hero
hero

PT Panin Sekuritas Tbk.

Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt.17, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 SCBD, RT.5/RW.3, Senayan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12190
hero

Bantuan

(021) 29773655
081119955115
care@pans.co.id

Download Aplikasi

hero
hero
| POST by Panin Sekuritas telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
LPS
IDX
KSEI
IDCLEAR
SIPF
logo
logo
ellipse 7ellipse 6

Mulai Sekarang!

Tumbuhkan asetmu bersama Panin Sekuritas dan raih target investasi Anda
hero
hero
hero
hero
hero
Keuangan Yang Sehat

Panin Sekuritas didukung oleh permodalan yang kuat, pengelolaan risiko yang prudent, serta strategi bisnis yang berkelanjutan.

Riset Data Mendalam

Panin Sekuritas didukung oleh tim riset berpengalaman yang memiliki kapabilitas dalam melakukan analisis saham secara komprehensif.

Aman Dan Terpercaya

Lebih dari 35 tahun Panin Sekuritas melayani dengan terus mengutamakan keamanan data nasabah.

Pasar Terkini

COMPOSITE
5.298,447
-74,647 ( -1.39 %)
Note: This chart data is delayed by 10 minutes.
SMLESinergi Multi Lestarindo Tbk.
276
-20 (-6.8%)
BBCABank Central Asia Tbk.
4910
-30 (-0.6%)
TPIAChandra Asri Pacific Tbk.
1485
40 (2.8%)
BRISBank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.
1055
0 (0.0%)
BMRIBank Mandiri (Persero) Tbk.
3820
-90 (-2.3%)

Pasar & Berita

Pasar & Berita

27 Oktober 2026
OJK INGATKAN ANAK MUDA PERLU BERPIKIR KRITIS UNTUK CEGAH SCAM
Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menilai modus penipuan digital atau scam menjadi tantangan di berbagai negara dengan modus yang semakin beragam, sehingga perlu adanya kemampuan berpikir kritis terutama pada generasi muda agar tidak mudah tergiur tawaran yang muncul melalui media digital.

"Yang ingin kita ajarkan adalah logika berpikir kepada anak-anak, kepada generasi muda bahwa harus hati-hati terhadap berbagai tawaran yang muncul di media digital," kata Friderica dalam acara OJK Digiclass, di Sekolah Rakyat Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, salah satu modus yang banyak menyasar anak muda adalah mengenai aktivitas atau pekerjaan menyukai konten di media sosial dengan imbalan uang. Korban awalnya memang mendapat pekerjaan dan uang, namun kemudian akan dimintai uang tambahan dalam jumlah tertentu untuk mengikuti pekerjaan atau keanggotaan dengan imbalan lebih besar.

Menurut Friderica, pola tersebut dapat membuat korban terjebak ketika mulai menyetorkan uang dengan harapan memperoleh keuntungan lebih tinggi.

Selain itu, penipuan juga terjadi melalui transaksi belanja daring dan love scam, yakni penipuan yang memanfaatkan hubungan emosional atau kedekatan asmara untuk meminta uang dari korban.

Friderica mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menghafal jenis-jenis penipuan, tetapi juga memahami pola yang mendasarinya. Hal ini penting karena modus penipuan dapat berubah seiring perkembangan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan artifisial (AI) untuk meniru identitas atau penampilan seseorang.

"Dengan AI ini, orang itu bisa menyerupai siapa saja, bisa menyerupai orang tua kita, anak kita, saudara kita, jadi sangat harus hati-hati," ujarnya.

Ia menyarankan masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi dan memastikan keabsahan pihak yang meminta uang sebelum melakukan transaksi atau memberikan data pribadi.

Untuk memperkuat perlindungan konsumen, OJK juga mendorong sinergi melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal yang melibatkan OJK dan berbagai kementerian serta lembaga terkait.

Upaya tersebut dilengkapi edukasi kepada sejumlah kelompok masyarakat, termasuk anak-anak, generasi muda, orangtua, guru, dan pelaku usaha jasa keuangan.

Friderica menilai edukasi perlu menjangkau anak dan orangtua secara bersamaan, agar keduanya dapat saling mengingatkan ketika menghadapi tawaran atau informasi mencurigakan di ruang digital.

Selain meningkatkan pemahaman masyarakat, OJK juga mendorong pelaku usaha jasa keuangan memperkuat mitigasi risiko untuk melindungi konsumen dan nasabah dari potensi penipuan.

Melalui penguatan literasi, kewaspadaan, dan kolaborasi lintas lembaga, masyarakat diharapkan semakin mampu mengenali tanda-tanda penipuan dan mengambil keputusan keuangan secara lebih aman di tengah perkembangan teknologi digital. (end)

Baca Selengkapnya

27 Oktober 2026
DRMA CATAT PENJUALAN NETO Rp5,10 TRILIUN HINGGA SEPTEMBER 2026
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mencatatkan penjualan neto sebesar Rp5,10 triliun sepanjang Januari-September 2026, meningkat 16,03% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,39 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit, beban pokok penjualan perseroan naik menjadi Rp4,24 triliun dari Rp3,63 triliun. Meski demikian, laba bruto DRMA meningkat menjadi Rp857,33 miliar, dibandingkan Rp765,78 miliar pada Januari-September 2025.

Laba usaha perseroan tercatat sebesar Rp622,56 miliar, naik dari Rp558,04 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp619,97 miliar, meningkat dibandingkan Rp546,71 miliar.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan neto sebesar Rp132,35 miliar, DRMA membukukan laba neto sebesar Rp487,63 miliar hingga September 2026. Angka tersebut meningkat 13,90% dibandingkan laba neto Rp428,11 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi posisi keuangan, total liabilitas DRMA per 30 September 2026 tercatat sekitar Rp1,70 triliun, meningkat dibandingkan sekitar Rp1,35 triliun pada 31 Desember 2025.

Sementara itu, total aset perseroan mencapai Rp4,78 triliun per 30 September 2026, naik dibandingkan Rp4,29 triliun pada akhir Desember 2025. (end)

Baca Selengkapnya

27 Oktober 2026
DEN : INDONESIA PERLU PERKUAT KETAHANAN ENERGI KURANGI IMPOR BBM
Dewan Energi Nasional (DEN) menilai Indonesia perlu memperkuat ketahanan energi nasional melalui diversifikasi sumber energi, pengembangan energi baru terbarukan, dan penguatan cadangan penyangga energi guna mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

"Intinya, kebijakan energi nasional ini untuk menciptakan kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan energi nasional," kata Anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan Unggul Priyanto saat menjadi pembicara kunci dalam Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Blater, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa.

Ia mengatakan Indonesia menghadapi sejumlah tantangan di sektor energi, antara lain penurunan produksi minyak bumi, peningkatan konsumsi BBM, keterbatasan kapasitas kilang, serta tingginya ketergantungan terhadap impor LPG dan produk BBM.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui kebijakan yang mampu memperkuat kemandirian pasokan sekaligus memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat dan dunia usaha.

"Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang disahkan pada 2025 menjadi landasan untuk menyusun Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sebagai pedoman pelaksanaan kebijakan energi secara lebih terarah," katanya.

Ia mengatakan arah kebijakan energi nasional mencakup optimalisasi pemanfaatan energi baru dan terbarukan, pengurangan penggunaan energi fosil, serta pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi.

Selain itu, pemerintah perlu mendorong diversifikasi energi melalui pengembangan biodiesel B50, bahan bakar berbasis etanol, dan kendaraan listrik untuk mengurangi konsumsi BBM berbasis minyak bumi.

"Dengan semakin meningkatnya pemanfaatan energi alternatif, kita diharapkan tidak lagi bergantung pada impor BBM maupun minyak mentah," katanya. (end/ant)

Baca Selengkapnya

27 Oktober 2026
CEKA CATAT PENDAPATAN Rp8,34 TRILIUN HINGGA SEPTEMBER 2026
PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) membukukan pendapatan sebesar Rp8,34 triliun sepanjang Januari-September 2026, meningkat 19,13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2026 yang tidak diaudit, beban pokok penjualan perseroan naik menjadi Rp7,89 triliun dari Rp6,67 triliun pada periode Januari-September 2025. Meski demikian, laba bruto CEKA meningkat menjadi Rp458,32 miliar, dibandingkan Rp337,33 miliar pada tahun sebelumnya.

Laba usaha perseroan tercatat sebesar Rp317,54 miliar, naik dari Rp211,16 miliar. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan badan mencapai Rp322,80 miliar, meningkat dibandingkan Rp225,03 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sejalan dengan peningkatan kinerja tersebut, laba bersih CEKA mencapai Rp243,70 miliar hingga September 2026, naik 52,26% dibandingkan Rp160,05 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi posisi keuangan, total liabilitas CEKA per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp877,14 miliar, meningkat dibandingkan Rp473,85 miliar pada 31 Desember 2025.

Sementara itu, total aset perseroan mencapai Rp3,04 triliun per 30 September 2026, naik dibandingkan Rp2,49 triliun pada akhir Desember 2025. (end)

Baca Selengkapnya

27 Oktober 2026
MENAKER TARGETKAN PEMBAHASAN AWAL UMP 2027 RAMPUNG AKHIR NOVEMBER
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menargetkan pembahasan awal terkait upah minimum provinsi (UMP) tahun 2027 bisa rampung pada akhir November 2026.

"Targetnya, kita punya target minggu terakhir November, Insya-Allah. Akhir November, tanggalnya saya lupa persis. Jadi, akhir November itu nanti sudah selesai minimal di level kitanya (evaluasi kementerian)," kata Yassierli saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pembahasan dan penghitungan terkait UMP 2027 memiliki mekanisme atau tahapan yang harus dijalani, termasuk bersama Dewan Pengupahan Nasional.

"Terkait UMP, sekali lagi, kita sudah punya mekanismenya. Nanti dibahas di Dewan Pengupahan Nasional, dan nanti juga akan ada berjenjang ke Dewan Pengupahan Daerah," kata Menaker.

Sebelumnya, Yassierli mengatakan pemerintah masih menghitung estimasi kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai salah satu pertimbangan dalam penetapan UMP 2027.

Selain menghitung estimasi KHL, Kementerian Ketenagakerjaan juga akan membahas formulasi pengupahan bersama Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional dan Dewan Pengupahan Nasional (Depernas).

Pembahasan tersebut akan mencakup tindak lanjut amanat undang-undang, khususnya mengenai KHL dan survei yang menjadi bagian dari proses penetapan upah minimum. (end/ant)

Baca Selengkapnya

27 Oktober 2026
INDIA SEBUT TAK DAPAT TEKANAN DARI AS UNTUK KURANG IMPOR MINYAK RUSIA
India tidak menghadapi tekanan apa pun dari Amerika Serikat untuk mengurangi impor minyak mentah dari Rusia, ujar Menteri Perminyakan Hardeep Singh Puri pada hari Selasa dalam sebuah acara industri.

"Saya sama sekali tidak merasakan tekanan apa pun," kata Puri saat ditanya apakah ada desakan untuk memangkas impor minyak Rusia.

Puri mengatakan pasokan minyak dari Timur Tengah terus meningkat seiring dengan kemampuan kawasan tersebut untuk mengirimkan lebih banyak kargo.

Ia menyebutkan bahwa sebelum perang di Ukraina, India memperoleh 0,2% dari total impor minyaknya dari Rusia. Namun, angka tersebut melonjak sejak perang dimulai karena adanya diskon untuk minyak Rusia.

Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa impor minyak mentah India dari Timur Tengah melonjak pada bulan September, kembali ke tingkat sebelum perang, sementara perusahaan penyulingan di India mengurangi pembelian minyak Rusia di tengah persaingan ketat dengan Tiongkok.

Sang menteri menjelaskan bahwa pembelian minyak Rusia bergantung pada diskon dan harga dibandingkan dengan jenis minyak lainnya. Impor minyak Rusia telah berkurang karena perusahaan penyulingan kini lebih banyak membeli minyak dari kawasan Teluk yang juga ditawarkan dengan harga diskon, tambahnya.

"Apa pun yang dikatakan atau dilakukan orang lain, pada akhirnya semua itu didasarkan pada kepentingan mereka sendiri," ujarnya.

Menteri tersebut juga menyampaikan bahwa India tengah memperluas kapasitas penyulingannya guna memenuhi permintaan domestik serta komitmen ekspor. (end/Reuters)

Baca Selengkapnya

  • 1