Kembali
KADIN DORONG PENINGKATAN EKSPOR DI INDONESIA-RUSSIA BUSINESS FORUM
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong peningkatan ekspor Indonesia sekaligus memperluas pasar bagi produk nasional dalam ajang Indonesia-Russia Business Forum bertajuk "Made in Indonesia: Doubling Trade and Investment between Indonesia and Russia".
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan, ekspor Indonesia saat ini bernilai sekitar 300 miliar dolar AS, dan nilai perdagangan Indonesia dan Rusia mencapai sekitar 5 miliar dolar AS.
Namun, ia menyoroti Indonesia masih mengalami defisit perdagangan sekitar 1 miliar dolar AS sehingga perlu meningkatkan ekspor ke Rusia.
Selain itu, Anindya menambahkan Indonesia perlu memperluas peluang agar Rusia semakin banyak membeli produk Indonesia. Di sisi lain, kerja sama kedua negara juga dapat dikembangkan melalui investasi dan pemanfaatan teknologi Rusia di Indonesia.
"Tapi intinya bagaimana Rusia itu bisa juga buy from Indonesia. But first, we make in Indonesia dengan teknologi dan investasi Rusia. Jadi saya rasa itu menarik sekali," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia Bidang Luar Negeri James T. Riady mengatakan, kawasan Pasifik akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia dalam satu abad mendatang.
Menurutnya, pusat perhatian ekonomi dunia tidak lagi hanya berada di kawasan Atlantik, tetapi semakin bergeser ke Pasifik, dengan Amerika Serikat, Tiongkok dan Indonesia sebagai negara yang memiliki peran penting. (end/ant)
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan, ekspor Indonesia saat ini bernilai sekitar 300 miliar dolar AS, dan nilai perdagangan Indonesia dan Rusia mencapai sekitar 5 miliar dolar AS.
Namun, ia menyoroti Indonesia masih mengalami defisit perdagangan sekitar 1 miliar dolar AS sehingga perlu meningkatkan ekspor ke Rusia.
Selain itu, Anindya menambahkan Indonesia perlu memperluas peluang agar Rusia semakin banyak membeli produk Indonesia. Di sisi lain, kerja sama kedua negara juga dapat dikembangkan melalui investasi dan pemanfaatan teknologi Rusia di Indonesia.
"Tapi intinya bagaimana Rusia itu bisa juga buy from Indonesia. But first, we make in Indonesia dengan teknologi dan investasi Rusia. Jadi saya rasa itu menarik sekali," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia Bidang Luar Negeri James T. Riady mengatakan, kawasan Pasifik akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia dalam satu abad mendatang.
Menurutnya, pusat perhatian ekonomi dunia tidak lagi hanya berada di kawasan Atlantik, tetapi semakin bergeser ke Pasifik, dengan Amerika Serikat, Tiongkok dan Indonesia sebagai negara yang memiliki peran penting. (end/ant)

