hero
hero

PT Panin Sekuritas Tbk.

Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt.17, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 SCBD, RT.5/RW.3, Senayan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12190
hero

Bantuan

(021) 29773655
081119955115
care@pans.co.id

Download Aplikasi

hero
hero
| POST by Panin Sekuritas telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
LPS
IDX
KSEI
IDCLEAR
SIPF
logo
logo
ellipse 7ellipse 6

Mulai Sekarang!

Tumbuhkan asetmu bersama Panin Sekuritas dan raih target investasi Anda
hero
hero
hero
hero
hero
hero
hero
Keuangan Yang Sehat

Panin Sekuritas didukung oleh permodalan yang kuat, pengelolaan risiko yang prudent, serta strategi bisnis yang berkelanjutan.

Riset Data Mendalam

Panin Sekuritas didukung oleh tim riset berpengalaman yang memiliki kapabilitas dalam melakukan analisis saham secara komprehensif.

Aman Dan Terpercaya

Lebih dari 35 tahun Panin Sekuritas melayani dengan terus mengutamakan keamanan data nasabah.

Pasar Terkini

COMPOSITE
5.943,024
17,048 (+ 0.29 %)
Note: This chart data is delayed by 10 minutes.
GRPHGriptha Putra Persada Tbk.
130
20 (18.2%)
DSSADian Swastatika Sentosa Tbk
895
-45 (-4.8%)
TRONTeknologi Karya Digital Nusa Tbk.
101
26 (34.7%)
STRKLovina Beach Brewery Tbk.
107
17 (18.9%)
BUMIBumi Resources Tbk.
165
-2 (-1.2%)

Pasar & Berita

Pasar & Berita

14 Oktober 2026
JTPE PERKUAT DAYA SAING LEWAT INOVASI DOKUMEN SEKURITI BERBASIS CHIP RFID
PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE:IJ), Perusahaan yang bergerak di bidang penyedia solusi percetakan sekuriti mulai dari identitas, pembayaran, perlindungan merek, serta percetakan komersial, terus mengembangkan kapabilitas dan inovasi produk dalam menjawab kebutuhan dokumen sekuriti yang aman dan andal.

Gebrakan terbaru Perseroan adalah mendorong transformasi produk dokumen sekuriti konvensional menuju dokumen sekuriti yang dilengkapi teknologi chip RFID.

Dalam siaran pers JTPE (14/10) Integrasi chip RFID menjadi nilai tambah produk karena memberikan fitur identifikasi dan verifikasi elektronik. Teknologi ini akan menambah tingkat keamanan serta mengurangi kepalsuan maupun penyalahgunaan dokumen. Teknologi chip RFID yang dikembangkan JTPE di antaranya untuk diterapkan sebagai dokumen security printing dan dokumen transportasi.

Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei, mengatakan, "Kami terus mengembangkan kapabilitas dan inovasi produk untuk menjawab kebutuhan dokumen sekuriti yang aman dan andal. Transformasi dari dokumen sekuriti konvensional menuju dokumen yang dilengkapi chip RFID kami dorong agar produk memiliki nilai tambah melalui fitur identifikasi dan verifikasi elektronik, sekaligus meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko pemalsuan maupun penyalahgunaan".

Langkah transformasi ini menjadi upaya JTPE dalam meningkatkan added value pada produk dan memperkuat daya saing Perseroan di industri, baik di domestik maupun global. Dokumen sekuriti sendiri menjadi penopang utama pendapatan JTPE dengan kontribusi sekitar 90% dari total penjualan di paruh pertama tahun 2026.

Lini bisnis dokumen sekuriti, khususnya produk paspor dan komponennya, menjadi salah satu penopang kinerja PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) dengan prospek pertumbuhan yang positif. Di pasar domestik, permintaan produk paspor menunjukkan peningkatan, sementara di pasar ekspor Perseroan berfokus pada penyediaan komponen paspor berkeamanan tinggi, termasuk yang telah dilengkapi teknologi chip, untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Untuk memperluas jangkauan pasar global, JTPE menjalin kerja sama strategis dengan Toppan Group dalam pengembangan bisnis dokumen sekuriti. Kolaborasi ini mendukung perluasan distribusi komponen paspor ke berbagai negara sekaligus memperkuat peluang pertumbuhan ekspor melalui penyediaan produk dengan standar keamanan tinggi.

Ke depan, JTPE akan terus mengoptimalkan kapabilitas produksi dan memperluas jangkauan pasar global guna menangkap peluang pertumbuhan yang ada. Dengan langkah tersebut, Perseroan optimistis dapat mempertahankan kinerja positif hingga akhir tahun. (end)



Baca Selengkapnya

14 Oktober 2026
BAHLIL DORONG EKSPOR BERNILAI TAMBAH TINGGI LEWAT HILIRISASI SDA
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Investasi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong peningkatan ekspor bernilai tambah tinggi melalui hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam (SDA) untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Bahlil mengatakan, pengelolaan sumber daya alam secara optimal menjadi salah satu langkah strategis Indonesia untuk menjadi negara maju sekaligus memastikan kekayaan nasional memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

"Saat ini pemerintah menggalakkan ekspor yang bernilai tambah tinggi dengan hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam Indonesia. Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional," kata Bahlil pada pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu.

Selain memperkuat hilirisasi, Bahlil menekankan pentingnya memperluas akses pasar produk Indonesia ke negara-negara internasional, khususnya di kawasan Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Eropa Timur.

Menurut dia, perluasan akses pasar tersebut perlu didukung melalui perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) agar produk Indonesia semakin berdaya saing di pasar global.

Bahlil menegaskan, setiap perjanjian perdagangan internasional harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman.

"Setiap perjanjian perdagangan internasional harus konkret dan langsung berdampak pada rakyat. Jangan hanya teken-teken MoU, tapi harus bisa direalisasikan MoU tersebut," ujarnya. (end/ant)

Baca Selengkapnya

14 Oktober 2026
BULOG PERLUAS DISTRIBUSI PANGAN KDKMP
Perum BULOG terus memperluas jangkauan distribusi pangan nasional melalui penguatan pelayanan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga saat ini, sebanyak 1.985 KDKMP tercatat dalam cakupan pelayanan BULOG, terdiri atas 736 KDKMP yang telah mendapatkan pelayanan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta 1.249 KDKMP lainnya yang masuk dalam proses pelayanan dengan total Purchase Order (PO) mencapai 624.000 kilogram atau 624 ton beras. Capaian ini menjadi wujud dukungan BULOG dalam memperkuat operasionalisasi koperasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pangan yang terjangkau hingga tingkat desa dan kelurahan.

Penguatan pelayanan tersebut sejalan dengan kegiatan monitoring operasionalisasi KDKMP yang berlangsung di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (13/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari pemantauan serentak terhadap 107 titik KDKMP yang melibatkan 19 kementerian/lembaga. Peninjauan dilakukan di empat lokasi, yakni KDKMP Purbayan, KDKMP Kadilangu, KDKMP Menuran, dan KDKMP Bentakan. Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., Menteri Perdagangan Dr. Budi Santoso, M.Si., Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Anggota Komisi VII dan Komisi XII DPR RI, serta Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa percepatan operasionalisasi KDKMP merupakan langkah penting dalam memperkuat perekonomian desa sekaligus membangun jaringan distribusi pangan yang semakin dekat dengan masyarakat. Untuk itu, kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memastikan koperasi dapat menjalankan perannya secara optimal dan berkelanjutan.

"KDKMP diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat distribusi pangan. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN diperlukan agar koperasi dapat beroperasi optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Zulkifli Hasan.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya penguatan KDKMP sebagai bagian dari upaya memperlancar distribusi kebutuhan pokok di seluruh wilayah Indonesia. Melalui jaringan koperasi yang menjangkau desa dan kelurahan, distribusi barang diharapkan semakin efisien, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai kebutuhan pangan secara lebih mudah dan terjangkau.

"KDKMP diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok, sehingga distribusi barang semakin efektif hingga tingkat desa dan kelurahan," ujar Budi Santoso. (end)


Baca Selengkapnya

14 Oktober 2026
CLEO OPTIMALKAN PELUANG PASAR MELALUI INOVASI DAN DIFERENSIASI PRODUK
Produsen air minum kemasan (AMDK) yang merupakan pionir penggunaan galon bebas dari BPA (Bisfenol A), PT Sariguna Primatirta Tbk terus mengoptimalkan peluang pasar di tengah industri AMDK yang semakin kompetitif.

Salah satu langkah yang diambil Perusahaan berkode saham CLEO:IJ di Bursa Efek Indonesia ini adalah dengan gencar berinovasi.

"Inovasi merupakan langkah strategis Perseroan dalam menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang dan semakin beragam," kata CEO CLEO, Melisa Patricia. Dalam situasi persaingan usaha yang sangat ketat, mengandalkan kualitas semata tidak akan cukup untuk membuat produk dilirik konsumen.

Untuk bisa merebut pasar, perusahaan AMDK juga dituntut memiliki nilai tambah dan keunikan produk. Karena itulah, Perseroan gencar meluncurkan inovasi setiap tahunnya.

Sepanjang perjalanan bisnis Perseroan, CLEO terus aktif meluncurkan produk dengan berbagai inovasi kemasan supaya selalu selaras dengan kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

CLEO terus menghadirkan inovasi yang menjadi keunggulan dan pembeda produknya di industri AMDK. Salah satunya melalui smart handle pada galon 19 liter yang dikembangkan sebagai inovasi pionir dan satu-satunya di Indonesia serta telah dipatenkan. CLEO juga menghadirkan produk kemasan 220 ml yang tercatat sebagai botol teringan di dunia

Komitmen inovasi ini turut tercermin melalui tiga rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang diraih CLEO, yaitu AMDK dengan kemasan teringan; AMDK Pertama dengan Galon Bebas BPA; serta sebagai Perusahaan Air Minum Murni Dalam Kemasan dengan Pabrik Terbesar. Capaian tersebut menegaskan konsistensi CLEO dalam menghadirkan keunikan produk yang mengedepankan kualitas dan kepraktisan bagi konsumen.

Selain inovasi, diferensiasi produk yang tegas juga menjadi nilai tambah produk Perseroan dalam menangkap peluang pasar.

Dalam hal ini, kehadiran CLEO sebagai satu-satunya perusahaan AMDK yang memproduksi "air minum murni" menjadi identitas pembeda yang jelas sekaligus penguat daya saing di antara pelaku industri yang semuanya memproduksi air mineral. Air murni CLEO menawarkan kesegaran dan cita rasa yang konsisten di setiap produknya berkat penggunaan teknologi nano filter. Keunggulan ini menjadi salah satu nilai pembeda CLEO dalam menghadirkan pengalaman minum air murni yang berkualitas, mendukung pemenuhan kebutuhan cairan sehari-hari, dan lebih sehat untuk kerja ginjal.

Dengan berbekal inovasi yang gencar dan diferensiasi produk yang tegas tersebut, Perseroan terus aktif berekspansi mengejar target pertumbuhan dobel digit di akhir tahun 2026. Aktif berekspansi sendiri sudah menjadi bagian dari DNA Perseroan. Sejak didirikan tahun 2004, CLEO secara konsisten terus memperluas jangkauannya di Tanah Air dengan membangun pabrik dan jaringan distribusi di berbagai daerah potensial.

Tahun ini, CLEO kembali meningkatkan kapasitas produksi dengan telah beroperasinya pabrik baru di Palu. Dengan demikian, secara keseluruhan Perseroan telah memiliki 33 pabrik yang telah beroperasi. Selanjutnya, pabrik baru di Pekanbaru dan Pontianak akan segera menyusul beroperasi, sehingga di akhir tahun ini total jumlah pabrik CLEO akan menjadi 35 pabrik.

Empat langkah strategis yang ditempuh tersebut, yaitu inovasi, diferensiasi, ekspansi, distribusi yang aktif dan konsisten tersebut mengantarkan Perseroan pada keberhasilan dalam menjaga kinerja stabil yang berkelanjutan. Untuk tahun ini, hingga paruh pertama Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih hingga dobel digit.

"Melalui berbagai strategi tersebut, kami yakin dapat menutup tahun ini dengan meraih pertumbuhan dobel digit," tutup Melisa. (end)



Baca Selengkapnya

14 Oktober 2026
IHSG SESI II DITUTUP MENGUAT 17 POIN DI LEVEL 5.943
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 17.048 poin atau 0,288% di level 5.943.024 pada perdagangan sesi II hari Rabu ini.

Sebanyak 445 Saham mengalami kenaikan harga sedangkan 449 saham mengalami penurunan harga 359 saham tak mengalami perubahan harga dengan nilai transaksi Rp10,2 triliun.

Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya BLTZ sebesar Rp840 menjadi Rp4.210 per lembar dan BIKE sebesar Rp830 menjadi Rp4.160 lembar serta SONA sebesar Rp690 menjadi Rp3.450 Per lembar.

Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya ALKA sebesar Rp925 menjadi Rp6.875 per lembar dan ADES sebesar Rp825 menjadi Rp34.775 serta POLU sebesar Rp275 menjadi Rp13.750 per lembar

Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya GRPH sebanyak 39.665 kali senilai Rp61,6 miliar kemudian DSSA sebanyak 28.737 kali senilai Rp223 miliar dan TRON sebanyak 28.369 kali senilai Rp36,3 miliar. (end)

Baca Selengkapnya

14 Oktober 2026
MENPERIN UPAYAKAN PRODUSEN ROKOK ILEGAL JADI LEGAL DEMI EKONOMI
Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengupayakan produsen rokok ilegal beralih ke jalur legal guna mendukung pertumbuhan industri hasil tembakau (IHT) sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan negara.

Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) dan edukasi kepada produsen rokok ilegal agar menjalankan usaha secara legal.

Sarmuji ditemui di Tangerang, Banten, Rabu, menyampaikan, industri hasil tembakau merupakan salah satu sektor padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja. Namun, berdasarkan data yang ada, pertumbuhan industri tersebut kurang, yang salah satunya diduga dipengaruhi keberadaan rokok ilegal yang tidak tercatat secara resmi.

"Industri sektor tembakau memang menyerap banyak tenaga kerja. Tapi kalau lihat datanya, pertumbuhannya itu nyaris nol. Itu karena mungkin salah satu sebabnya adalah keberadaan rokok-rokok ilegal yang tidak terdata," kata Sarmuji.

Menurut dia, keberadaan rokok ilegal membuat aktivitas produksi yang sebenarnya berlangsung tidak tercermin dalam data industri. Selain itu, produk tersebut tidak memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya kata dia, akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum agar penindakan terhadap produksi rokok ilegal dapat dilakukan secara tegas. Di sisi lain, pemerintah juga akan mengedukasi produsen rokok ilegal agar beralih menjadi pelaku usaha yang legal.

Sarmuji menilai produsen rokok skala kecil tidak perlu khawatir menghadapi persaingan dengan perusahaan rokok besar. Karena, produk rokok yang belum dikenal luas tetap berpeluang memiliki pasar tersendiri di sejumlah daerah.

Menurut dia, peluang tersebut dapat didukung oleh karakteristik produk, seperti cita rasa dan harga, yang sesuai dengan kebutuhan segmen konsumen tertentu.

Ia mengatakan, pemerintah perlu meyakinkan produsen rokok ilegal bahwa menjalankan usaha secara legal merupakan pilihan yang dapat membuka peluang pengembangan bisnis.

Sarmuji juga mencontohkan adanya produsen rokok yang memulai usaha dalam skala kecil, kemudian berkembang menjadi perusahaan besar.

"Dari Malang ada produsen rokok besar, awalnya kecil, tapi ternyata bisa besar juga," ujarnya. (end)

Baca Selengkapnya

  • 1