hero
hero

PT Panin Sekuritas Tbk.

Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt.17, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 SCBD, RT.5/RW.3, Senayan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12190
hero

Bantuan

(021) 29773655
081119955115
care@pans.co.id

Download Aplikasi

hero
hero
| POST by Panin Sekuritas telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
LPS
IDX
KSEI
IDCLEAR
SIPF
logo
logo
ellipse 7ellipse 6

Mulai Sekarang!

Tumbuhkan asetmu bersama Panin Sekuritas dan raih target investasi Anda
hero
hero
hero
hero
hero
hero
Keuangan Yang Sehat

Panin Sekuritas didukung oleh permodalan yang kuat, pengelolaan risiko yang prudent, serta strategi bisnis yang berkelanjutan.

Riset Data Mendalam

Panin Sekuritas didukung oleh tim riset berpengalaman yang memiliki kapabilitas dalam melakukan analisis saham secara komprehensif.

Aman Dan Terpercaya

Lebih dari 35 tahun Panin Sekuritas melayani dengan terus mengutamakan keamanan data nasabah.

Pasar Terkini

COMPOSITE
5.375,108
46,748 (+ 0.88 %)
Note: This chart data is delayed by 10 minutes.
SMLESinergi Multi Lestarindo Tbk.
318
42 (15.2%)
BUMIBumi Resources Tbk.
140
5 (3.7%)
BBRIBank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
2840
30 (1.1%)
BBCABank Central Asia Tbk.
5200
-75 (-1.4%)
BUVABukit Uluwatu Villa Tbk.
318
-4 (-1.2%)

Pasar & Berita

Pasar & Berita

22 Oktober 2026
BITCOIN CENDERUNG STAGNAN PADA HARI KAMIS
Bitcoin cenderung stagnan pada hari Kamis setelah sebagian besar kenaikan singkat yang terjadi semalam terhapus, seiring dengan aksi jual besar-besaran pada saham-saham kecerdasan buatan (AI) serta kenaikan harga minyak yang terus berlanjut, yang memberikan tekanan pada aset-aset berisiko.

Aset kripto terbesar di dunia ini stabil di angka $82.785,8 pada pukul 02.13 ET (06.13 GMT), setelah sempat naik hingga mendekati $85.000 pada malam sebelumnya.

Bitcoin tetap berada dalam rentang perdagangan sempit yang telah terbentuk selama sebulan terakhir, mengingat reli kuartal ketiga mulai kehilangan momentum pada bulan Oktober.

Harga aset kripto lainnya secara umum juga bergerak mendatar seiring dengan memudarnya reli yang sempat terjadi semalam.

Bitcoin sempat bangkit mendekati level $85.000 dalam perdagangan semalam, didorong oleh aliran dana yang terus masuk ke dalam *exchange-traded fund* (ETF) spot, yang memberikan dukungan sesaat.

Namun, mata uang kripto terbesar di dunia ini mengalami pembalikan arah yang tajam pada sesi perdagangan hari Kamis, seiring dengan meningkatnya sikap menghindari risiko (*risk aversion*).

Aksi jual besar-besaran pada saham teknologi global yang dipicu oleh laporan laba yang biasa saja dari sejumlah perusahaan teknologi raksasa Wall Street menyebabkan penurunan tajam di sektor teknologi selama sesi perdagangan Asia dan Eropa.

Kondisi ini yang didorong oleh kekhawatiran akan suku bunga yang lebih tinggi serta keberlanjutan kecerdasan buatan (*AI*) dalam jangka panjang telah menekan selera risiko dan memicu koreksi pada aset kripto.

Sektor kripto cenderung bergerak seirama dengan saham teknologi dan juga turut terdampak oleh kenaikan biaya pinjaman.

Lonjakan harga minyak yang berkelanjutan yang mencapai level tertinggi dalam lima bulan terakhir pekan ini akibat ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah turut membuat pasar cemas, terutama dengan adanya laporan yang mengisyaratkan bahwa permusuhan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran akan segera kembali terjadi. (end/investing.com)

Baca Selengkapnya

22 Oktober 2026
NESTLE LAPORKAN PERTUMBUHAN PENJUALAN ORGANIK KUARTAL KETIGA
Nestle melaporkan pertumbuhan penjualan organik kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi pada hari Kamis. Perusahaan juga menyatakan telah mengeluarkan unit bisnisnya di Rusia dari laporan keuangan konsolidasi setelah Moskow mengambil alih operasional tersebut.

Menurut pejabat Rusia dan kalangan pebisnis AS, Presiden Vladimir Putin memerintahkan penyitaan sementara aset-aset Nestle pada 17 September. Langkah ini merupakan bagian dari tindakan keras yang kian intensif terhadap perusahaan-perusahaan Eropa, sebagai respons atas dukungan Eropa terhadap Ukraina.

CFO Nestle, Anna Manz, mengatakan bahwa unit bisnis di Rusia yang menyumbang sekitar 2% dari total penjualan grup tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam hasil keuangan sejak akhir September. Hal ini tidak berdampak pada penjualan organik, volume, maupun penetapan harga.

Namun, Manz menjelaskan bahwa langkah tersebut memengaruhi angka penjualan yang dilaporkan, laba operasional perdagangan dasar, serta arus kas bebas mulai kuartal keempat. Ia menambahkan, penghapusan aset bersih tersebut akan berdampak negatif terhadap utang bersih sebesar kurang lebih 900 juta franc Swiss ($1,09 miliar) untuk tahun 2026.

Nestle menyatakan telah menghapus aset di Rusia senilai 1,6 miliar franc dan mencatat beban non-tunai sekitar 1,4 miliar franc yang berasal dari penyesuaian translasi mata uang kumulatif.

Saham Nestle terpantau naik 1,3% dalam perdagangan pra-pasar. (end/Reuters)

Baca Selengkapnya

22 Oktober 2026
DANANTARA BELI SAHAM-SAHAM DI BURSA DALAM DUA HARI INI UTAMANYA BUMN
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyatakan mulai membeli saham-saham di pasar modal Indonesia sejak dua hari terakhir, terutama saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seiring valuasinya saat ini yang dinilai menarik dan memiliki prospek pertumbuhan baik.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir mengatakan keputusan pembelian tersebut didasarkan pada pertimbangan fundamental perusahaan serta potensi imbal hasil yang dinilai menarik dibandingkan dengan risiko investasinya.

"Per kemarin, hari ini kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada, menurut kami efektif, dan kita akan terus selama harganya menarik, memiliki prospek yang baik," ujar Pandu dalam Coffee Morning Session di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis.

Menurut Pandu, saham-saham perusahaan BUMN memiliki fundamental yang kuat dan prospek pertumbuhan yang baik, serta valuasinya saat ini menarik sehingga memberikan peluang investasi bagi Danantara.

Ia mengungkapkan, Danantara akan terus menambah kepemilikan saham selama peluang investasi yang tersedia masih menawarkan keseimbangan risiko dan imbal hasil yang menarik.

Di sisi lain, Ia memastikan strategi investasi Danantara tetap berorientasi pada keuntungan dengan mempertimbangkan fundamental perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan.

"Kami selalu profit oriented. Kami melihat sekarang dari sisi risk-reward menarik. Kami juga sudah mulai masuk di pasar modal, dan tentunya itu akan bertambah terus," kata Pandu.

Dalam kesempatan ini, Pandu menyoroti isu terkait penyedia indeks global MSCI yang menjadi perhatian pelaku pasar saat ini.

Menurut dia, terdapat perbedaan antara persoalan yang berkembang di pasar modal dan kondisi perusahaan-perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia.

Dengan demikian, Ia menekankan pentingnya melihat kondisi perusahaan berdasarkan fundamental masing-masing, terutama perusahaan BUMN yang dinilai memiliki prospek investasi menjanjikan.

Pandu memastikan Danantara akan tetap berfokus pada fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia dalam menentukan keputusan investasi, sembari memanfaatkan peluang yang muncul dari kondisi pasar saat ini.

Ia menilai kondisi pasar modal saat ini menawarkan peluang investasi yang menarik, khususnya pada saham-saham BUMN yang memiliki prospek pertumbuhan dan valuasi yang dinilai kompetitif.

Dalam strategi investasi di pasar modal, Managing Director Investment PT Danantara Investment Management (DIM), Stefanus Ade Hadiwidjaja menjelaskan bahwa Danantara tidak melakukan pemilihan saham secara langsung (stock picking), melainkan bermitra dengan pengelola investasi profesional, baik di pasar domestik maupun global.

Sebelum menjalin kemitraan, Danantara melakukan uji tuntas (due diligence) terhadap calon mitra, termasuk menilai pengalaman, rekam jejak investasi, eksposur, serta proses investasi yang dijalankan.

Stefanus mengatakan bahwa Danantara telah menempatkan dana dalam jumlah cukup besar di pasar domestik dan siap mengerahkan dana investasi dengan besaran yang kurang lebih serupa dengan penempatan sebelumnya, namun, Ia belum dapat mengungkapkan nilai investasi tersebut.

Adapun, pendekatan bermitra dengan pengelola profesional tersebut juga diterapkan oleh Danantara dalam investasi publik serta investasi tidak langsung pada ekuitas swasta (private equity) dan kredit swasta (private credit). (end/ant)

Baca Selengkapnya

22 Oktober 2026
PHILLIP TJIPTO TAMBAH KEPEMILIKAN SAHAM IMPC
Phillip Tjipto selaku Direktur PT. Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 16 Oktober 2026.

Manajemen IMPC dalam keterangan tertulisnya (21/10) menuturkan bahwa Phillip telah membeli sebanyak 4.700.000 lembar saham di harga Rp920 per saham.

"Tujuan dari transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca transaksi maka kepemilikan saham Phillip di IMPC menjadi 1.613.553.100 lembar saham (2,94%) dibandingkan sebelumnya sebanyak 1.608.853.100 lembar saham (2,93%). (end)

Baca Selengkapnya

22 Oktober 2026
PENDAPATAN HOTEL SAHID NAIK JADI Rp80,25 MILIAR HINGGA SEPTEMBER 2026
PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) mencatat pendapatan usaha sebesar Rp80,25 miliar hingga 30 September 2026, naik 10,26% dibandingkan Rp72,78 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan dari kamar tercatat sebesar Rp33,15 miliar, sedangkan makanan dan minuman mencapai Rp37,80 miliar. Pendapatan lainnya berasal dari sewa toko sebesar Rp3,11 miliar, sewa dan jasa apartemen Rp919,23 juta, serta pendapatan lain-lain Rp5,28 miliar.

Beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp30,79 miliar, sehingga perseroan membukukan laba bruto Rp49,46 miliar. Beban usaha mencapai Rp53,88 miliar, sementara rugi usaha tercatat Rp4,42 miliar.

Setelah memperhitungkan beban lain-lain neto, perseroan mencatat rugi periode berjalan sebesar Rp20,80 miliar, membaik dibandingkan rugi Rp55,19 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi posisi keuangan, total aset SHID tercatat sebesar Rp1,23 triliun per 30 September 2026, turun dibandingkan Rp1,27 triliun pada 31 Desember 2025.

Sementara itu, jumlah liabilitas tercatat sekitar Rp535,18 miliar, turun dari Rp546,23 miliar pada akhir 2025. Adapun ekuitas perseroan mencapai Rp698,43 miliar, dibandingkan Rp720,44 miliar pada 31 Desember 2025. (end)

Baca Selengkapnya

22 Oktober 2026
BANTAH RUMOR PASAR, BNGA PASTIKAN TIDAK ADA RENCANA DELISTING DARI BURSA
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) memberikan klarifikasi resmi terkait maraknya pemberitaan di media massa mengenai potensi delisting atau privatisasi perseroan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Melalui keterbukaan informasi pada Rabu, 22 Oktober 2026, manajemen menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Klarifikasi ini dikeluarkan menanggapi permintaan penjelasan dari BEI dengan nomor surat S-13302/BEI.PP1/10-2026 tertanggal 21 Oktober 2026. Permintaan tersebut merujuk pada sejumlah pemberitaan di media nasional maupun internasional pada 21 Oktober 2026, yang mengabarkan bahwa CIMB Group tengah menjajaki potensi delisting CIMB Niaga.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary Office Head PT Bank CIMB Niaga Tbk, Dwi Dewo S., bersama Direktur Kepatuhan/Corporate Secretary, Fransiska Oei, menyatakan bahwa CIMB Group Holdings Berhad selaku perusahaan induk dari pemegang saham pengendali (CIMB Group Sdn. Bhd.) telah menerbitkan siaran pers resmi pada 22 Oktober 2026. Dalam siaran pers itu, ditegaskan bahwa CIMB Group tidak memiliki rencana untuk melakukan privatisasi atas perseroan, serta tidak ada keputusan maupun usulan formal terkait rencana tersebut.

"CIMB Group juga menyatakan bahwa perseroan tetap merupakan bagian integral dari jaringan regional CIMB Group, dan CIMB Group tetap berkomitmen terhadap kegiatan usahanya di Indonesia," tulis manajemen dalam surat tanggapan resmi kepada BEI.

Selain itu, terkait dengan ketentuan saham free float (saham beredar di publik), pihak CIMB Niaga memastikan bahwa perseroan bersama pemegang saham pengendali telah mengkaji opsi pemenuhan ketentuan minimum saham free float berdasarkan Peraturan Bursa Nomor I-A. Langkah-langkah strategis yang diperlukan juga telah dilaporkan sebelumnya kepada BEI melalui surat nomor 103/DIR/IX/2026 pada 17 September 2026.

CIMB Niaga berkomitmen untuk senantiasa mematuhi regulasi pasar modal yang berlaku, termasuk memenuhi ketentuan minimum saham free float secara tepat waktu dan terstruktur. Pihak manajemen juga menegaskan akan terus berkoordinasi serta berkonsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI, serta berkomitmen menyampaikan keterbukaan informasi apabila terdapat fakta material baru di kemudian hari.(end)

Baca Selengkapnya

  • 1