Kembali
TINGGALKAN PEPSI, KFC PILIH COCA-COLA JADI PEMASOK MINUMAN BERSODA DI AS
28836440
IQPlus (16/10) - Jaringan restoran cepat saji KFC pada hari Kamis menunjuk Coca-Cola sebagai mitra penyedia minuman untuk gerai-gerainya di Amerika Serikat. Keputusan ini sekaligus mengakhiri hubungan kemitraan dengan PepsiCo yang telah terjalin selama sekitar empat dekade.
Hilangnya kemitraan penyediaan minuman dengan KFC yang memiliki 3.718 gerai di AS bisa menjadi pukulan bagi PepsiCo. Saat ini, PepsiCo tengah berupaya meningkatkan penjualan minuman bersoda di AS, sementara bisnis camilannya menghadapi tantangan berupa harga yang tinggi serta pergeseran preferensi konsumen ke pilihan yang lebih sehat.
Meningkatnya biaya operasional juga menambah kekhawatiran bagi CEO PepsiCo, Ramon Laguarta. Awal bulan ini, ia menyatakan bahwa proses pemulihan pertumbuhan dan margin perusahaan memakan waktu lebih lama dari yang direncanakan.
Kemitraan ini bermula ketika PepsiCo mengakuisisi KFC dalam upaya untuk berekspansi ke sektor makanan dan camilan. Meskipun PepsiCo kemudian melepas KFC pada tahun 1997, perusahaan tersebut tetap menjadi mitra penyedia minuman bagi perusahaan induk KFC, Yum Brands.
"Ini tentu memberikan citra yang buruk bagi PepsiCo... kehilangan mitra merek ternama seperti itu. Bisa dibilang, ini adalah pukulan telak yang memperburuk keadaan," ujar Jay Woods, kepala strategi pasar di Freedom Capital Markets.
"Sangat jarang terjadi dua raksasa di industri yang sama mengambil arah yang begitu berbeda," tambahnya. Freedom Capital Markets diketahui memiliki saham di Coca-Cola.
PepsiCo juga tengah mendapat sorotan dari investor aktivis, Elliott Investment Management, yang mengungkapkan kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut tahun lalu. Elliott mendesak PepsiCo untuk menjual aset-aset yang berkinerja buruk serta memperbaiki kinerjanya di Amerika Utara.
Seorang juru bicara PepsiCo menyampaikan kepada Reuters bahwa Yum Brands dan PepsiCo baru saja memperbarui perjanjian untuk gerai Taco Bell dan KFC internasional. Untuk Taco Bell, perjanjian tersebut berlaku selama 10 tahun.
PepsiCo memiliki perjanjian kemitraan minuman dengan jaringan restoran roti lapis (sandwich) Subway dan Jersey Mike's Subs. Perusahaan ini juga mengelola penyediaan minuman (soda fountain) di Pizza Hut yang baru saja keluar dari naungan Yum Brands tahun ini setelah beralih dari Coca-Cola ke PepsiCo pada tahun 2011.
Pada tahun 2012, PepsiCo kehilangan kontrak dengan jaringan gerai donat Dunkin yang beralih ke Coca-Cola, setelah menjalin kerja sama selama lima tahun.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa produk-produk Coca-Cola akan tersedia di restoran KFC di Amerika Serikat mulai musim semi tahun 2027. Rincian keuangan terkait kemitraan ini tidak diungkapkan.
Coca-Cola telah lama menjadi mitra minuman bagi jaringan restoran burger McDonald's dan Wendy's.
The Wall Street Journal pertama kali melaporkan berita ini pada hari Kamis, dengan mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut. (end/Reuters)
IQPlus (16/10) - Jaringan restoran cepat saji KFC pada hari Kamis menunjuk Coca-Cola sebagai mitra penyedia minuman untuk gerai-gerainya di Amerika Serikat. Keputusan ini sekaligus mengakhiri hubungan kemitraan dengan PepsiCo yang telah terjalin selama sekitar empat dekade.
Hilangnya kemitraan penyediaan minuman dengan KFC yang memiliki 3.718 gerai di AS bisa menjadi pukulan bagi PepsiCo. Saat ini, PepsiCo tengah berupaya meningkatkan penjualan minuman bersoda di AS, sementara bisnis camilannya menghadapi tantangan berupa harga yang tinggi serta pergeseran preferensi konsumen ke pilihan yang lebih sehat.
Meningkatnya biaya operasional juga menambah kekhawatiran bagi CEO PepsiCo, Ramon Laguarta. Awal bulan ini, ia menyatakan bahwa proses pemulihan pertumbuhan dan margin perusahaan memakan waktu lebih lama dari yang direncanakan.
Kemitraan ini bermula ketika PepsiCo mengakuisisi KFC dalam upaya untuk berekspansi ke sektor makanan dan camilan. Meskipun PepsiCo kemudian melepas KFC pada tahun 1997, perusahaan tersebut tetap menjadi mitra penyedia minuman bagi perusahaan induk KFC, Yum Brands.
"Ini tentu memberikan citra yang buruk bagi PepsiCo... kehilangan mitra merek ternama seperti itu. Bisa dibilang, ini adalah pukulan telak yang memperburuk keadaan," ujar Jay Woods, kepala strategi pasar di Freedom Capital Markets.
"Sangat jarang terjadi dua raksasa di industri yang sama mengambil arah yang begitu berbeda," tambahnya. Freedom Capital Markets diketahui memiliki saham di Coca-Cola.
PepsiCo juga tengah mendapat sorotan dari investor aktivis, Elliott Investment Management, yang mengungkapkan kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut tahun lalu. Elliott mendesak PepsiCo untuk menjual aset-aset yang berkinerja buruk serta memperbaiki kinerjanya di Amerika Utara.
Seorang juru bicara PepsiCo menyampaikan kepada Reuters bahwa Yum Brands dan PepsiCo baru saja memperbarui perjanjian untuk gerai Taco Bell dan KFC internasional. Untuk Taco Bell, perjanjian tersebut berlaku selama 10 tahun.
PepsiCo memiliki perjanjian kemitraan minuman dengan jaringan restoran roti lapis (sandwich) Subway dan Jersey Mike's Subs. Perusahaan ini juga mengelola penyediaan minuman (soda fountain) di Pizza Hut yang baru saja keluar dari naungan Yum Brands tahun ini setelah beralih dari Coca-Cola ke PepsiCo pada tahun 2011.
Pada tahun 2012, PepsiCo kehilangan kontrak dengan jaringan gerai donat Dunkin yang beralih ke Coca-Cola, setelah menjalin kerja sama selama lima tahun.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa produk-produk Coca-Cola akan tersedia di restoran KFC di Amerika Serikat mulai musim semi tahun 2027. Rincian keuangan terkait kemitraan ini tidak diungkapkan.
Coca-Cola telah lama menjadi mitra minuman bagi jaringan restoran burger McDonald's dan Wendy's.
The Wall Street Journal pertama kali melaporkan berita ini pada hari Kamis, dengan mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut. (end/Reuters)

