hero
hero

PT Panin Sekuritas Tbk.

Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt.17, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 SCBD, RT.5/RW.3, Senayan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12190
hero

Bantuan

(021) 29773655
081119955115
care@pans.co.id

Download Aplikasi

hero
hero
| POST by Panin Sekuritas telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
LPS
IDX
KSEI
IDCLEAR
SIPF
logo
logo
ellipse 7ellipse 6

Mulai Sekarang!

Tumbuhkan asetmu bersama Panin Sekuritas dan raih target investasi Anda
hero
hero
hero
hero
hero
Keuangan Yang Sehat

Panin Sekuritas didukung oleh permodalan yang kuat, pengelolaan risiko yang prudent, serta strategi bisnis yang berkelanjutan.

Riset Data Mendalam

Panin Sekuritas didukung oleh tim riset berpengalaman yang memiliki kapabilitas dalam melakukan analisis saham secara komprehensif.

Aman Dan Terpercaya

Lebih dari 35 tahun Panin Sekuritas melayani dengan terus mengutamakan keamanan data nasabah.

Pasar Terkini

COMPOSITE
5.446,741
58,836 (+ 1.09 %)
Note: This chart data is delayed by 10 minutes.
SMLESinergi Multi Lestarindo Tbk.
300
-22 (-6.8%)
BUVABukit Uluwatu Villa Tbk.
366
52 (16.6%)
BBCABank Central Asia Tbk.
5125
-50 (-1.0%)
BBRIBank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
2910
10 (0.3%)
ASLIAsri Karya Lestari Tbk.
314
24 (8.3%)

Pasar & Berita

Pasar & Berita

23 Oktober 2026
TUNGGAL JAYA TAMBAH KEPEMILIKAN SAHAM IMPC
PT Tunggal Jaya Investama selaku pemegang saham PT. Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 20 Oktober 2026.

Manajemen IMPC dalam keterangan tertulisnya (22/10) menuturkan bahwa Tunggal Jaya telah membeli sebanyak 150.000.000 lembar saham di harga Rp813 per saham

"Tujuan dari transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca transaksi maka kepemilikan saham Tunggal Jaya di IMPC menjadi 21,3 miliar lembar saham (38,80%) dibandingkan sebelumnya sebanyak 21,15 miliar lembar saham (38,53%). (end)


Baca Selengkapnya

23 Oktober 2026
BAKTI BCA GELAR BABAK FINAL TEACHER TECH CHAMPIONSHIP 2026 DI JAKARTA
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui payung program creating shared value (CSV) Bakti BCA menggelar babak final Teacher Tech Championship (TTC) 2026 di Jakarta, Rabu (21/10). Ajang kompetisi dan pengembangan profesional guru SMA/MA ini pada edisi 2026 hadir khusus untuk para pengajar di Pulau Sulawesi. Ada lebih dari 350 tim meramaikan TTC 2026, dan setelah melewati rangkaian babak penyisihan hingga final terpilihlah para pemenang dari ajang tahunan ini.

Terdapat 6 tim yang beradu ide dan gagasan pada final TTC 2026, yaitu tim MAN 2 Kota Makassar (Sulawesi Selatan), SMA Negeri 2 Bitung (Sulawesi Utara), SMAN 1 Kendari (Sulawesi Tenggara), MAN Pinrang (Sulawesi Selatan), SMAN 1 Kabila (Gorontalo), dan MAN 3 Kota Makassar (Sulawesi Selatan). Setelah melalui tahap penilaian yang komprehensif, tim SMAN 2 Bitung dengan karya bertajuk Saver-Kit terpilih sebagai pemenang pertama TTC 2026.

"Selamat kepada semua peserta, finalis, dan pemenang Teacher Tech Championship 2026. Kalian adalah juara dari Sulawesi, yang terbukti punya inovasi dan kreatifitas besar dalam membangun masa depan bangsa. Kami sangat mengapresiasi segala ide dari seluruh peserta Teacher Tech Championship 2026. BCA berharap seluruh inovasi guru-guru hebat asal Sulawesi berlanjut implementasinya di sekolah masing-masing, dan dapat mencetak generasi muda yang adaptif, inovatif, serta siap menghadapi tantangan. BCA berkomitmen mendukung upaya-upaya produktif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia," kata Direktur BCA Antonius Widodo.

Berikut daftar lengkap pemenang TTC 2026:

- Pemenang pertama: SMAN 2 Bitung (Karya: Saver-Kit)
- Pemenang kedua: SMAN 1 Kendari (Karya: Ajari AI)
- Pemenang ketiga: MAN 3 Kota Makassar (Karya: Chemission Weblab)
- Runner up I: MAN 2 Kota Makassar (Karya: Kimora)
- Runner up II: SMAN 1 Kabila (Karya: Ti Senang)
- Runner up III: MAN Pinrang (Karya: Mathrack)

TTC 2026 merupakan bagian dari upaya BCA memperkuat kapasitas dan relevansi guru SMA/MA di Pulau Sulawesi melalui pemanfaatan metode Science, Technology, Engineering, and Math (STEM). Lewat kompetisi ini, para guru didorong mengembangkan inovasi koding dasar dan akal imitasi (AI) demi menciptakan alat bantu ajar interaktif yang mendukung pendekatan Deep Learning (pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan).

Para guru di Sulawesi menunjukkan antusiasme tinggi menyambut program ini, tercermin dari jumlah pendaftar yang melampaui 350 peserta dari 6 provinsi, yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah. Perjalanan para peserta dimulai dari babak penyisihan secara online, yang menyaring peserta menjadi 12 tim semifinalis. Para semifinalis ini difasilitasi untuk mengikuti pelatihan intensif (bootcamp) hingga puncak rangkaian program pada babak final.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan "Di Teacher Tech Championship, guru tidak hanya berkompetisi, tetapi berinvestasi pada peningkatan kompetensi. Kami berharap setiap inovasi yang lahir akan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi para siswa".

Sebagai wujud apresiasi, Bakti BCA memberikan bantuan pendanaan karya, fasilitas akomodasi penuh, sertifikat, serta tabungan dana pendidikan bagi para pemenang. Khusus bagi tiga tim pemenang utama, Bakti BCA juga memfasilitasi pendaftaran Hak Cipta resmi di DJKI atas karya inovasi yang diciptakan, serta mendukung juara TTC untuk bersaing di kompetisi tingkat nasional.

"Kami percaya, perubahan besar dalam pendidikan selalu dimulai dari para guru yang mau terus berkembang. Melalui pilar Bakti Pendidikan di bawah payung Bakti BCA, BCA berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas SDM Indonesia," tutup Hera. (end)

Baca Selengkapnya

23 Oktober 2026
PENJUALAN MENINGKAT, MKNT BERHASIL CETAK LABA RP15,16 MILIAR
PT Remitra Global International Tbk (MKNT), yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp312,70 miliar sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Angka tersebut melonjak dibandingkan penjualan Rp3,69 miliar sepanjang tahun 2025.

Capaian penjualan ini menjadi penopang utama pemulihan kinerja keuangan perseroan hingga berhasil mencetak laba bersih.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026, perolehan penjualan bersih tersebut mendorong perseroan meraih laba bruto sebesar Rp65,02 miliar. Kinerja ini menunjukkan pembalikan posisi (turnaround) secara signifikan dari rugi bruto sebesar Rp3,83 miliar pada akhir tahun 2025.

Seiring dengan menguatnya penjualan dan margin kotor, MKNT sukses mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp15,16 miliar per akhir September 2026. Angka ini berbalik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perseroan masih mengalami kerugian sebesar Rp1,54 miliar.

Dari sisi operasional pendukung bisnis, perseroan membukukan beban umum dan administrasi sebesar Rp41,15 miliar serta beban penjualan dan pemasaran Rp4,42 miliar. Sementara itu, beban keuangan perseroan selama sembilan bulan pertama 2026 tercatat sebesar Rp4,46 miliar.

Peningkatan aktivitas usaha perseroan turut berdampak pada ekspansi neraca keuangan. Per 30 September 2026, total aset MKNT melonjak 77,87% menjadi Rp1,47 triliun, dibandingkan Rp826,09 miliar pada akhir 2025. Pertumbuhan aset ini terutama ditopang oleh peningkatan nilai persediaan yang mencapai Rp637,37 miliar serta piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp130,11 miliar. Selain itu, perseroan mencatatkan aset tetap bersih sebesar Rp421,81 miliar dan goodwill sebesar Rp52,92 miliar.

Namun, pertumbuhan aset tersebut diimbangi oleh lonjakan posisi kewajiban. Total liabilitas MKNT naik menjadi Rp1,46 triliun per 30 September 2026, dari posisi Rp833,44 miliar pada akhir 2025. Dominasi kewajiban berasal dari liabilitas jangka pendek yang mencapai Rp1,40 triliun, terdiri atas pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp281,56 miliar dan utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp836,88 miliar.

Dengan total liabilitas yang tinggi dan total ekuitas perseroan yang tercatat sebesar Rp5,65 miliar, komposisi struktur permodalan MKNT menunjukkan ekuitas yang relatif sangat kecil dibandingkan total aset dan liabilitasnya.

Sementara itu dari sisi arus kas, perseroan membukukan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp48,47 miliar selama periode sembilan bulan pertama 2026. Hingga akhir September 2026, posisi saldo kas dan bank MKNT tercatat sebesar Rp23,76 miliar. (end)

Baca Selengkapnya

23 Oktober 2026
IDA BAGUS RAI TAMBAH KEPEMILIKAN SAHAM WINE
Ida Bagus Rai Budarsa selaku Direktur Utama dan pemegang saham pengendali PT Hatten Bali Tbk (WINE) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 20 Oktober hingga 22 Oktober 2026.

Manajemena WINE dalam keterangan tertulisnya (22/10) menyampaikan bahwa Ida Bagus Rai telah membeli saham WINE sebanyak 1.142.400 lembar saham diharga Rp106-Rp129 per saham.

"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung," tuturnya.

Pasca transaksi maka kepemilikan saham Ida Bagus Rai Budarsa di WINE bertambah menjadi 1,017 miliar lembar saham (37,538%) dibandingkan dengan sebelumnya sebanyak 1,016 miliar lembar saham (37,495%). (end)


Baca Selengkapnya

23 Oktober 2026
MITRATEL PERLUAS INKLUSI DIGITAL NASIONAL MELALUI SHARED INFRASTRUCTURE
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), memperkuat perannya dalam pemerataan konektivitas digital nasional melalui pengembangan infrastruktur telekomunikasi yang terintegrasi dan efisien. Hal ini disampaikan Direktur Operasi dan Pembangunan Mitratel Hastining Bagyo Astuti saat menjadi panelis dalam Panel Discussion I: Building Indonesia's Sovereign Technology Ecosystem pada Sovereign Tech Summit 2026, Kamis (22/10). Forum diskusi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bali Tech Week (BTW) 2026.

Dalam paparannya, Hastining menekankan pentingnya pendekatan shared infrastructure untuk memperluas akses konektivitas, mengoptimalkan investasi, dan mempercepat pembangunan jaringan telekomunikasi, termasuk di wilayah yang belum terlayani secara optimal.

"Pemerataan konektivitas digital membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada bagaimana infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Melalui shared infrastructure, kami ingin mendorong ekosistem konektivitas yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara lebih merata di seluruh Indonesia," ujar Hastining.

Pendekatan shared infrastructure memungkinkan operator telekomunikasi menggunakan infrastruktur secara bersama-sama. Dengan demikian, investasi dapat dimanfaatkan lebih efisien, pembangunan jaringan berlangsung lebih cepat, dan kapasitas konektivitas dapat diperluas secara berkelanjutan.

Hingga Semester-I 2026, Mitratel memiliki footprints yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mencakup 40.563 menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik sepanjang 59.239 kilometer. Cakupan infrastruktur tersebut menjadi modal penting untuk mendukung perluasan konektivitas sekaligus memperkuat pemanfaatan infrastruktur bersama di berbagai daerah.

Dalam perjalanannya menjadi Next-Generation Tower Company, Mitratel memperluas peran dari penyedia infrastruktur menara telekomunikasi tradisional menuju penyedia ekosistem infrastruktur konektivitas digital yang terintegrasi.

Hastining menyebutkan, untuk mewujudkan aspirasi tersebut, Mitratel mengembangkan kapabilitas yang melengkapi bisnis menara, antara lain melalui layanan fiber connectivity, solusi penyediaan daya atau Power as a Service, serta berbagai peluang bisnis infrastruktur digital yang berdekatan dengan kebutuhan konektivitas.

"Pengembangan ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan operator telekomunikasi dalam memperluas jangkauan, meningkatkan kapasitas jaringan, dan mempercepat implementasi layanan digital," ujarnya.

Pembangunan infrastruktur digital harus dipandang sebagai investasi strategis untuk memperkuat daya saing bangsa, memperluas akses masyarakat terhadap layanan digital, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Dalam konteks tersebut, Mitratel berupaya memperkuat kapabilitas bisnis dan memperluas layanan infrastruktur agar dapat menjawab kebutuhan konektivitas yang semakin beragam.

"Aspirasi Mitratel tidak berhenti pada pembangunan dan pengelolaan menara telekomunikasi. Kami ingin menjadi bagian penting dari ekosistem konektivitas digital Indonesia melalui penyediaan infrastruktur yang terintegrasi, andal, dan berkelanjutan. Dengan memperkuat kolaborasi bersama operator telekomunikasi, pemerintah, dan pelaku industri, kami ingin membantu memastikan bahwa konektivitas tidak hanya tumbuh di pusat-pusat ekonomi, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat dan dunia usaha di berbagai wilayah Indonesia." ujar Hastining.

Pada kesempatan yang sama, Alif Bajara, Expert Team Asosiasi Pengembang Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi (Aspimtel), menilai bahwa pemerataan infrastruktur telekomunikasi merupakan fondasi penting bagi pengembangan ekonomi digital Indonesia. Menurutnya, perluasan konektivitas membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan ekosistem industri yang mampu menciptakan kepastian investasi serta mendorong pemanfaatan infrastruktur secara optimal.

"Pemerataan konektivitas nasional tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan pembangunan jaringan di wilayah yang secara ekonomi sudah matang. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan infrastruktur dapat menjangkau wilayah dengan kebutuhan konektivitas yang tinggi, termasuk daerah yang secara komersial masih menghadapi tantangan. Pemanfaatan shared infrastructure, didukung kepastian investasi dan kebijakan yang kondusif, dapat menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pemerataan akses digital di Indonesia." tutup Alif.

Gelaran BTW 2026 yang diselenggarakan pada 19 Oktober hingga 23 Oktober 2026 mengusung tema "Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further". Melalui partisipasinya dalam BTW 2026, Mitratel menegaskan komitmen untuk terus mengambil bagian dalam percepatan pengembangan ekosistem teknologi dan konektivitas digital Indonesia. (end)

Baca Selengkapnya

23 Oktober 2026
RGAS KANTONGI PENDAPATAN Rp83,03 MILIAR HINGGA KUARTAL III 2026
PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) bersama entitas anak secara resmi merilis laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026. Berdasarkan laporan keuangan tersebut, emiten penunjang industri gas ini mencatatkan kinerja keuangan yang stabil dengan perolehan laba bersih di tengah dinamika pasar.

Hingga kuartal ketiga tahun 2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp83,03 miliar atau turun jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp175,23 miliar.

Perolehan pendapatan ini diiringi dengan efisiensi pada beban pokok pendapatan yang tercatat sebesar Rp60,12 miliar. Dari kalkulasi tersebut, RGAS berhasil mencatatkan laba bruto sebesar Rp22,91 miliar. Setelah dikurangi berbagai komponen beban usaha, beban lain-lain, serta taksiran beban pajak, perseroan mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp3,87 miliar.

Dari total laba komprehensif tersebut, jumlah laba komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat turun menjadi sebesar Rp3,86 miliar, sementara sisanya diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali sebesar Rp7,87 juta. Capaian ini menghasilkan laba per saham dasar sebesar Rp2,65 per lembar saham.

Posisi Keuangan Konsolidasian yang Solid

Dari sisi posisi keuangan, total struktur aset perseroan mengalami pertumbuhan. Per 30 September 2026, jumlah aset RGAS tercatat sebesar Rp167,28 miliar, meningkat dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang berada di angka Rp157,92 miliar. Pertumbuhan aset tersebut ditopang oleh terjaganya keseimbangan struktur pendanaan perusahaan.

Jumlah liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp61,11 miliar, yang terdiri dari liabilitas jangka pendek dan jangka panjang. Sementara itu, jumlah ekuitas perseroan terpantau semakin kuat menjadi Rp106,17 milair dibandingkan periode akhir tahun sebelumnya sebesar Rp103,91 miliar.

Manajemen RGAS terus berkomitmen untuk menjaga efisiensi operasional serta memperkuat posisi strategis perseroan dalam mendukung proyek-proyek infrastruktur energi dan migas di tanah air guna memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan. (end)


Baca Selengkapnya

  • 1