Kembali
MENKEU JAJAKI DUKUNGAN JBIC BAGI PROYEK INFRASTRUKTUR DAN ENERGI
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menjajaki dukungan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) untuk pembangunan proyek infrastruktur dan energi.
Penjajakan itu dilakukan dalam pertemuan bilateral bersama Gubernur JBIC di Bangkok, Thailand.
Menkeu Suahasil dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, mengungkapkan, pembahasan dukungan itu juga termasuk pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) di Legok Nangka, Jawa Barat.
Menkeu juga mendorong penjajakan potensi kerja sama JBIC dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), baik untuk proyek baru maupun proyek yang telah berjalan.
Dalam konteks ketahanan energi, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama untuk memperkuat pasokan energi dan mendukung pengembangan proyek yang sejalan dengan prioritas pembangunan Indonesia.
Menkeu menegaskan komitmen Indonesia untuk mencapai net zero emission pada 2060 atau lebih cepat dan mendorong pengembangan pasar karbon sebagai bagian dari transisi menuju ekonomi rendah emisi.
Dalam pembahasan mengenai pajak karbon, Menkeu menekankan bahwa instrumen tersebut tidak hanya berkaitan dengan penerimaan negara, tetapi juga diarahkan untuk mendorong perubahan perilaku dunia usaha menuju praktik yang lebih ramah lingkungan.
"Bagi saya, penerapan pajak karbon bukan sekadar untuk mendapatkan lebih banyak penerimaan. Kebijakan ini bertujuan memberikan insentif agar dunia usaha menerapkan praktik yang lebih ramah karbon," ujar Menkeu.
Selain dengan JBIC, Suahasil juga melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan Thailand, Singapura, Bank Dunia, dan International Finance Corporation (IFC).
Dalam pertemuan dengan Bank Dunia, Menkeu membahas tantangan menjaga kredibilitas fiskal di tengah kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pembahasan menyoroti keseimbangan antara target pertumbuhan, keterbatasan sumber daya, dan efektivitas belanja pemerintah.
Bank Dunia menyampaikan kesiapan mendukung prioritas pembangunan Indonesia, termasuk pengembangan UMKM melalui strategi yang berfokus pada pembiayaan digital dan inisiatif Agricollect di sektor pertanian.
Bank Dunia juga menyampaikan keterlibatannya dalam program kesehatan di Indonesia.(end)
Penjajakan itu dilakukan dalam pertemuan bilateral bersama Gubernur JBIC di Bangkok, Thailand.
Menkeu Suahasil dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, mengungkapkan, pembahasan dukungan itu juga termasuk pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) di Legok Nangka, Jawa Barat.
Menkeu juga mendorong penjajakan potensi kerja sama JBIC dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), baik untuk proyek baru maupun proyek yang telah berjalan.
Dalam konteks ketahanan energi, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama untuk memperkuat pasokan energi dan mendukung pengembangan proyek yang sejalan dengan prioritas pembangunan Indonesia.
Menkeu menegaskan komitmen Indonesia untuk mencapai net zero emission pada 2060 atau lebih cepat dan mendorong pengembangan pasar karbon sebagai bagian dari transisi menuju ekonomi rendah emisi.
Dalam pembahasan mengenai pajak karbon, Menkeu menekankan bahwa instrumen tersebut tidak hanya berkaitan dengan penerimaan negara, tetapi juga diarahkan untuk mendorong perubahan perilaku dunia usaha menuju praktik yang lebih ramah lingkungan.
"Bagi saya, penerapan pajak karbon bukan sekadar untuk mendapatkan lebih banyak penerimaan. Kebijakan ini bertujuan memberikan insentif agar dunia usaha menerapkan praktik yang lebih ramah karbon," ujar Menkeu.
Selain dengan JBIC, Suahasil juga melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan Thailand, Singapura, Bank Dunia, dan International Finance Corporation (IFC).
Dalam pertemuan dengan Bank Dunia, Menkeu membahas tantangan menjaga kredibilitas fiskal di tengah kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pembahasan menyoroti keseimbangan antara target pertumbuhan, keterbatasan sumber daya, dan efektivitas belanja pemerintah.
Bank Dunia menyampaikan kesiapan mendukung prioritas pembangunan Indonesia, termasuk pengembangan UMKM melalui strategi yang berfokus pada pembiayaan digital dan inisiatif Agricollect di sektor pertanian.
Bank Dunia juga menyampaikan keterlibatannya dalam program kesehatan di Indonesia.(end)

