebara Nusa Tenggara Timur, dan Desa Wisata Pulau Derawan Kalimantan Timur. Paket wisata tersebut diramu untuk menawarkan pengalaman kaya akan budaya dan keindahan alam pedesaan yang menakjubkan, yang menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara.

Langkah Bakti BCA melakukan perluasan akses pasar luar negeri turut berkontribusi pada pendapatan yang diterima oleh Desa Bakti BCA. Pada periode 2024-2025, pendapatan yang diterima Desa Bakti BCA melalui upaya perluasan akses pasar ke luar negeri mencapai Rp536 juta. Di tahun 2026, perluasan akses pasar kembali dilakukan melalui keterlibatan di ITB Berlin dan mencatatkan potential value mencapai Rp1,9 miliar.

Sementara itu, kontribusi BCA terhadap pendapatan desa wisata dan UMKM secara umum tercatat mencapai Rp2,22 miliar pada semester I-2026. Secara rinci, kontribusi untuk sektor UMKM senilai Rp1,92 miliar dan untuk paket wisata senilai Rp301 juta.

"Dalam menjalankan bisnis, BCA percaya akan prinsip menciptakan nilai bersama (creating shared value). BCA percaya bahwa sebagai perusahaan, kami turut tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, sehingga penting untuk secara konsisten menjalankan komitmen kami dalam memberikan dampak sosial bagi masyarakat Indonesia," pungkas Hera. (end)

Baca Selengkapnya

30 Oktober 2026
PERTAMINA PATRA NIAGA GANDENG PLN-LEN PERKUAT EKOSISTEM MOTOR LISTRIK
PT Pertamina Patra Niaga menggandeng PT PLN (Persero) dan PT Len Industri untuk memperkuat ekosistem Program Motor Listrik Nasional.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Patra Niaga Eko Ricky dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung Program Motor Listrik Nasional (Molinas), yang dicanangkan pemerintah.

Komitmen itu diwujudkan dengan penandatanganan nota kesepakatan atau MoU dengan Len Industri dan PLN untuk mengembangkan ekosistem charging dan swapping, yakni jaringan infrastruktur pengisian daya dan penukaran baterai yang terintegrasi dalam Program Molinas.

Penandatanganan MoU dilakukan di Jakarta, pada Selasa (27/10/2026) oleh direksi ketiga BUMN tersebut dan disaksikan jajaran pimpinan Danantara Indonesia.

Eko mengatakan penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi langkah strategis bagi perusahaan untuk mengambil peran dalam transisi energi nasional, khususnya di sektor transportasi roda dua.

Menurut dia, kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas ekosistem kendaraan listrik dan menghadirkan solusi mobilitas yang lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Melalui sinergi ini, Pertamina Patra Niaga tak hanya berpartisipasi dalam program Molinas, tapi juga mendukung target net zero emission (NZE) Indonesia 2060 atau lebih cepat.

"Melalui kolaborasi lintas BUMN ini, kami ingin memastikan bahwa transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya berhenti pada penyediaan unit kendaraannya saja, tetapi juga didukung oleh ekosistem energi yang andal, mudah diakses dan merata di berbagai wilayah," ujar Eko.

Ia menambahkan keterlibatan Pertamina Patra Niaga dalam Program Molinas akan berfokus pada penyediaan infrastruktur hilir, termasuk pemanfaatan jaringan SPBU dan titik-titik ritel strategis milik perusahaan untuk diintegrasikan dengan fasilitas charging (pengisian daya) dan swapping (penukaran baterai) motor listrik.

Menurut Eko, Pertamina Patra Niaga telah melakukan pengembangan green energy station (GES) di berbagai wilayah Indonesia untuk menjadi salah satu penopang Program Molinas.

Hingga saat ini, 837 SPBU Pertamina dikembangkan menjadi GES.

Sebanyak 112 unit EV charging station dan 122 unit battery swapping station telah tersedia di SPBU untuk mendukung kebutuhan kendaraan listrik, termasuk motor listrik.

"Transformasi SPBU menjadi green energy station melalui penyediaan infrastruktur pengisian dan penukaran baterai ini merupakan wujud nyata kesiapan kami dalam menghadirkan ekosistem energi masa depan yang andal dan mudah diakses oleh masyarakat," ungkap Eko Ricky.

Sinergi tiga pilar BUMN ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kemandirian industri kendaraan listrik dalam negeri, sekaligus mendukung target pemerintah dalam menurunkan emisi karbon di sektor transportasi secara berkelanjutan.

Program Molinas merupakan inisiatif strategis nasional yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kemandirian industri kendaraan listrik roda dua di Indonesia, mulai dari komponen lokal, manufaktur, baterai, hingga layanan purnajual.

"Melalui kolaborasi strategis antar-BUMN ini, kami optimistis ekosistem kendaraan listrik nasional tidak hanya sekadar tumbuh, tetapi benar-benar mandiri dan berdaya saing global demi masa depan energi Indonesia yang lebih bersih," sebut Eko Ricky. (end)

Baca Selengkapnya

30 Oktober 2026
KUNCI DAUD KURANGI KEPEMILIKAN SAHAM TRIN
PT Kunci Daud Indonesia selaku pemegang saham pengendali PT. Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 30 Oktober 2026.

Manajemen TRIN dalam keterangan tertulisnya (30/10) menyampaikan bahwa Kunci Daud telah menjual sebanyak 35.940.700 lembar saham di harga Rp240 per saham

"Tujuan pembelian saham adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Kunci Daud di TRIN menjadi 1,57 miliar lembar saham (34,56%) dibandingkan sebelumnya 1,60 miliar lembar saham (35,35%). (end)

Baca Selengkapnya

30 Oktober 2026
PGN SOLUTION DAN DIREKTORAT METROLOGI PERKUAT AKURASI ALAT UKUR GAS
PT PGN Solution, bagian dari Subholding Gas PT Pertamina (Persero), memperkuat kolaborasi dengan Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan keandalan akurasi alat ukur gas bumi.

Direktur Operasi PGN Solution Agoeng Pratomo Noegroho dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan akurasi alat ukur gas serta mendukung keandalan operasional infrastruktur gas sesuai dengan ketentuan metrologi yang berlaku.

Sinergi ini diresmikan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama terkait pelaksanaan tera dan/atau tera ulang meter gas beserta alat perlengkapannya di Kantor Direktorat Metrologi Kemendag, Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/10/2026).

Melalui kerja sama ini, kedua pihak mendorong optimalisasi pemanfaatan fasilitas kalibrasi untuk mendukung proses pengujian alat ukur gas, termasuk pemanfaatan fasilitas kalibrator milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), selaku Subholding Gas Pertamina, dalam pelaksanaan tera dan/atau tera ulang meter turbin gas beserta perlengkapannya.

"Pengukuran gas yang akurat merupakan salah satu aspek dalam mendukung kegiatan operasional dan niaga energi," sebut Agoeng.

Keandalan alat ukur krusial untuk memastikan kesesuaian hasil pengukuran volume gas, sehingga dapat mendukung proses pencatatan dan pengelolaan penyaluran gas secara lebih akurat.

Oleh karena itu, pelaksanaan tera dan tera ulang menjadi bagian penting dalam memastikan alat ukur memenuhi persyaratan teknis dan ketentuan yang berlaku.

Agoeng menambahkan kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas dan memperkuat dukungan terhadap keandalan sistem pengukuran gas, termasuk di lingkungan Subholding Gas Pertamina.

"Melalui kerja sama ini, kami berharap pemanfaatan fasilitas kalibrasi dapat semakin optimal dalam mendukung pelaksanaan tera dan tera ulang meter gas. Hal ini menjadi bagian dari komitmen PGAS Solution untuk terus meningkatkan keandalan pengukuran, menjaga akurasi alat ukur, serta mendukung kegiatan operasional sektor energi yang aman serta sesuai dengan standar yang berlaku," ujarnya.

Agoeng melanjutkan melalui dukungan fasilitas yang memadai dan kolaborasi dengan instansi berwenang, PGN Solution berupaya mendukung proses pengukuran gas yang andal sebagai salah satu elemen penting dalam menjaga kualitas operasional dan layanan.

Ke depan, PGAS Solution terus berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, meningkatkan keandalan layanan kalibrasi dan pengukuran gas, serta mendukung operasional industri energi yang aman, akurat, dan berkelanjutan. (end/ant)

Baca Selengkapnya

30 Oktober 2026
BANK GANESHA PERKUAT PENYALURAN KREDIT DAN JAGA FUNDAMENTAL BISNIS PADA TRIWULAN III 2026
PT Bank Ganesha Tbk (Bank Ganesha) terus memperkuat kinerja bisnis hingga Triwulan III 2026 melalui optimalisasi penyaluran kredit, pengelolaan pendanaan yang terukur, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan usaha. Di tengah dinamika industri perbankan yang terus berkembang, Bank Ganesha berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan pengelolaan sumber daya secara efektif untuk mendukung pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Per 30 September 2026, total aset Bank Ganesha tercatat sebesar Rp10,88 triliun, dengan penyaluran kredit mencapai Rp6,32 triliun. Dibandingkan posisi 31 Desember 2025, kredit tumbuh sekitar 8,6% dari Rp5,82 triliun. Pertumbuhan tersebut mencerminkan upaya Perseroan dalam memperkuat fungsi intermediasi perbankan melalui penyaluran pembiayaan yang terukur, selektif, dan berorientasi pada kualitas aset dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Dalam siaran pers BGTG (30/10) Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp6,82 triliun pada akhir September 2026. Struktur DPK ditopang oleh giro sebesar Rp882,66 miliar, tabungan sebesar Rp683,23 miliar, dan deposito sebesar Rp5,25 triliun. Pengelolaan struktur pendanaan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Ganesha dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan likuiditas, kesinambungan penyaluran kredit, dan efisiensi biaya dana.

Pada aspek profitabilitas, Bank Ganesha membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp224,61 miliar dan laba setelah pajak sebesar Rp175,19 miliar hingga 30 September 2026. Capaian ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam mempertahankan kinerja yang positif di tengah dinamika bisnis perbankan, sekaligus menjadi landasan untuk terus memperkuat efektivitas pengelolaan aset dan liabilitas serta meningkatkan kualitas pertumbuhan bisnis.

Ke depan, Bank Ganesha akan terus mengarahkan strategi bisnis pada pertumbuhan kredit yang berkualitas, penguatan basis pendanaan, pengelolaan likuiditas secara prudent, serta peningkatan efektivitas operasional dan pengendalian risiko. Penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), manajemen risiko yang memadai, dan kepatuhan terhadap ketentuan regulator selalu menjadi landasan utama dalam setiap pengambilan keputusan.

Dengan berlandaskan fundamental bisnis yang terjaga dan strategi yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan, Bank Ganesha berkomitmen untuk terus meningkatkan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung perkembangan sektor perbankan dan perekonomian nasional. (end)






Baca Selengkapnya

30 Oktober 2026
LABA BERSIH PANI NAIK 145% MENJADI RP1,9 TRILIUN DI KUARTAL III 2026
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) merupakan salah satu pengembang properti terkemuka yang berlokasi di kawasan strategis Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), sebuah kota mandiri modern berskala besar yang membentang di kawasan pesisir utara Jakarta hingga Banten. Didukung konektivitas prima menuju Bandara Soekarno-Hatta via Tol KATARAJA, PANI terus berinovasi menghadirkan kawasan hunian dan komersial modern yang adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Dalam siaran pers PANI (30/10) Pertumbuhan kawasan yang pesat serta portofolio proyek yang solid menjadikan PANI sebagai pilihan investasi jangka panjang yang menjanjikan, baik bagi investor ritel maupun institusi, lokal hingga mancanegara. PANI mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026.

Pada periode tersebut, PANI telah membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,7 triliun, meningkat 19% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp1,9 triliun, meningkat 145% YoY. Kinerja keuangan PANI terutama ditopang oleh serah terima lahan komersial (commercial land plots) di kawasan CBD PIK2, yang mencakup sekitar 60% dari total pendapatan perusahaan.

Sementara itu, segmen residensial berkontribusi sebesar 21% terhadap total pendapatan. Serah terima unit pada segmen ini meliputi Manhattan Residence, Rumah Milenial, Permata Hijau Residence, Bukit Nirmala, Pantai Bukit Villa, Pasir Putih Residence, Sapporo Residence, Pasadena Spring, dan Ilona @Pasadena Hills.

Segmen komersial mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% YoY dengan kontribusi terhadap pendapatan total sebesar 16%. Serah terima produk komersial meliputi SOHO Manhattan, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, Rukan Pasadena Walk, Rukan Little Siam, dan Rukan Marina Bay. Serah terima pada segmen residensial maupun komersial seluruhnya mencakup proyek-proyek yang berlokasi di kawasan PIK2, Kabupaten Tangerang, Banten. Sebagai salah satu emiten properti terdepan, kuartal tiga tahun ini total aset PANI konsisten meningkat menjadi Rp51,1 triliun, naik dari posisi Rp50,6 triliun per 31 Desember 2025.

Aset ini menjadi modal utama perseroan dalam mendanai operasional dan kelanjutan mega proyek perkotaan terpadu di kawasan PIK2. Di periode yang sama total liabilitas berhasil ditekan turun menjadi Rp16,9 triliun, lebih rendah sekitar 10,4% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp18,9 triliun.

Penurunan kewajiban ini dipicu oleh realisasi serah terima produk properti kepada konsumen yang berjalan lancar.

Di laporan yang sama, PANI mencatat pertumbuhan ekuitas yang kuat. Kenaikan total ekuitas sebesar 8% ditopang oleh kombinasi akumulasi laba bersih berjalan serta realisasi dana segar dari PMTHMETD IV (Private Placement) yang dieksekusi pada akhir Juni 2026. Melalui aksi tersebut, PANI menyerap dana sekitar Rp498 miliar sehingga struktur modal lebih tangguh dan tercermin dari rasio utang terhadap modal (Debt-to-Equity Ratio / DER) PANI menjadi 0.01x dimana jika dibandingkan dengan periode lalu sebesar 0.02x

Saat ini, PANI mengelola total cadangan lahan seluas 1.828 ha melalui 12 entitas anak, dengan total nilai persediaan sebesar Rp38,3 triliun. Didukung hal tersebut, PANI berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dan terus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Sambutan Jajaran Direksi

Presiden Direktur PANI, Bapak Sugianto Kusuma, menyampaikan beberapa catatan penting seputar kinerja keuangan perusahaan hingga 30 September 2026:

"Kondisi keuangan kuartal tiga cukup solid dan kami terus menjalankan kegiatan usaha secara konsisten, tidak ada perubahan signifikan namun kami berusaha beradaptasi dengan perkembangan pasar dan perubahan kondisi ekonomi yang terjadi. Fokus kami tetap pada pengembangan PIK2 sebagai kawasan terpadu yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan".

"Strategi pengembangan PIK2 dilakukan melalui peningkatan konektivitas kawasan melalui Tol KATARAJA yang telah beroperasi parsial sejak tahun lalu serta kehadiran Nusantara International Convention Exhibition (NICE) turut mendorong aktivitas MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions) di PIK2. Sebagai pengembang kawasan PIK2, kami optimis akan potensi pertumbuhan aktivitas di kawasan PIK2, dan kami lanjutkan pembangunan Hilton Hotel PIK2, hotel bintang lima setinggi 20 lantai dan 271 kamar yang diperkirakan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2027". (end)



Baca Selengkapnya

  • 1