Kembali
PEMBIAYAAN EMAS DI BANK MUAMALAT TEMBUS Rp1,9 TRILIUN
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat produk pembiayaan solusi emas hijrah dengan outstanding mencapai Rp1,9 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh lima kali lipat lebih secara tahunan.
"Kami tidak hanya menawarkan pembiayaan emas, tapi ingin membantu masyarakat mengubah sebagian pendapatan menjadi kepemilikan aset untuk masa depan," kata Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyad dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, pencapaian tersebut menjadikan produk solusi emas hijrah sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan bisnis consumer Bank Muamalat. Selain nilai pembiayaan yang meningkat, jumlah rekening nasabah juga naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ricky mengatakan, Bank Muamalat mendorong perubahan cara masyarakat mempersiapkan masa depan, dari sekadar menyisihkan pendapatan menjadi membangun kepemilikan aset rill secara bertahap.
Pertumbuhan pembiayaan emas di Bank Muamalat menunjukkan semakin besarnya kesadaran masyarakat untuk memiliki aset yang dapat membantu mempersiapkan berbagai tujuan finansial di masa depan.
"Emas yang dimiliki secara terencana dapat dipersiapkan untuk pendidikan anak, ibadah haji atau umrah, kepemilikan kendaraan dan rumah, serta berbagai kebutuhan keluarga lainnya," ujarnya.
Menurut dia, emas memiliki karakteristik sebagai aset riil yang secara historis mampu menjaga nilai dalam jangka panjang. Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, emas semakin diminati sebagai salah satu pilihan untuk menjaga nilai kekayaan.
Namun, Ricky mengingatkan kepemilikan emas sebaiknya tidak hanya didorong oleh momentum kenaikan harga. Masyarakat perlu memiliki tujuan yang jelas serta menyesuaikan pembiayaan dengan kemampuan finansial masing-masing.
Melalui Solusi Emas Hijrah, nasabah dapat memiliki emas hingga 500 gram dengan pilihan kepingan sesuai kebutuhan. Jangka waktu angsuran tersedia hingga 10 tahun dan uang muka (down payment) mulai dari nol persen sehingga dapat disesuaikan dengan tujuan dan kemampuan finansial nasabah.
Pertumbuhan Solusi Emas Hijrah turut didukung oleh digitalisasi proses pengajuan melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN. Inovasi tersebut membuat proses pengajuan menjadi lebih cepat, praktis, dan fleksibel sehingga kepemilikan emas berbasis syariah semakin mudah diakses oleh nasabah.
Di tengah pertumbuhan yang tinggi, Bank Muamalat tetap menempatkan prinsip kehati-hatian sebagai prioritas. Hingga akhir Agustus 2026, rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) Solusi Emas Hijrah terjaga pada level nol persen. Kinerja tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pembiayaan tetap diikuti dengan kualitas aset yang sehat.
Ke depan, Bank Muamalat melihat potensi pembiayaan emas syariah masih sangat besar, terutama pada segmen ritel dan emerging middle class. Peningkatan kesadaran masyarakat dalam membangun aset sejak dini juga diperkirakan semakin memperluas kebutuhan terhadap solusi kepemilikan emas yang mudah, terencana, dan sesuai prinsip syariah.
"Kami ingin Solusi Emas Hijrah menjadi bagian dari perjalanan setiap keluarga dalam membangun aset dan mempersiapkan berbagai tujuan di masa depan," katanya menambahkan. (end/ant)
"Kami tidak hanya menawarkan pembiayaan emas, tapi ingin membantu masyarakat mengubah sebagian pendapatan menjadi kepemilikan aset untuk masa depan," kata Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyad dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, pencapaian tersebut menjadikan produk solusi emas hijrah sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan bisnis consumer Bank Muamalat. Selain nilai pembiayaan yang meningkat, jumlah rekening nasabah juga naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ricky mengatakan, Bank Muamalat mendorong perubahan cara masyarakat mempersiapkan masa depan, dari sekadar menyisihkan pendapatan menjadi membangun kepemilikan aset rill secara bertahap.
Pertumbuhan pembiayaan emas di Bank Muamalat menunjukkan semakin besarnya kesadaran masyarakat untuk memiliki aset yang dapat membantu mempersiapkan berbagai tujuan finansial di masa depan.
"Emas yang dimiliki secara terencana dapat dipersiapkan untuk pendidikan anak, ibadah haji atau umrah, kepemilikan kendaraan dan rumah, serta berbagai kebutuhan keluarga lainnya," ujarnya.
Menurut dia, emas memiliki karakteristik sebagai aset riil yang secara historis mampu menjaga nilai dalam jangka panjang. Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, emas semakin diminati sebagai salah satu pilihan untuk menjaga nilai kekayaan.
Namun, Ricky mengingatkan kepemilikan emas sebaiknya tidak hanya didorong oleh momentum kenaikan harga. Masyarakat perlu memiliki tujuan yang jelas serta menyesuaikan pembiayaan dengan kemampuan finansial masing-masing.
Melalui Solusi Emas Hijrah, nasabah dapat memiliki emas hingga 500 gram dengan pilihan kepingan sesuai kebutuhan. Jangka waktu angsuran tersedia hingga 10 tahun dan uang muka (down payment) mulai dari nol persen sehingga dapat disesuaikan dengan tujuan dan kemampuan finansial nasabah.
Pertumbuhan Solusi Emas Hijrah turut didukung oleh digitalisasi proses pengajuan melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN. Inovasi tersebut membuat proses pengajuan menjadi lebih cepat, praktis, dan fleksibel sehingga kepemilikan emas berbasis syariah semakin mudah diakses oleh nasabah.
Di tengah pertumbuhan yang tinggi, Bank Muamalat tetap menempatkan prinsip kehati-hatian sebagai prioritas. Hingga akhir Agustus 2026, rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) Solusi Emas Hijrah terjaga pada level nol persen. Kinerja tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pembiayaan tetap diikuti dengan kualitas aset yang sehat.
Ke depan, Bank Muamalat melihat potensi pembiayaan emas syariah masih sangat besar, terutama pada segmen ritel dan emerging middle class. Peningkatan kesadaran masyarakat dalam membangun aset sejak dini juga diperkirakan semakin memperluas kebutuhan terhadap solusi kepemilikan emas yang mudah, terencana, dan sesuai prinsip syariah.
"Kami ingin Solusi Emas Hijrah menjadi bagian dari perjalanan setiap keluarga dalam membangun aset dan mempersiapkan berbagai tujuan di masa depan," katanya menambahkan. (end/ant)

