hero
hero

PT Panin Sekuritas Tbk.

Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt.17, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 SCBD, RT.5/RW.3, Senayan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12190
hero

Bantuan

(021) 29773655
081119955115
care@pans.co.id

Download Aplikasi

hero
hero
| POST by Panin Sekuritas telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
LPS
IDX
KSEI
IDCLEAR
SIPF
logo
logo
ellipse 7ellipse 6

Mulai Sekarang!

Tumbuhkan asetmu bersama Panin Sekuritas dan raih target investasi Anda
hero
hero
hero
hero
hero
Keuangan Yang Sehat

Panin Sekuritas didukung oleh permodalan yang kuat, pengelolaan risiko yang prudent, serta strategi bisnis yang berkelanjutan.

Riset Data Mendalam

Panin Sekuritas didukung oleh tim riset berpengalaman yang memiliki kapabilitas dalam melakukan analisis saham secara komprehensif.

Aman Dan Terpercaya

Lebih dari 35 tahun Panin Sekuritas melayani dengan terus mengutamakan keamanan data nasabah.

Pasar Terkini

COMPOSITE
5.439,258
51,353 (+ 0.95 %)
Note: This chart data is delayed by 10 minutes.
BBCABank Central Asia Tbk.
5025
-150 (-2.9%)
BBRIBank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
2910
10 (0.3%)
BUVABukit Uluwatu Villa Tbk.
378
64 (20.4%)
VKTRVKTR Teknologi Mobilitas Tbk.
400
58 (17.0%)
SMLESinergi Multi Lestarindo Tbk.
300
-22 (-6.8%)

Pasar & Berita

Pasar & Berita

24 Oktober 2026
BANK MANDIRI CATAT PERTUMBUHAN LABA 20,7 PERSEN PER SEPTEMBER 2026
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,5 triliun per September 2026, atau tumbuh 20,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

"Pencapaian ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang sehat, peningkatan transaksi digital, serta produktivitas yang terus membaik," kata Direktur Keuangan Bank Mandiri Novita Widya Anggraini dalam Paparan Publik Laporan Keuangan Triwulan III/2026 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk secara daring di Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut, Novita mengatakan pertumbuhan laba harus dapat berjalan seiring dengan kualitas layanan dan keberlanjutan perseroan dalam jangka panjang.

Ia menambahkan, perseroan juga berkomitmen memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui kinerja bisnis yang kuat.

"Sepanjang tahun 2026 Bank Mandiri telah membagikan dividen sebesar Rp50,6 triliun. Ini merupakan wujud komitmen manajemen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kekuatan permodalan, dan imbang hasil yang optimal serta keberlanjutan bagi investor," ujar Novita.

Kinerja keuangan Bank Mandiri juga terus menunjukkan pertumbuhan yang solid di tengah dinamika industri perbankan, katanya menambahkan.

"Hingga September 2026, pendapatan tumbuh sehat sebesar 7,08 persen secara tahunan menjadi Rp97,3 triliun, didukung oleh pertumbuhan kredit yang solid. Di saat yang sama, pendapatan non-bunga tumbuh lebih tinggi sebesar 13,8 persen menjadi Rp29,4 triliun seiring meningkatnya aktivitas transaksi dan layanan perbankan," kata Novita. (end/ant)


Baca Selengkapnya

24 Oktober 2026
TELKOM AKSES DUKUNG PENATAAN INFRASTRUKTUR TELEKOMUNIKASI DI BERBAGAI KOTA
PT Telkom Akses (Telkom Akses), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), senantiasa mendukung upaya pemerintah dalam menata infrastruktur telekomunikasi, termasuk melalui pemindahan kabel udara ke jaringan bawah tanah. Upaya ini menjadi bagian dari langkah bersama untuk mewujudkan infrastruktur perkotaan yang lebih tertata, aman, dan selaras dengan tata ruang, sekaligus memastikan masyarakat dan dunia usaha tetap memperoleh layanan konektivitas yang andal.

Salah satu implementasi dukungan tersebut dilakukan di Kota Bandung melalui program Bandung Bebas Kabel Udara yang digagas Pemerintah Kota Bandung. Program ini dilaksanakan dalam skema Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT), yang mendorong penataan jaringan utilitas melalui pemanfaatan infrastruktur bawah tanah secara terintegrasi. Bagi Telkom Akses, keterlibatan dalam program ini menjadi pengalaman penting untuk memperkuat kesiapan teknis dan operasional dalam mendukung penataan jaringan telekomunikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui program tersebut, Telkom Akses melakukan penataan jaringan pada 81 ruas jalan di Bandung dengan memanfaatkan infrastruktur pasif telekomunikasi (IPT) bawah tanah yang dikelola PT Bandung Infra Investama (Perseroda), badan usaha milik daerah Kota Bandung. Hingga Oktober 2026, sebanyak 54 ruas jalan telah rampung ditata. Proses ini didukung pengerahan 200 teknisi yang bersiaga selama 24 jam untuk menjaga kontinuitas layanan lebih dari 10.000 pelanggan selama pemindahan jaringan berlangsung.

Direktur Utama Telkom Akses, Irphan Wijaya, menyampaikan bahwa penataan kabel udara merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan infrastruktur kota yang lebih tertata sekaligus mempertahankan kualitas layanan telekomunikasi. Pengalaman pelaksanaan program di Bandung juga menjadi pembelajaran penting bagi Telkom Akses dalam mendukung inisiatif serupa di berbagai wilayah Indonesia.

"Telkom Akses senantiasa mendukung program pemerintah dalam penataan infrastruktur telekomunikasi, termasuk penataan kabel udara agar lingkungan menjadi lebih tertib tanpa mengesampingkan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas yang andal. Pelaksanaan di Bandung menjadi salah satu pembelajaran penting bagi kami dalam memperkuat kesiapan sumber daya, koordinasi, dan proses operasional untuk mendukung program serupa di wilayah lain," ujar Irphan.

Dalam pelaksanaannya, penataan jaringan membutuhkan koordinasi erat antara tim operasi dan konstruksi, terutama untuk memastikan kesiapan jalur pengganti sebelum kabel udara dipindahkan. Telkom Akses mengerahkan sumber daya tambahan dari berbagai area operasional, memperkuat tim swakelola, serta melengkapi teknisi dengan peralatan kerja yang dibutuhkan. Koordinasi dilakukan secara berkala agar setiap tahapan pekerjaan berjalan terencana dan risiko gangguan layanan dapat diminimalkan.

Sebelum proses pemindahan dilakukan, teknisi memvalidasi data dan memetakan jaringan di setiap lokasi untuk menentukan prioritas pengamanan layanan. Proses ini mencakup jaringan pendukung layanan seluler (Node B), layanan data korporat, hingga pelanggan ritel. Pemetaan tersebut menjadi dasar bagi tim untuk menentukan metode penanganan yang sesuai dengan kondisi infrastruktur dan kebutuhan layanan di masing-masing lokasi.

Di lapangan, proses pemindahan jaringan juga menghadapi tantangan teknis, salah satunya penggunaan manhole secara bersama oleh sejumlah operator telekomunikasi. Kondisi tersebut mengharuskan teknisi menelusuri dan mengidentifikasi kabel secara cermat agar jaringan dapat dipindahkan ke jalur yang sesuai. Koordinasi antartim dan ketelitian dalam proses identifikasi menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan berlangsung aman dan meminimalkan potensi gangguan. Dengan mengedepankan koordinasi bersama pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, Telkom Akses berkomitmen mendukung penataan infrastruktur telekomunikasi yang lebih terintegrasi, sekaligus menjaga konektivitas sebagai kebutuhan penting masyarakat dan dunia usaha.

Ke depan, Telkom Akses akan terus memperkuat kapabilitas teknis, kesiapan sumber daya, dan koordinasi lintas pihak untuk mendukung program penataan infrastruktur telekomunikasi di berbagai wilayah Indonesia. Melalui dukungan terhadap penataan jaringan yang terintegrasi dengan SJUT, Telkom Akses berkomitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih tertata sekaligus menjaga keberlangsungan konektivitas sebagai fondasi aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi digital. (end)

Baca Selengkapnya

24 Oktober 2026
TERANG ANUGERAH TAMBAH KEPEMILIKAN SAHAM HRTA
PT. Terang Anugrah Abadi selaku pemegang saham pengendali PT. Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 20 Oktober 2026.

Manajemen HRTA dalam keterangan tertulisnya (23/10) menyampaikan bahwa Terang Anugrah telah membeli sebanyak 200.000 lembar saham HRTA di harga Rp1.550 per saham.

"Tujuan transaksi ini adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham tidak langsung,"tuturnya.

Pasca transaksi maka kepemilikan saham Terang Anugrah di HRTA menjadi 3.277.248.000 lembar saham setara dengan 71,16% dibandingkan sebelumnya sebanyak 3.277.048.000 lembar saham. (end)

Baca Selengkapnya

24 Oktober 2026
ANTISIPASI INFLASI JELANG NATARU, PEMERINTAH PERKUAT RANTAI PASOK PANGAN
Pemerintah terus memperkuat konektivitas dan rantai pasok pangan, termasuk di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), guna menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di tengah risiko perubahan iklim. Upaya tersebut membutuhkan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi antarwilayah.

"Kemudian yang mendesak permintaan Natal dan Tahun Baru. Nataru akan segera datang. Karena itu, produksi, konektivitas, dan efisiensi rantai pasok perlu diperkuat," ungkap Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo saat menyampaikan keynote speech dalam kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Sulampua Tahun 2026 yang diselenggarakan di Makassar, Jumat (23/10).

Salah satu tantangan yang perlu diantisipasi adalah kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, terutama cabai. Inflasi pangan tercatat mencapai 5,03% dengan kenaikan harga cabai merah besar sebesar 25,8%, cabai merah keriting sebesar 22%, dan cabai rawit sebesar 5,07%. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memastikan pasokan pangan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan, sekaligus mengatasi gangguan distribusi yang berpotensi memicu kenaikan harga meskipun stok tersedia.

Untuk merespons tantangan tersebut, Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi menetapkan 5 arahan, yakni optimalisasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani dan nelayan, perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara wilayah surplus dan defisit, memitigasi dampak El Nino melalui penguatan irigasi, pengaturan pola tanam, dan sistem peringatan dini, serta memperkuat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah bersama Bank Indonesia dan Perum BULOG.

Lebih lanjut, upaya menjaga daya beli masyarakat juga didukung Paket Stimulus Tahap II senilai Rp26,34 triliun. Paket tersebut mencakup insentif sebesar Rp2,04 triliun, program magang dan vokasi sebesar Rp6,26 triliun, serta bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun. Program magang menjangkau 150 ribu peserta, sedangkan bantuan beras sebanyak 10 kg menyasar 33,24 juta penerima manfaat. Pemerintah juga menjalankan SPHP kedelai senilai Rp500 miliar untuk mendukung perajin tahu dan tempe. Ketepatan penyaluran program tersebut menjadi penting agar manfaatnya dirasakan masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.

Kemudian, penguatan rantai pasok menjadi semakin penting bagi Sulampua yang menghadapi tantangan geografis dan konektivitas antardaerah. Pada triwulan II 2026, ekonomi Sulawesi tumbuh 6,95% (yoy), sedangkan Maluku dan Papua tumbuh 4,46% (yoy). Optimalisasi pelabuhan, konektivitas laut, dan fasilitas rantai dingin diperlukan untuk menekan kehilangan hasil, mengurangi disparitas harga, serta memperluas akses pasar bagi produsen pangan lokal.

Guna mendukung potensi ekonomi kawasan tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan mengoordinasikan BUMN logistik dalam proyek percontohan kerja sama antardaerah di Sulampua, dimulai dari komoditas penyumbang inflasi, disertai optimalisasi layanan dan tarif distribusi. Petani dan nelayan juga dihubungkan dengan mitra pembeli (off-taker), termasuk Perumda, BUMD, KDKMP, KMP, dan SPPG, guna memperkuat akses pasar dan penyerapan hasil produksi.

Melalui kolaborasi Bank Indonesia, Kementerian/Lembaga terkait, serta TPID, setiap kerja sama antardaerah diarahkan memiliki target volume, biaya distribusi, dan dampak harga yang terukur. Penguatan konektivitas dan akses pasar diharapkan dapat menjaga ketersediaan serta keterjangkauan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Dengan demikian, ketahanan pangan Sulampua semakin kuat menghadapi risiko iklim dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.

"Saya berharap seluruh BUMN yang terlibat di dalam suplai dan pasokan tadi, itu kita tingkatkan sinergi. Karena tantangan untuk inflasi di kuartal keempat pada tahun 2026 itu sudah ada di depan mata. Dan insyaallah di bawah arahan Bapak Presiden, insyaallah kita akan bisa mengendalikan inflasi sesuai dengan target sehingga rakyat kita daya belinya akan selalu terjaga," pungkas Wamenko Dradjad. (end)


Baca Selengkapnya

23 Oktober 2026
BAHLIL LAPOR PRABOWO PENERIMAAN SEKTOR ENERGI DAN MINERBA MENINGKAT
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa penerimaan negara di sektor energi serta mineral dan batu bara terus meningkat.

Hal itu sampaikan Bahlil pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10), sebagaimana keterangan yang diterima, Jumat.

Bahlil melaporkan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) periode Januari-Oktober 2026 mencapai Rp127,74 triliun, mendekati target APBN sebesar Rp133,63 triliun.

Pemerintah bahkan menargetkan penerimaan hingga Rp165 triliun untuk membantu memperkuat ruang fiskal negara, termasuk dalam pembiayaan subsidi BBM.

"Target kita nanti untuk membantu Menteri Keuangan dalam rangka menambal defisit terhadap subsidi BBM itu kita akan mencapai Rp165 triliun Pak Menteri Keuangan. Jadi, surplus sekitar Rp30 triliun, ini untuk PNBP," ujar Bahlil. (end/ant)

Baca Selengkapnya

23 Oktober 2026
NILAI TUKAR RUPIAH MELEMAH TERHADAP DOLAR AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, bergerak melemah 5 poin atau 0,028 persen menjadi Rp18.071 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.066 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, menilai pelemahan rupiah dipengaruhi data klaim pengangguran awal AS lebih baik dari perkiraan.

"Data klaim pengangguran awal AS untuk pekan yang berakhir pada 17 Oktober tercatat lebih baik dari perkiraan, yakni sebesar 194 ribu," ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Angka tersebut yang berada di bawah estimasi maupun angka sebelumnya sebesar 200 ribu sekaligus mencapai level terendah dalam hampir 57 tahun terakhir.

Sentimen lainnya berasal dari kekhawatiran akan adanya gangguan lebih lanjut pada pasokan energi menyusul serangan kelompok Ansarullah Yaman (Houthi) terhadap Arab Saudi.

Saudi Aramco pada hari Kamis (22/10) memerintahkan evakuasi kantor pusatnya di Dhahran, yang terletak di kawasan Teluk dekat Bahrain, seiring dengan meningkatnya pertempuran antara eksportir minyak mentah terbesar di dunia tersebut dan kelompok Ansarullah yang berbasis di Yaman.

"Bentrokan antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional terus berkecamuk sejak kelompok Houthi bergerak maju menuju Bab el-Mandeb, sebuah jalur pelayaran strategis di mulut Laut Merah," ujar Ibrahim. (end/ant)


Baca Selengkapnya

  • 1