Kembali
BANK SENTRAL TIONGKOK MAKIN BUKA PASAR KEUANGAN BAGI PIHAK ASING
Gubernur bank sentral Tiongkok berjanji untuk semakin membuka pasar keuangan negara tersebut yang luas, seraya menyatakan bahwa aset dalam mata uang yuan dapat memenuhi kebutuhan diversifikasi investor global yang terus berkembang.
Pan Gongsheng menyoroti meningkatnya risiko geopolitik, perubahan mendalam dalam lanskap ekonomi global, serta kemajuan pesat dalam kecerdasan buatan (AI).
"Pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang stabil serta perkembangan pesat industri berteknologi tinggi memberikan dukungan kuat bagi aset-aset dalam mata uang yuan (RMB)," demikian pernyataan Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) yang mengutip pernyataan Pan dalam pidatonya hari Kamis, di sela-sela pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.
Menurut pernyataan tersebut, PBOC akan terus memperluas perangkat manajemen risiko guna memperlancar kegiatan investasi dan pembiayaan.
Tiongkok telah meningkatkan upaya untuk membuka pasar modalnya dan mendorong internasionalisasi mata uang yuan, di tengah situasi di mana perang dagang serta kebijakan luar negeri yang sulit diprediksi dari Presiden AS Donald Trump telah mengikis kepercayaan terhadap aset-aset dalam mata uang dolar.
Pasar keuangan global juga menjadi lebih fluktuatif seiring dengan meningkatnya kekhawatiran investor mengenai apakah perusahaan-perusahaan yang melakukan investasi besar-besaran di bidang AI akan mampu mencatatkan keuntungan yang memadai di tengah tingginya biaya pinjaman.
Pan menyatakan bahwa PBOC akan mendorong penerimaan dan penggunaan obligasi yuan secara lebih luas di tingkat global sebagai agunan yang sah, memperkuat konektivitas infrastruktur keuangan lintas negara, serta mendukung pengembangan pasar yuan di luar negeri (*offshore*). (end/Reuters)
Pan Gongsheng menyoroti meningkatnya risiko geopolitik, perubahan mendalam dalam lanskap ekonomi global, serta kemajuan pesat dalam kecerdasan buatan (AI).
"Pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang stabil serta perkembangan pesat industri berteknologi tinggi memberikan dukungan kuat bagi aset-aset dalam mata uang yuan (RMB)," demikian pernyataan Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) yang mengutip pernyataan Pan dalam pidatonya hari Kamis, di sela-sela pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.
Menurut pernyataan tersebut, PBOC akan terus memperluas perangkat manajemen risiko guna memperlancar kegiatan investasi dan pembiayaan.
Tiongkok telah meningkatkan upaya untuk membuka pasar modalnya dan mendorong internasionalisasi mata uang yuan, di tengah situasi di mana perang dagang serta kebijakan luar negeri yang sulit diprediksi dari Presiden AS Donald Trump telah mengikis kepercayaan terhadap aset-aset dalam mata uang dolar.
Pasar keuangan global juga menjadi lebih fluktuatif seiring dengan meningkatnya kekhawatiran investor mengenai apakah perusahaan-perusahaan yang melakukan investasi besar-besaran di bidang AI akan mampu mencatatkan keuntungan yang memadai di tengah tingginya biaya pinjaman.
Pan menyatakan bahwa PBOC akan mendorong penerimaan dan penggunaan obligasi yuan secara lebih luas di tingkat global sebagai agunan yang sah, memperkuat konektivitas infrastruktur keuangan lintas negara, serta mendukung pengembangan pasar yuan di luar negeri (*offshore*). (end/Reuters)

