4 November 2026PERKUAT PEMBIAYAAN PERUMAHAN, MENTERI PKP APRESIASI TEROBOSAN BTN
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung Program 3 Juta Rumah melalui perluasan akses pembiayaan dan berbagai inovasi di sektor perumahan. Tidak hanya melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), BTN juga mengoptimalkan Kredit Program Perumahan (KPP) serta mengembangkan solusi pembiayaan untuk meningkatkan ketersediaan dan kelayakan hunian bagi masyarakat.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam pertemuan bersama Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu dan jajaran Direksi BTN di Jakarta, Senin (2/11/2026).
"BTN memiliki terobosan-terobosan baru yang baik dan bagus dalam mendukung percepatan progres rumah subsidi FLPP," ujar Maruarar.
Menteri PKP juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi BTN dalam mendukung program perumahan nasional, khususnya melalui penyaluran FLPP dan KPP.
"Saya berterima kasih atas capaian-capaian yang telah dilakukan BTN dalam mendukung Kementerian PKP terkait program perumahan, khususnya rumah subsidi FLPP dan KUR Perumahan," katanya.
Percepatan Program 3 Juta Rumah membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, BP Tapera, pengembang, hingga industri perbankan. Penyaluran FLPP sendiri melibatkan sejumlah bank penyalur, termasuk BTN dan Bank Syariah Nasional (BSN), sehingga perluasan akses rumah subsidi menjadi bagian dari upaya bersama dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional.
Di luar FLPP, BTN juga mendukung penguatan ekosistem perumahan melalui KPP yang mencakup pembiayaan dari sisi penyediaan (supply) maupun permintaan (demand). Berdasarkan data penyaluran yang telah dipublikasikan sebelumnya, BTN telah menyalurkan KPP secara kumulatif sebesar Rp7,4 triliun, terdiri atas Rp5,4 triliun KPP Supply dan Rp2 triliun KPP Demand.
Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan BTN adalah Home Power, yakni skema pembiayaan tambahan untuk membantu masyarakat melengkapi kebutuhan rumah agar lebih siap ditempati. Program tersebut masih dalam tahap uji coba di Bogor dengan target awal sebanyak 40 unit rumah.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan, melalui skema tersebut, pengembang terlebih dahulu menyelesaikan pembangunan rumah. BTN kemudian dapat memberikan tambahan pembiayaan hingga 30% dari plafon awal untuk kebutuhan pengisian atau perlengkapan rumah, dengan pelaksanaan yang tetap mengacu pada ketentuan pembiayaan yang berlaku.
"Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya bisa membeli rumah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melengkapi kebutuhan di dalamnya. Karena itu, kami menawarkan pembiayaan dengan bunga yang terjangkau agar masyarakat tidak perlu mencari pinjaman dari pihak lain yang bunganya lebih tinggi," ujar Nixon.
Selain pembiayaan hunian baru, BTN tengah mengembangkan KPR Recycle sebagai alternatif untuk mengoptimalkan kembali pemanfaatan rumah eksisting yang dapat dipasarkan kepada masyarakat.
Nixon mengatakan, BTN sedang menyiapkan sekitar 30.000 rumah untuk dipasarkan kembali melalui program tersebut. Perbaikan kondisi bangunan menjadi bagian dari persiapan agar rumah-rumah tersebut dapat kembali dimanfaatkan sebagai hunian yang layak.
"Sebelum dipasarkan, kami juga akan memastikan kondisinya diperbaiki terlebih dahulu, mulai dari pengecatan ulang hingga perbaikan bagian atap dan dinding, sehingga rumahnya bisa kembali layak huni dan terlihat seperti baru," jelas Nixon.
Di sisi permintaan, BTN juga memperluas pendekatan pembiayaan berbasis komunitas melalui penjajakan kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan, termasuk Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Bersama Muhammadiyah, BTN tengah menyiapkan program RumahMU atau Rumah Muhammadiyah untuk menjangkau kebutuhan hunian para guru dan pegawai di lingkungan sekolah, rumah sakit, yayasan, serta perguruan tinggi Muhammadiyah. Program tersebut direncanakan diperkenalkan pada 12 November 2026 di Palu, bertepatan dengan kegiatan Tanwir Muhammadiyah.
"Dengan menyasar komunitas yang sudah memiliki ekosistem sendiri, kami berharap proses penyaluran pembiayaan bisa lebih terarah, termasuk dalam hal administrasi dan pembayaran angsuran," kata Nixon.
Sementara itu, BTN juga mendukung pengembangan hunian di kawasan perkotaan yang memiliki akses transportasi publik, salah satunya melalui proyek hunian di Manggarai, Jakarta.
Menurut Nixon, sekitar 1.500 orang telah melakukan pemesanan peminatan. Pengembangan proyek tersebut masih menunggu penyelesaian proses perizinan oleh KAI sebelum dapat memasuki tahapan selanjutnya.
"Kami melihat minat terhadap hunian di tengah kota cukup tinggi, terutama hunian yang lokasinya dekat dengan akses transportasi," ujarnya.
Melalui penguatan FLPP, KPP, serta berbagai inovasi pembiayaan tersebut, BTN terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau. Kolaborasi dengan Kementerian PKP, BP Tapera, bank-bank penyalur, pengembang, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting untuk mendorong percepatan Program 3 Juta Rumah secara berkelanjutan. (end)
Baca Selengkapnya