Kembali
PASAR BERGEJOLAK, HIPMI AJAK PELAKU USAHA TETAP OPTIMISTIS
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Ade Jona Prasetyo mengajak masyarakat, investor, dan pelaku usaha untuk tetap optimistis menyikapi anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (16/10).
"IHSG boleh anjlok hari ini, tetapi bukan berarti ekonomi Indonesia tamat," kata Ade Jona dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menurut Ade Jona, tekanan yang terjadi di pasar saham tidak boleh langsung dimaknai sebagai berakhirnya prospek perekonomian Indonesia.
Ade menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi, potensi pasar, dan kekuatan sektor riil yang harus terus dijaga serta dikembangkan.
"Kita tidak boleh kehilangan optimisme hanya karena gejolak pasar dalam satu hari. Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar, pengusaha yang tangguh, dan peluang investasi yang masih sangat luas. Yang dibutuhkan sekarang adalah ketenangan, kepercayaan, dan kerja bersama," ujar Ade Jona.
Ade Jona menilai dinamika pasar modal merupakan bagian dari mekanisme perekonomian yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perkembangan ekonomi global, sentimen investor, dan kondisi pasar keuangan.
Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan berlebihan yang justru dapat memperburuk sentimen dan mengganggu kepercayaan terhadap perekonomian nasional. (end)
"IHSG boleh anjlok hari ini, tetapi bukan berarti ekonomi Indonesia tamat," kata Ade Jona dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menurut Ade Jona, tekanan yang terjadi di pasar saham tidak boleh langsung dimaknai sebagai berakhirnya prospek perekonomian Indonesia.
Ade menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi, potensi pasar, dan kekuatan sektor riil yang harus terus dijaga serta dikembangkan.
"Kita tidak boleh kehilangan optimisme hanya karena gejolak pasar dalam satu hari. Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar, pengusaha yang tangguh, dan peluang investasi yang masih sangat luas. Yang dibutuhkan sekarang adalah ketenangan, kepercayaan, dan kerja bersama," ujar Ade Jona.
Ade Jona menilai dinamika pasar modal merupakan bagian dari mekanisme perekonomian yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perkembangan ekonomi global, sentimen investor, dan kondisi pasar keuangan.
Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan berlebihan yang justru dapat memperburuk sentimen dan mengganggu kepercayaan terhadap perekonomian nasional. (end)

