Kembali
BSI AJAK GENERASI MUDA BANGGA UMKM LOKAL LEWAT INTERNATIONAL EXPO
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mengajak generasi muda semakin bangga menggunakan produk UMKM lokal sekaligus menjadikan gaya hidup halal (halal lifestyle) sebagai bagian dari gaya hidup modern melalui gelaran BSI International Expo 2026.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, memandang adanya potensi besar industri halal di Indonesia, didukung oleh besarnya populasi Muslim Indonesia dan dominasi generasi muda.
Dari sekitar 290 juta penduduk Indonesia, 253 juta di antaranya atau sekitar 87 persen merupakan Muslim. Sementara itu, mayoritas atau sekitar 51 persen populasi merupakan generasi muda.
Menurut Anggoro, besarnya populasi generasi Z dan milenial turut membuka peluang bagi pertumbuhan industri halal, seiring kebutuhan dan gaya hidup mereka yang terus berkembang.
Potensi tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari fesyen, makanan dan minuman halal, pariwisata ramah Muslim, hiburan, hingga layanan keuangan.
"Kami ingin memastikan bahwa Bank Syariah Indonesia sebagai bank syariah terbesar di Indonesia menjadi trendsetter untuk industri halal di Indonesia," kata Anggoro.
Di sisi lain, ia menilai besarnya potensi pasar domestik perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal.
Dengan pasar domestik yang semakin kuat, Anggoro yakin hal ini menjadi fondasi bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan dan memperluas jangkauan ke pasar global.
Untuk mendukung pengembangan UMKM, BSI menghadirkan business hub dalam BSI International Expo 2026 yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra dan pembeli melalui skema business to Consumer (B2C) dan business to business (B2B).
Inisiatif ini mencakup tiga aspek, yakni local business connect untuk mengurasi produk UMKM daerah, national market access untuk memperluas pasar domestik, serta global business gateway untuk membuka akses ke pasar internasional. (end)
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, memandang adanya potensi besar industri halal di Indonesia, didukung oleh besarnya populasi Muslim Indonesia dan dominasi generasi muda.
Dari sekitar 290 juta penduduk Indonesia, 253 juta di antaranya atau sekitar 87 persen merupakan Muslim. Sementara itu, mayoritas atau sekitar 51 persen populasi merupakan generasi muda.
Menurut Anggoro, besarnya populasi generasi Z dan milenial turut membuka peluang bagi pertumbuhan industri halal, seiring kebutuhan dan gaya hidup mereka yang terus berkembang.
Potensi tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari fesyen, makanan dan minuman halal, pariwisata ramah Muslim, hiburan, hingga layanan keuangan.
"Kami ingin memastikan bahwa Bank Syariah Indonesia sebagai bank syariah terbesar di Indonesia menjadi trendsetter untuk industri halal di Indonesia," kata Anggoro.
Di sisi lain, ia menilai besarnya potensi pasar domestik perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal.
Dengan pasar domestik yang semakin kuat, Anggoro yakin hal ini menjadi fondasi bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan dan memperluas jangkauan ke pasar global.
Untuk mendukung pengembangan UMKM, BSI menghadirkan business hub dalam BSI International Expo 2026 yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra dan pembeli melalui skema business to Consumer (B2C) dan business to business (B2B).
Inisiatif ini mencakup tiga aspek, yakni local business connect untuk mengurasi produk UMKM daerah, national market access untuk memperluas pasar domestik, serta global business gateway untuk membuka akses ke pasar internasional. (end)

